Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
kenangan



aah... kapan ini berakhir?... ini sangat menyakitkan... aku sudah tak sanggup lagi.... apa aku akan mati disini?.... sungguh menyedihkan...


Ariel terbaring di tanah setelah pria itu melemparkan nya.


"ugh... bangsa*t... aku tidak....akan mati.... disini... oleh seseorang.... seperti mu!... " Ariel terus mencoba untuk bergerak tetapi usaha nya sia-sia, tubuh Ariel tidak kuat menahan kekuatan yang tadi dikeluarkan nya.


"hmm! mati lah oh orang tersesat! "


"FLAME "


boommmm


"Aaaaa!! "


sebuah pilar api menyelimuti Ariel yang sedang berbaring lemas di tanah.


"sungguh orang sesat yang menyedihkan.. "


sialan.... ini sangat panas!... kalau begini terus aku akan mati karena terpanggang! tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa! tubuhku tidak merespon keinginan ku!


"sialan apa aku akan mati disini?! " ada sedikit air mata di sisi matanya.


ugh... penglihatan ku kabur... kesadaran ku mulai hilang...


semua kenangan tentang dirinya dan orang-orang disekitarnya mulai muncul di pikiran Ariel.


muncul sebuah kenangan tentang dirinya yang sedang bermain dengan ayahnya.


ayahnya selalu tersenyum kepada nya dan ayahnya sangat baik kepada nya. ayahnya selalu sabar mengurus nya dari kecil hingga dewasa. ayahnya lah yang mengajarkan segala hal kepada Ariel, mulai dari cara berbicara sampai berlatih pedang dan mengontrol mana.


Ariel dibesarkan tanpa kasih sayang ibu, tapi Ariel masih tetap bahagia karena ayahnya sangat menyayangi nya. setiap kali Ariel melihat ayahnya yang sedang sendirian, ayahnya selalu melihat ke arah langit dengan tatapan kosong dan ada sedikit kerinduan di dalamnya. Ariel tahu apa yang selalu dipikirkan oleh ayahnya, ayahnya pasti sedang memikirkan tentang istrinya yaitu ibu dari Ariel, Ariel selalu menghela nafas karena dia tau dia tidak bisa berbuat apa-apa.


ayah.... maafkan aku....


kenangan lainnya juga muncul di pikiran Ariel.


Ariel yang sedang bermain-main dengan seorang gadis yang seumur dengannya.


gadis itu memiliki wajah yang sangat cantik dengan rambut putih panjang serta warna mata merahnya yang indah ditambah tahi lalat di bawah bibir nya yang menambah kan kesan menarik.


gadis itu selalu ceria dan tersenyum, setiap bertemu atau bermain dengan Ariel, gadis itu akan memiliki ekspresi wajah yang terlihat sangat senang.


"Ariel apa kau tau, aku membolos berlatih dengan ayahku supaya bisa bermain denganmu! kau harus bangga karena aku satu-satunya putri dari seorang Duke! datang dan menemui mu bahkan aku sampai membolos latihan! berbangga lah! huu huu" ada sedikit nada kebanggaan di suaranya.


"ugh... lagi lagi kau membolos latihan nya cuma ingin bertemu dengan ku... nanti kau akan dimarahin lagi oleh orang tua mu... huh... baiklah sekarang ayo berlatih bersama dengan ku... alice "


Ariel selalu di buat kerepotan olehnya tapi Ariel tidak keberatan dengan itu karena Ariel sudah berteman dengannya sejak masih kecil.


"aku tidak mau berlatih! dan juga aku membolos latihan bukan untuk menemui mu!! aku cuma ingin bermain saja dengan mu hmm!! " wajahnya sedikit merah.


"ugh... baiklah baiklah, setelah berlatih ayo bermain.. "


semua kenangan tentang dirinya muncul di pikiran Ariel seiring dengan kesadaran yang memudar.


selama beberapa hari ini bahkan aku sempat melupakan mu alice... mungkin karena aku terlalu fokus untuk balas dendam sehingga tidak sempat memikirkan mu alice... apa kau baik-baik saja sekarang?... apa kau dan yang lainnya berhasil kabur?....aku berharap kau akan selalu selamat. maafkan aku alice... aku berharap aku bisa bertemu dengan mu lagi...


bahkan ada beberapa kenangan yang tidak ingin coba Ariel ingat.


ada sebuah kenangan yang muncul tentang seorang pria ramah yang selalu memiliki senyuman di wajahnya.


"yo Ariel hari ini pun kau sangat semangat ya! ".


" padahal masih sangat pagi begini tapi kau sudah latihan mengayunkan pedang... apa kau ini maniak pedang? hahaha". pria itu mencoba untuk menggoda Ariel.


"ugh aku bukan maniak pedang! aku cuma menyukai sensasi ketika mengayunkan nya saja! " Ariel memiliki wajah seperti tomat merah.


"uwaaa apa nya yang beda?? bukannya itu sama saja?" pria itu melihat Ariel dengan aneh.


"terserah aku lah! dan juga mau sampai kapan kau akan tinggal disini? kau itu seorang manusia, bahkan kau salah satu orang penting di Kerajaan manusia kan?"


"apa kau tidak suka aku berada disini? "


"bukannya tidak suka tapi kau sekarang berada di sarang para iblis, kau bisa diserang kapan saja disini, lagi pula kau cuma seorang diri"


"heee apa kau mengkhawatirkan ku? seorang anak raja iblis mengkhawatirkan manusia seperti ku? hmm kau tidak perlu khawatir lagi pula aku ini sangat kuat! dan juga raja iblis atau ayahmu itu sekarang jadi teman ku! jadi tidak mungkin ada yang mencoba menyerang ku!"


"hmm baiklah lagi pula aku tidak peduli... sana pergi jangan mengganggu ku berlatih"


"eeeehh jangan begitu dong.... aku ingin melihat mu berlatih... " pria itu terlihat seperti anak kecil yang minta-minta.


"ugh walaupun kau menatapku seperti itu aku tidak mengizinkan mu untuk melihat ku berlatih....tolong pergilah.."


"Mmm... bagaimana kalau begini saja... aku akan mengajarkan mu tehnik pedang yang sangat kuat sebagai gantinya aku ingin kau mengizinkan ku untuk melihat latihan mu dan juga kalau boleh aku ingin kita berlatih bersama! bagaimana bukankah ini tawaran yang sangat menguntungkan?"


"tehnik pedang?! kau tidak berbohong kan?! " Ariel dengan matanya yang berbinar.


"tentu saja aku tidak berbohong! aku bersumpah atas gelar ku! " pria itu memiliki senyuman yang bukan senyuman.


"baiklah aku menyetujui nya! jadi cepat ajarkan aku tehnik pedang nya! " Ariel terlihat sangat bersemangat.


"baiklah... bersiap lah karena tehnik pedang ini sangat kuat dan sulit untuk dipelajari karena memiliki 12 gerakan yang terpisah-pisah dan aku cuma akan mengajarkan 6 gerakan saja kepadamu.... nama tehnik pedang ini adalah 12 BINTANG SUCI"


sialan... kenapa aku harus mengingat ini... aku sangat membenci nya dan aku akan terus membenci nya.... orang sialan itu... suatu hari nanti akan ku pastikan... mati di tangan ku.... aku tidak akan mati disini.


kesadaran Ariel sudah hilang sepenuhnya tetapi kobaran api masih menyelimuti tubuhnya.


...


di hari yang sama, jauh di benua lainnya.


cletak


cletak


cletak


suara kuda berlarian.


cuacanya sedang hujan, ada beberapa orang yang menunggangi kuda dan ada sebuah pasukan yang mengejar mereka.


" sialan sudah beberapa hari kita dikejar-kejar oleh mereka! mereka selalu menemukan tempat persembunyian kita! " orang itu salah satu yang dikejar, dia adalah seorang pria yang berumur sekitar 40 tahunan dan memiliki wajah seorang bijaksana.


"tuan gilbert kalau begini terus kita akan terkejar oleh mereka dan juga kuda kita akan kelelahan.. " seorang pria berkumis yang memiliki baju seorang Butler.


"ahh aku tahu itu... untuk sekarang terus kan saja pelarian kita, kita tidak boleh tertangkap oleh para manusia sialan itu! "


" ayah... sampai kapan kita akan dikejar terus? kita sudah memasuki hutan terlarang terlalu jauh! kalau begini terus kita malah akan bertemu dengan monster kuat! " dia adalah seorang gadis yang memiliki paras cantik dan anggun.


gadis itu adalah orang yang sama dengan yang ada di ingatan Ariel, gadis itu bernama alice dan dia adalah teman masa kecilnya Ariel.