Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
dua bidadari



"Bahkan walaupun ini disegel, tapi aku masih mendapatkan kekuatan yang sangat besar seperti ini! Walaupun aku tidak bisa menembus level, tapi ini sangat luar biasa! Terimakasih banyak tuan! "


"Ya... Hmm? " Dia melihat ke arah tubuhnya. Tubuhnya kini sudah mulai transparan. "Begitu ya, jadi waktu ku sudah mulai habis.. "


"Tuan apa sekarang anda akan kembali ke masa depan? "


" Ya! Tugas ku disini sudah selesai. Dan aku akan kembali ke 'masa' asliku. Ini membuat ku sedikit sedih. Aku tidak tau, kali ini aku akan tertidur berapa lama.. Hah.. "


"Tenang saja tuan! Sebagai servant mu, aku akan memastikan kalau sejarah berubah! Tidak akan ku biarkan hal yang sama terulang kembali! Dan suatu hari nanti ketika Anda membuka mata Anda kembali, sejarah akan berubah sepenuhnya! Dan akan menjadi lebih baik untuk diri anda! "


Mendengar perkataan Iris, membuat pria itu tersenyum. "Ya! Aku mengandalkan mu, wahai servant ku. Sebelum aku kembali ke masa depan, aku akan pergi ke tempat diriku di 'masa' ini dulu, ada sesuatu yang harus ku kembalikan"


" Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Iris.. Sisanya ku serahkan kepada mu! "


"Ya! Serahkan saja kepadaku! "


Tiba-tiba muncul api berwarna hitam dibawah kaki pria itu. Api hitam itu perlahan-lahan mulai menyelimuti tubuhnya. Seiring dengan tubuhnya yang di tutupi oleh api hitam, tubuh nya perlahan-lahan mulai menghilang. Dimulai dari kakinya... Ke bagian paha nya.... Lalu mulai ke bagian perut dan lengannya.. Dan kini lehernya.


"Ahh! Aku hampir lupa. Sebentar lagi kau akan merasakan sesuatu yang sangat luar biasa! Ku sarankan untuk tidak terlalu terkejut loh".


Woosss


Api hitam itu menutupi kepala nya, dan lalu pria itu menghilang seperti tersapu oleh udara.


Iris yang berada di sana, dia kebingungan dengan ucapan terakhir dari tuannya itu.


" Sesuatu yang luar biasa? Apa yang tuan ku maksud?... Yahh aku tidak mau memikirkan nya sekarang. Untuk sekarang sebaiknya aku menemui gadis itu dulu. Tapi sebelum itu sebaiknya aku berubah wujud dulu".


Tubuh naga nya tiba-tiba diselimuti oleh aura hitam. Aura itu mulai mengecil bersamaan dengan tubuhnya yang menjadi kecil. Setelah beberapa saat, kini tubuhnya menjadi seukuran manusia. Perlahan-lahan aura hitam itu mulai menghilang...


Disana berdiri seorang wanita dewasa yang sangat cantik. Dengan rambut hitam panjangnya yang indah, serta matanya yang berwarna biru, sangatlah cantik. Wanita itu memiliki bibir kecil yang cantik, dibawah bibir nya terlihat ada sebuah tahi lalat, bukannya terlihat aneh, malahan membuat nya semakin mempesona. Wanita itu adalah iris dalam bentuk manusia nya. Iris kini menjadi seorang wanita dewasa yang sangat mempesona.


"Baiklah dengan ini, dia pasti tidak akan ketakutan, kan?" Iris tersenyum. Dalam wujud manusia nya dia memliki senyumnya yang sangat mempesona, siapapun yang melihat senyuman, mungkin akan langsung menyukai nya.


Iris lalu terbang, dan dia masuk melalui lubang yang lebih besar itu.


"Hmm..? Apa yang terbang itu?... Karena cahaya matahari, aku jadi tidak bisa melihat nya dengan jelas". Alice melihat ke arah atas.


Yang sedang terbang itu adalah iris. Dia terbang melalui lubang yang berada di atas goa. Setelah beberapa saat, kini dirinya sudah menampakkan kakinya di darat.


Alice yang melihat nya, langsung mengambil ancang-ancang. "Siapa kau?! Apa kau musuh atau teman?!" Alice curiga, dia khawatir kalau diri nya masih dikejar oleh musuh.


"Hoo...hmm Tenang saja. Aku ini teman oke~ " Iris tersenyum dan mulai mendekati alice.


Alice masih curiga, dia mundur perlahan-lahan.


"Tidak perlu waspada seperti itu. Pastinya kau sudah di beritahukan oleh tuanku, kan? "


"Diberitahu oleh Tuanmu...? Aah! Apa mungkin kau adalah orang yang di bicarakan oleh tuan lavender?? " Alice mulai menurunkan kewaspadaan nya.


"Lavender..? Aah yaa, kau benar. Aku yang di suruh oleh tuan ku lavender, untuk menjaga sekaligus melatih mu". Awalnya Iris kebingungan. Dia sebelumnya tidak diberitahu tentang nama itu, tapi untung nya Iris langsung mengerti apa yang terjadi.


Alice yang mendengar itu, langsung malu. Dia mencurigai orang yang akan menjadi gurunya. Alice mulai menunduk dengan malu. " M-maaf kan saya! Barusan saya malah mencurigai anda... " Dengan pipinya merah karena malu, Alice meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.


"Sudah lah~ mempunyai sikap waspada seperti itu juga penting lohh~ hehe~" Iris tertawa kecil.


"A-apa anda memaafkan saya? " Alice dengan wajahnya yang terlihat seperti anak kecil yang sedang meminta maaf.


Uwaahh!! Gadis kecil ini sangat imut!.


"T-terimakasih guru!! " Alice tersenyum gembira.


Ghaaa!


Senyuman alice, membuat Iris Seperti tersambar petir.


Sial.. Gadis ini terlalu cantik dan imut! Pantas saja tuanku sangat mencintai nya!.


Iris mulai mendekati alice. ... Jarak mereka sekarang sangat dekat. Kemudian Iris mulai mendekatkan wajahnya ke wajah alice.


Alice yang kebingungan karena tiba-tiba Iris mendekatkan wajahnya. Alice cuma bisa diam dengan Wajah nya memerah karena malu.


Iris mulai memegang dagu milik alice dengan tanganya. Dan dia mengangkat dagu alice.


"A-a-a aapa yang ingin anda lakukan, guru...?


; ; ; " Dengan keringat yang muncul diwajahnya, alice kebingungan.


"Hm? Ah tidak ada. Aku cuma penasaran, seperti apa wajah yang disukai tuanku ini. Dan ternyata kau memang sangat cantik! Kau masih belum matang sekarang tapi kecantikan mu, sungguh luar biasa. Aku yakin, ketika nanti kau sudah matang, mungkin kau akan menjadi gadis tercantik di dunia".


"Tercantik di dunia..?! Orang seperti ku!?Terimakasih guru! Tapi menurut ku, anda jauh lebih cantik dari saya! "


"E-eh? Apa begitu menurut mu?? Hehe makasihh~ " Iris dengan wajah memerah.


Dua bidadari. Itulah yang tergambarkan ketika mereka berdua sedang berbicara dan tertawa. Kalau ada seseorang yang melihat mereka sekarang, mungkin orang itu akan terpelongo karena melihat kecantikan mereka berdua.


"Sebaiknya kita bicara di dalam saja. Disini terlalu tidak nyaman kan? Ayo masuk kedalam rumah ku" Iris mengajar alice.


"Rumah? Apa ada rumah disini ? Tapi Dimana? Aku tidak bisa melihat apapun di goa ini.. Disini hanya ruangan luas yang gelap". Alice kebingungan dan melihat-lihat sekitarnya.


" Dibawah sini" Sambil menunjukkan jarinya ke bawah tanah.


"Buka "


Beriringan dengan ucapannya, tanah di bawah kaki mereka langsung bergoyang. Perlahan-lahan tanah disana menjadi sebuah tangga menuju ke arah bawah.


Alice yang melihat itu, cuma terkagum dengan matanya yang terbuka lebar.


"Wooaah! Hebat! Apa dibawah sana adalah rumah anda guru?! "


"Huhu hebatkan~ ya disana adalah rumah ku! Tapi sekarang itu adalah rumah kita! Mulai dari sekarang kau juga akan tinggal dan berlatih disini kan? Jadi anggap saja rumah mu sendiri " Iris tersenyum.


"Rumahku juga...? " Tanpa sadar alice mulai mengeluarkan air mata.


"Kupikir mulai sekarang aku hanya akan tinggal sendirian dan kesepian. Aku sudah tidak punya rumah lagi untuk pulang, tapi sekarang... Hiks.. Hiks.. Terimakasih, terimakasih guru! Sebagai murid mu, aku tidakan pernah membuat mu kecewa! " Sambil menang, alice mulai mengelap air mata yang bercucuran dari matanya.


Iris yang melihat alice menangis cuma terdiam dan tersenyum. "Emm! Ayo kita masuk ke rumah kita!! "


Iris mulai menuntun alice untuk turun.


Alice mulai berjalan ke arah tangga yang menuju ke bawah,dia mulai berjalan di atas tangga. Iris mulai mengikuti alice dibelakangnya.


"!!!? "


Tapi sebelum Iris menginjakkan kakinya di tangga pertama, dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang membuat nya berdiri terdiam disana. Keringat dingin mulai ke luar dari wajahnya.


A-apaan aura yang ku rasakan ini?! Ini sungguh mengerikan! Siapa yang mengeluarkan aura ini?! ....A-apa mungkin kah?!