
[ haha akhirnya orang yang ditunggu datang juga!!!]
[ master orang terakhir sudah datang! ]
sebuah suara muncul di dalam kepala pria berjubah hitam. ada dua suara yang muncul, suara yang satu terdengar seperti suara dari seorang pria dewasa sedangkan yang satu lagi suaranya lebih lembut, terdengar seperti suara wanita dewasa. kedua suara itu cuma bisa di dengar oleh pria berjubah hitam.
[ master kita harus membunuh mereka semua!! ]
hm... kuro, apa kau bisa diam?
[ m-maafkan aku master...]
pria itu memanggil suara yang terdengar seperti pria dewasa dengan sebutan 'kuro'.
[ hm dasar! kau selalu saja berisik! kau mengganggu master tau! ]
shiro, kau juga diam lah.
[eh? aku minta maaf master!!! ]
[ ffftt.... ]
suara wanita dewasa itu dipanggil shiro.
"sepertinya orang terakhir sudah datang. bagus, dengan begini kalian semua lengkap. baiklah sekarang waktunya untukku memulai nya kan " kata pria berjubah hitam. dia menatap ke arah gurdo dengan tajam, ada sedikit emosi marah terlihat di matanya.
gurdo yang melihat pria itu, masih kebingungan dengan situasi yang ada di depannya.
sialan... siapa si brengs*k ini?! dia bisa dengan mudah membunuh beberapa prajurit yang terlatih! aku baru saja sampai disini dan apa-apaan situasi ini!
gurdo melihat ke arah Udo. "Udo, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? " gurdo bertanya kepada Udo.
" yang terjadi adalah... " Udo menjelaskan semua apa yang terjadi, dari awal mereka mengejar gadis itu sampai kemunculan pria berjubah hitam.
"ho... jadi begitu ya, aku mengerti. terus kenapa ketika para prajurit yang lainnya mencoba untuk menyerang dia,kau malah mencoba lari ke belakang?!" gurdo menatap tajam ke arah Udo. Udo yang menyadari nya, berkeringat dingin di seluruh tubuhnya.
"i-itu saya bisa menjelaskan nya! "
"coba jelaskan! "
"saya cuma berpikir kalau kita tidak akan bisa menang melawan orang itu! dia monster! dia sangat kuat! bahkan saya tidak bisa melihat serangan dia! j-jadi saya mencoba untuk melarikan diri dengan mengorbankan para prajurit! nyawa saya lebih penting dari para idiot itu! " Udo menjelaskan dengan panik. tapi dia tidak menyadari kalau suaranya terdengar oleh para prajurit.
seketika para prajurit yang tadinya penuh gelisah karena rasa takut akan pria berjubah hitam, menjadi penuh kemarahan terhadap Udo. mereka menatap tajam ke arah udo. awalnya mereka sangat mempercayai kata-katanya yang di keluar tadi, itu membuat mereka yakin akan kemenangan.
tapi sekarang mereka sangat marah terhadap udo, bahkan mereka melupakan rasa takut yang baru saja mereka rasakan.
"wakil Komandan, apa yang kau katakan itu benar?! " salah satu prajurit bertanya kepada udo dengan marah.
"sialan! padahal kami sangat mempercayai mu! tapi kau malah mengkhianati kami! " prajurit lainnya berteriak dengan marah.
para prajurit mulai ribut, mereka mulai memaki-maki udo. udo yang mendengar kan, cuma diam dengan wajah takut.
"diam kalian semu- a "
sringgg
brussss
gurdo yang mencoba menenangkan para prajurit, Tiba-tiba dikejutkan dengan apa yang terjadi.
"tidak sopan sekali kalian ini. berani sekali kalian mengabaikan ku, apa kalian sudah lupa dengan diriku, hah?! "
yang menebas kepala para prajurit itu adalah pria berjubah hitam. dia mengangkat tangannya ke depan. ada sebuah pedang yang melayang mengikuti gerakan tangannya. sebuah pedang hitam melayang-layang di udara, bukan cuma satu tapi ada dua puluh pedang yang melayang-layang. pedang - pedang itu lah yang menebas kepala prajurit. setelah pedang pedang itu berhasil menebas kepala para prajurit, mereka melayang ke arah pria berjubah hitam, dan sekarang kedua puluh pedang itu melayang-layang di punggung pria tersebut.
gurdo terkejut sedang para prajurit ketakutan kembali.
apa-apaan barusan itu?! apa pedang - pedang yang di punggung nya itu adalah perwujudan senjata?! dan dia bisa menggunakan sebanyak itu?!
gurdo mulai berpikir kemudian dia menggelengkan kepalanya.
itu tidak mungkin! aku belum pernah mendengar tentang seseorang yang bisa menggunakan perwujudan senjata lebih dari 5! kecuali para pahlawan dan juga si raja iblis, mereka bisa mewujudkan lebih dari lima! dan orang itu bisa mewujudkan 20 pedang! itu adalah sesuatu yang mustahil di lakukan! kemungkinan beberapa di antaranya adalah ilusi!
gurdo yang yakin akan pemikiran nya, dia memiliki seringai di wajahnya.
para prajurit masih ketakutan, mereka sekali lagi mundur perlahan-lahan.
"kalian semua tenang lah! " gurdo berteriak.
seketika para prajurit terdiam, tapi ketakutan di wajah mereka masih tersisa.
"barusan adalah trik yang bagus! ku puji kau. apa kau mencoba untuk menakut-nakuti kami lagi ya? tapi trik mu sekarang tidak akan berhasil, karena aku gurdo sudah datang!" dia dengan bangga menyatakannya.
para prajurit yang mendengar itu langsung cerah. mereka senang dan mendapat kepercayaan diri lagi, karena sekarang komandan mereka sudah datang!. mereka tau akan kekuatan komandan gurdo karena mereka selalu bertarung disisinya!. dan mereka selalu yakin kalau ada komandan gurdo, mereka pasti tidak akan kalah!.
"terus kenapa kalau kau sudah datang? dan juga aku tidak perlu pujian dari mahkluk rendah seperti mu" pria itu membalas.
gurdo yang mendengar nya langsung marah, tapi amarah nya langsung tenang kembali. sebagai seorang komandan dia harus bisa untuk mengendalikan emosinya, dia tidak boleh terprovokasi oleh musuh.
gurdo menatap tajam ke arah pria itu dan dia mulai berjalan ke arahnya. kini jarak gurdo dan pria itu tidak lebih dari 7 meter.
"aku perlu tau dulu, siapa kau? dan kenapa kau mengganggu tugas kami dengan menyelamatkan gadis itu? " gurdo bertanya ke pria berjubah hitam.
" hm buat apa aku memberi tau mu tentang siapa aku? dan juga kenapa aku menyelamatkan nya karena itu mau ku. " kata pria itu.
" berikan gadis dan kau akan ku bebaskan "
" tidak akan. "
"hah?! apa kau menentang ku? apa kau sadar apa yang kau lakukan?! kalau kau menghalangi tugas ku sama saja dengan kau menentang kerajaan! jadi berikan gadis itu dan pergilah!"
"tidak akan. "
"ho baiklah... sekarang kau sudah menentang kerajaan. bahkan kalau pun kau bisa kabur, kau akan dikejar-kejar terus oleh para prajurit dari Kerajaan! setelah kau tertangkap, mungkin saja kau akan disiksa sampai memohon untuk dibunuh saja!. tapi jangan salah, aku tidak akan membiarkan mu melarikan diri!. " gurdo dengan nada marah dan puas.
[apa-apaan si brengs*k ini?! ayo bunuh saja langsung master! ] kuro.
[ berani sekali dia berkata seperti itu kepada master ku! master, ayo bunuh si sialan ini dengan cara paling kejam! ] shiro.
pria berjubah hitam itu cuma menatap gurdo dengan jijik.
"berani sekali mahluk rendah seperti mu mengancam ku! kau ingin mati dengan cara seperti apa hah?! "
suara nya dan tatapan pria itu sangat mengintimidasi. sehingga membuat gurdo tertekan.
"sialan kau! sepertinya kau ingin mati dengan cepat ya! " gurdo berteriak. dia langsung mengangkat pedang besar nya ke udara. " Mati lah! "
" WATER BLADE ! "