
Gurdo berhasil memenangkan pertarungan nya dan memenggal kepala gilbert.
"Sialan... Serangan nya yang terakhir bener-bener sangat kuat! Dan aku menerima nya langsung... Kalau aku bukan level 7 mungkin aku akan menerima luka yang cukup berat" Ada sedikit darah yang keluar dari sisi mulut gurdo. "Sebaiknya aku segera menyusul mereka, kemungkinan mereka sudah berhasil menangkap nya kan? " Gurdo memanggil kuda besar nya.
Setelah menaiki kudanya, gurdo langsung berangkat untuk menyusul para prajurit bawahan nya.
Diwaktu yang sama, ketika gurdo dan gilbert masih bertarung. Para prajurit itu sudah berada di lokasi dimana alice terjatuh, dan di lokasi tersebut masih ada kuda yang dipakai oleh alice.
"Lihat di sana ada kuda" seorang prajurit di barisan terdepan berteriak.
Prajurit itu menunjuk ke arah kuda yang sedang berbaring lemas, dengan penuh luka di seluruh tubuhnya.
Para prajurit itu berhenti.
"Seseorang periksa kondisi kudanya! " Seorang prajurit berteriak, dia adalah Udo prajurit yang selalu ada di samping gurdo, lebih tepatnya dia adalah wakil Komandan dari pasukan yang dipimpin oleh gurdo.
Kemudian dua orang prajurit turun dari kudanya. Mereka langsung memeriksa kondisi kudanya.
"Kuda ini sudah sangat kelelahan dia sudah tidak bisa berdiri lagi" Salah seorang yang memeriksa nya.
"Ya, kuda ini kemungkinan baru saja terjatuh, di seluruh tubuhnya terdapat luka." Orang lainnya yang memeriksa kuda.
"Hmm... Abaikan saja kudanya, kemungkinan kudanya akan mati. Untuk sekarang periksa disekitar! Orang yang menunggangi kuda ini pasti tidak terlalu jauh dari sini " Udo langsung memberikan perintah kepada para prajurit.
"Ya wakil Komandan! " Para prajurit serentak berteriak bersamaan.
Beberapa prajurit langsung turun dari kudanya, mereka langsung memeriksa area di sekitar. Beberapa saat kemudian salah seorang prajurit menemukan jejak kaki di tanah.
"Wakil Komandan! Disini! Disini ada jejak sebuah kaki! " Orang yang menemukan jejak kaki, langsung berteriak.
Udo yang mendengar itu, langsung mendekati area yang terdapat jejak kaki. Di tanah ada sebuah jejak kaki, karena cuacanya sedang hujan membuat tanah menjadi basah,dan akan mudah untuk meninggalkan sebuah jejak. Jejak kaki itu tidak terlalu besar, itu adalah sebuah jejak kaki dari seorang gadis muda.
"Sepertinya gadis itu mengarahkan ke arah hutan terdalam, hutan ini di penuhi lebih banyak pohon besar dan akar pohonnya menonjol keluar dari tanah. kita tidak akan bisa masuk menggunakan kuda" Udo melihat ke arah hutan. "Semuanya, turun dari kuda kalian, kita sekarang tidak akan bisa menggunakan kuda untuk masuk ke dalam nya. Kita akan tetap mengejar nya!" Udo dan para prajurit langsung turun dari kudanya masing-masing.
"Ayo kejar iblis yang kabur itu! " Serentak semuanya orang langsung masuk ke arah hutan terdalam itu.
Disaat yang sama, alice sedang berlari. Dia tidak menggunakan alas kaki, sehingga setiap kakinya menginjak tanah, akan ada sebuah jejak yang tertinggal. Alice menggunakan sebuah gaun berwarna merah, di beberapa bagian gaunnya terlihat sobek dan kotor.
"Haa.. Haaa.. Haaa.. Aku sangat lelah! Tapi kalau aku berhenti sekarang, mungkin aku akan terkejar oleh mereka! " Alice terlihat sangat kelelahan, di wajahnya di penuhi dengan keringat.
"Sebuah cahaya? Apa itu area luas? Apa aku harus tetap melanjutkannya dan menuju ke sana?" Alice sambil berlari, dia merenung kan tujuannya. "Uuhh ini membuat ku bingung! Aku akan menuju ke area luas itu saja! Kalau aku berbelok ke arah lain, mungkin aku akan tersesat lebih dalam! Semoga ada jalan di area itu! " Alice terus berlari ke arah area yang dia tuju.
Beberapa saat kemudian alice keluar dari hutan yang gelap itu dan sampai di area yang lebih luas. Yang alice lihat Bukan sebuah area, melainkan sebuah jalan yang mengarah ke suatu tempat?. Di sana tidak banyak pohon seperti di dalam hutan gelap, karena itu lah cahaya bisa menerangi nya.
"Aku ingin istirahat tapi tidak bisa sekarang! Aku akan mengikuti jalan ini! Semangat lah diriku! " Alice melanjutkan pelarian nya.
Beberapa saat setelah alice pergi, kelompok prajurit itu sampai di area yang sama seperti alice.
"Wakil Komandan, orang itu sepertinya mengikuti jalan ini, lihat masih ada jejak kakinya" Seseorang berseru.
"Ya aku tau, kemungkinan dia juga baru sampai disini dan dia langsung berlari lagi. Ayo cepat kita pasti bisa mengejar nya! " Udo dan para prajurit itu langsung berlari mengikuti jejak kaki yang di tinggal kan alice.
Jarak alice dan para prajurit tidak terlalu jauh. Bahkan sekarang alice bisa mendengar suara langkah kaki dari para prajurit itu.
"Sialan! Kenapa mereka sangat cepat?!Mereka sudah sedekat ini?! Aku harus lebih cepat! " Walaupun alice berlari sekuat tenaga tapi kecepatan nya dalam berlari tidak terlalu cepat. Alice seorang wanita, dalam hal fisik dia kalah oleh seorang lelaki, apalagi yang mengejar nya adalah para prajurit yang terlatih, jadi alice akan sangat mudah dikejar oleh mereka. sekarang alice juga masih sangat kelelahan kecepatan berlari nya semakin lama semakin melambat.
Di kejauhan alice melihat ada sebuah gunung yang sangat besar dan di bawah gunung nya terdapat banyak sekali lubang goa. alice sangat senang melihat goa-goa itu, dia berpikir kalau dia memasuki salah satu goa, kemungkinan dia bisa bersembunyi dari para prajurit itu.
"Yosh! Aku akan memasuki salah satunya! Kemudian aku akan bersembunyi sambil memulihkan stamina ku! Aku pasti akan berhasil selamat dari mereka!" Diwajahnya ada sedikit senyuman.
Akan tetapi rasa senang yang dialami alice sangat singkat, Ketika alice hampir mendekati gunung nya, senyuman dan rasa senangnya tiba-tiba hancur seketika.
"Sial... Apa-apaan ini?... " Alice terkejut sekaligus putus asa. Ketika alice sampai di sana, Tempat nya berada dan lubang goa itu dipisahkan oleh sebuah jurang yang sangat lebar dan dalam.
Alice tadi tidak bisa melihat jurang itu karena jalan yang dia ambil agak menanjak sedikit, karena nya dia tidak bisa melihat jurang tersebut.
Seluruh tubuhnya langsung lemas, matanya yang tadi bercahaya kini tidak memiliki cahaya apapun. Alice berlutut, di kedua matanya langsung keluar air mata. "Sialan.. Jurang ini terlalu lebar.. Aku tidak bisa melewati nya... Apa aku akan mati disini hari ini?... Apa aku tidak akan bisa melakukan balas dendam ayahku?... Sialan.. Sialan!!!! " Alice terus menangis.
Beberapa saat kemudian para prajurit itu pun berhasil sampai di tempat alice berada.
Mereka melihat ada seorang gadis cantik berambut putih yang memakai sebuah gaun merah, gadis itu terlihat putus asa dengan air mata terus mengalir di matanya.
Walaupun begitu, dimata mereka gadis itu adalah Mangsa yang sedang mereka buru. Wajah para prajurit itu dingin dan tidak terlihat memiliki sebuah rasa simpati atau kasihan kepada gadis itu.
"Akhirnya kami bisa menangkap mu! Menyerah lah dengan begitu kau mungkin akan mati dengan cepat! " Udo berteriak ke arah alice.