Son Of The Demon King

Son Of The Demon King
rasa takut



setelah pria berjubah hitam itu menjentikkan jarinya. seketika pedang hitam yang menusuk di perut para prajurit, mengeluarkan duri-duri yang sangat tajam dan besar.


ugh?!!


kesepuluh prajurit itu langsung mati setelah duri-duri yang sangat tajam keluar dari seluruh tubuh mereka.


bruussss


tubuh mereka langsung hancur, dengan darah yang terlempar kemana-mana. bahkan darah yang terlempar itu mengenai para prajurit di belakang, walaupun jaraknya cukup jauh, tapi darah nya mencapai para prajurit yang berada di barisan depan.


para prajurit yang terkena darah itu, mundur perlahan-lahan dengan wajah ketakutan dan jijik. bahkan diantaranya ada yang muntah. satu persatu senjata yang mereka pegang mulai terlepas dari genggamannya masing-masing, tangan mereka lemas karena ketakutan yang berlebihan.


darah yang tersebar kemana-mana tercampur dengan genangan dari air hujan. genangan air nya menjadi merah, dan bau darah segar pun bisa tercium kemana-mana.


bahkan alice yang masih melayang di udara, terkejut dengan apa yang dia lihat baru saja. ini pertama kalinya dalam hidup melihat seseorang mati dengan cara kejam di depan matanya.


tapi entah kenapa, alice merasa kalau itu adalah hukuman yang pantas karena mereka tadi mencoba untuk bermain-main dengannya.


a-apa-apaan orang ini?! dia sangat kuat dan juga kejam! dia bisa membunuh sepuluh prajurit itu dengan mudah! padahal aku sendiri tidak bisa membunuh salah satu dari mereka!.


seluruh tubuh alice mulai gemetaran dengan detak jantung yang tidak beraturan mengakibatkan nafasnya juga ikut tergesa-gesa. alice mulai merasa ketakutan, tapi ketakutan yang dia rasakan bukan karena pria yang ada di depan nya. dia takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. alice tidak ingin melihat adegan kejam lagi, tapi karena sekarang dia akan menempuh jalan berdarah, dia memaksakan untuk tetap melihat apa yang akan terjadi.


disisi lain, Udo yang melihat juga apa yang baru saja terjadi. dia ketakutan! dengan seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat dingin!.


sialan! siapa lagi orang ini?! dia kuat! sangat kuat! apa dia sekuat Komandan? walaupun aku belum pernah melihat seluruh kemampuan Komandan, tapi aku sangat yakin kalau kekuatan nya jauh melebihi Komandan! bahkan kalau kami semua menyerangnya bersamaan ,aku yakin kami tetap tidak akan bisa menang! a-apa sebaiknya aku lari saja?! t-tapi apa aku bisa lari dari orang ini?!


Udo mulai melihat ke sekelilingnya, dia melihat kalau para prajurit sudah mulai ketakutan dengan mundur perlahan-lahan kebelakang.


kalau aku mau lari,aku harus menggunakan para prajurit ini untuk mengulur waktu supaya aku bisa melarikan diri! maaf saja tapi nyawa ku lebih penting dari pada kalian!.


"semuanya! tetap tenang! dengar kan aku! " Udo mulai berteriak, untuk menyadarkan para prajurit dari ketakutan mereka. perlahan-lahan para prajurit yang ketakutan mulai tenang, mereka mulai mendengarkan udo.


"semuanya jangan tertipu dan ketakutan dengan apa yang baru saja orang itu lakukan! aku yakin dia pasti cuma menggertak kita! dia melakukan hal kejam itu untuk membuat kita ketakutan dan mundur! tapi aku yakin itu cuma gertakan saja! dan juga serangan yang dia gunakan barusan pasti menghabiskan seluruh mana nya! sekarang dia sudah tidak memiliki mana sedikitpun! " Udo mencoba untuk meyakinkan para prajurit.


para prajurit yang mendengar itu langsung merasa tenang.


"benar juga! " salah satu prajurit.


"apa yang di katakan wakil Komandan ada benar nya! kemungkinan dia cuma menggertak kita! " prajurit lainnya.


"kita tidak perlu takut lagi sekarang, karena dia sudah kehabisan mana nya! " yang lainnya.


para prajurit itu mulai ricuh, di antara mereka ada yang masih ragu tapi ada juga yang sangat percaya akan omongan Udo.


bagus... mereka percaya!


Udo dengan seringai licik diwajahnya.


sementara itu, pria berjubah hitam memperhatikan mereka. wajahnya masih sulit untuk dilihat, tapi tatapan matanya masih belum berubah. dia masih menatap mereka dengan rendah.


hm.... begitu ya... jadi orang yang mereka sebut wakil Komandan itu ingin melarikan diri dengan cara memakai para prajurit yang ada.... baiklah untuk sekarang aku akan mengikuti arus nya saja, karena masih ada satu orang lagi yang belum sampai jadi aku putuskan akan bermain-main dulu dengan rencananya.


"orang itu cuma seorang diri! kalau kita semua menyerang nya bersamaan, kita pasti bisa mengalahkan nya! " karena Udo berada di level 6,dia mulai mengeluarkan senjata dengan perwujudan senjata. para prajurit yang sebelumnya menjatuhkan senjata nya, mulai mengambil senjata nya masing-masing "semuanya! ayo serang dia!" Udo berteriak sambil mengarahkan senjatanya ke arah pria berjubah hitam.


"haaaa! "


"huaaaaaaa! "


para prajurit mulai mulai maju untuk menyerang pria berjubah hitam. Udo di belakang yang melihat para prajurit mulai menyerang, dia merasa senang di hatinya karena mungkinkah saja dia bisa meloloskan diri.


bagus! sekarang orang itu pasti akan di sibukkan oleh para idiot itu! ini waktunya untuk ku melarikan diri! selamat tinggal para idiot!


Udo mulai berlari ke arah hutan lagi, tapi ketika dia berbalik dia menabrak seseorang. orang itu memliki tubuh tinggi besar beserta pedang besar berwarna biru di tangannya. orang yang Udo tabrak adalah Komandan nya sendiri yaitu gurdo! gurdo sekarang sudah sampai di tempat kejadian!.


"ko-komandan?! " Udo kaget dengan kedatangan gurdo.


"hm? Udo? ada apa? kenapa kau seperti mau lari ke belakang? " gurdo bingung dengan tindakan Udo.


"i-itu aku bisa menjelaskan- " sebelumnya Udo menyelesaikan kata-kata, ada sebuah suara ledakan lagi di arah orang berjubah hitam lagi.


bang!


ledakan itu melemparkan darah yang sangat banyak ke udara. ledakan itu membuat gurdo terkejut dan sekali lagi membuat Udo ketakutan!.


apa yang sebenarnya terjadi adalah ketika para prajurit itu mulai menyerang pria berjubah hitam.


ada 20 prajurit yang siap dengan serangan mereka, mereka maju dengan percaya diri dan mulai melancarkan serangan mereka dengan mengayunkan pedang yang mereka gunakan.


"hm! percuma saja, mau ada berapa pun dari kalian, kalian tidak akan bisa menyentuh ku" pria berjubah hitam itu memandang rendah mereka.


semua serangan para prajurit mengarah ke berbagai tubuh pria berjubah hitam. tetapi sebelum pedang mereka sampai di tubuhnya, serangan mereka mendadak berhenti.


sekali lagi, ditubuh para prajurit itu tertancap sebuah pedang hitam diperut mereka. para prajurit langsung terkejut, untuk kedua kalinya mereka tidak menyadari akan serangan tersebut.


"ah sial... " salah satu prajurit yang tertusuk.


"aku tidak ingin mati... " prajurit lainnya.


"i-ibu tolong aku... " yang lainnya.


para prajurit yang tertusuk mulai menangis.


pria berjubah hitam mulai mengangkat tangannya lagi.


ctackk


sekali lagi jentikan jari nya membuat pedang hitam itu mengeluarkan duri-duri yang sangat tajam. duri-duri itu terlihat di seluruh tubuh para prajurit, dan seketika tubuh mereka pun hancur tak tersisa.


semua darahnya terlempar ke mana-mana.


gurdo yang baru sampai terkejut dengan apa yang terjadi.


"oy udo! katakan apa yang sebenarnya terjadi, hah?! " gurdo dengan keringat dingin diwajahnya.


"sepertinya orang terakhir sudah datang. bagus, dengan begini kalian semua lengkap. baiklah sekarang waktu untukku memulai nya kan " kata pria berjubah hitam. dia menatap ke arah gurdo dengan tajam, ada sedikit emosi marah terlihat di matanya.