
Beberapa minggu pun berlalu. Clara yang saat ini sedang memepersiapkan ujiannya yang akan datang dua bulan lagi.
Tiba tiba Clara mengingat bahwa bulan ini dia belum datang bulan.
Di meja makan
" Clara ayo turun makannanya udah siap ini " teriak indah.
" Iya mah.. Clara segera turun " saut Clara
Clara yang turun dengan wajah yang pucat dan badan yang terlihat lemas menghampiri meja makan dan duduk di samping kiri Marteen.
" Kamu kenapa nak, kok mukanya pucet gitu. Kelihatan kaya lagi gak enak badan km ?" tanya Marteen
" Enggak papa pah.. Clara cuma masuk angin aja" jawab Clara
" Kamu harus jaga kesehatan nak, Habis makan kamu langsung istirahat aja. Besok kalo belum enakan gak usah berangkat ke sekolah aja " kata Marteen.
Clara pun menganggukan kepalanya dan melanjutkan makanan yang sudah di depannya.
Selasai makan, Clara langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat.
Indah menyusul Clara dengan membawakan secangkir teh hangat untuknya.
"Nak ayo minum dulu teh hangatnya biar cepet sembuh kamu " indah duduk di ranjang dan menyodorkan secangkir teh.
Clara yang memang sedang membaringkan badannya karena dia merasa badannya yang lemas dan gampang cape beberapa hari ini.
Keesokan harinya, Clara tidak masuk sekolah karena masih gak enak badan.
Ponsel Clara berdering..
Roy menghubunginya karena tau Clara tidak masuk kelas.
" Sayang.. kamu kenapa gak masuk hari ini. Kamu sakit? " tanya Roy pada telepon
" Hmm.. aku lagi gk enak badan sayang. Aku sering merasa lemas dan gampang cape " Jawab Clara dengan nada lemas
" Ya udah aku nanti pulang sekolah mapir ke situ ya " tanya Roy
"Gak usah sayang.. Nanti juga sembuh kok " jawab Clara
Clara menurup telepon dari pacarnya itu. Dia berniat membaringkan tubuhnya lagi untuk istirahat.
Namun, tiba tiba Clara berjalan cepat ke kamar mandi karena tidak bisa menahan rasa mual pada dirinya.
Di dalam kamar mandi Clara mutah mutah. Untung saja mamahnya sudah pergi.
Clara berbersihkan bekas muntahanya. Sejenak Clara memandang cermin kamar mandi dan melamun.
" Apakah benar aku hamil. Atau memang aku cuma masuk angin aja. Bagaimana kalau aku hamil beneran, apa yang akan aku lakuka ?" gumam Hati Clara
Sorenya dia memaksa pergi ke apotek untuk membeli sesuatu. Dia pergi secara diam diam, Karena kalau sampai Indah tau pasti tidak akan memperbolehkannya.
Dia pergi untuk membeli test pack. Karena rasa penasaran pada dirinya.
Sesampainya di rumah dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mengecek urinnya dengan alat yang di belinya tadi.
Clara membuka plastik alat itu dengan jantung berdebar debar. Dengan menunggu tidak sabar akhirnya hasil test pun muncul.
Yang di takutkan anak perempuan itu terjadi. Hasilnya adalah positif. Clara melihat test itu hanya bisa tersungkur lemas di lantai kamar mandinya karena kaget.
Dia menangis tersendu sendu sendirian di kamar mandi. Perasaan takut, menyesal, bingung, bercampur aduk jadi satu.
Tak lama setelah hal itu, Malam harinya di pergi janjian dengan Roy.
Mereka bertemu di danau dekat taman.
" Kamu udah sembuh sayang, tumben sekali mengajakku bertemu mendadak, tadi katanya ada hal penting yang mau di bicarakan. tentang apa itu sayang " Mengelus rambut Clara dan mencium keningnya lalu mencium bibir Clara.
Clara terdiam, lalu menangis
" Aku hamil Roy, Apa yang harus kita lakukan. Apakah kita akan menggugurkan janin ini saja. Aku masih ingin mengejar masa depanku Roy. Bagaimana ini " Clara menangis tersendu sendu
Muka Roy yang tadinya semringah karena kangennya terobati setelah seharian tak bertemu dengan kekasihnya itu sekejap menjadi rasa panik dan kaget.
Roy yang memeluk Clara berusaha untuk menenangkannya.
Di tunggu kelanjutannya yah.. 😊😊😊