
Pagi itu clara sedang menyiapkan sarapan untuk putri kecilnya. Clara selalu rajin menuruti masakan kesukaan Karina disaat dia libur kerja.
Marteen yang sedang duduk di teras rumah di temani Indah yg sedang menyirami tanaman kesayangannya.
"Pah.. bagaimana kalau Roy benar benar datang kesini menemui Karina dan Clara, Entah kenapa hati mama gk ikhlas pah.. "
" Lihat saja nanti mah.. papah yakin Clara sedang memikirkan jalan keluarnya" jawab marteen sambil menyeruput tehnya
Karina yang sudah bangun langsung ke ruang makan menghampiri mamahnya.
"Mah... Karina laper mah..." suara manja Karina
" iya sayang.. mamah sedang mempersiapkan roti bakar kesukaan mu.. ini sudah selesai nak.. mari sarapan"
Karina langsung melahap roti bakar buatan mamahnya itu. Clara yang memandang Karina dengan tatapan sayangnya sambil mengelus rambut putrinya itu.
" Mamah gk sarapan... Lalu di mana kakek dan nenek mah.."
"Mamah masih kenyang nak.. kakek sm nenek ada di taman..."
"wah... nanti kalau Karina udah selesai, Karina boleh nyusulin kakek sm nenek mah?"
Clara menganggukan kepalanya seraya mengiyakan kemauan Karina.
Benar saja, selesai sarapan Karina menghampiri kakek dan neneknya. Marteen dan Indah yang sedang membahas tentang Roy, tidak sengaja di dengar oleh Karina.
"Nek.. siapa Roy.. apa dia sangat menyebalkan?" tanya Karina dengan polos
Marteen dan Indah sangat terkejut setelah tau Karina ada di belakang dan mendengar pertanyaannya.
"ehhh cucu nenek udah bangun.. udah sarapan sayang " tanya Indah dengan memeluk cucunya itu
Indah sengaja mengalihkan pembicaraan supaya Karina tidak berlanjut menanyakan hal hal yang belum pantas dia tau.
" Aduh.. cucu nenek kok belum mandi si..
ayoo mandi dulu.. mau mandi sama nenek apa mamah hayoooo"
"sama mama aja nek" jawab Karina dengan wajah yang masih sangat penasaran
Karina yang naik keatas untuk ke kamarnya menghampiri Clara di kamarnya.
"Mah Karina mau mandi.. Bisa tolong temening gak??"
" Bisa dong sayang.. ayooo"
Clara dan Karina pergi ke kamar untuk mandi. Clara biasa menyiapkan baju dan Karina mandi sendiri seperti kebiasaannya.
Karina keluar kamar mandi dan bersiap memakai baju. Karina begitu mandiri untuk hal seperti itu karena Clara selalu mengajarinya untuk hidup mandiri.
Clara menyisir rambut putrinya yang panjang lurus itu.
Clara kaget mendengar pernyataan Karina. Akhirnya Clara pun menjelaskan siapa Roy sebenarnya.
Setelah Clara menjelaskan siapa sebenarnya Roy pada Karina, Akhirnya Dia tau semuanya. Karina sudah tau bahwa Roy adalah Orang tuanya.
"Ohhh jadi roy itu papah Karin mah.. Apakah mamah mau yah menemui Karin seperti papah papah lainya"
"Semoga saja bisa ya nak" Clara menelan ludahnya menahan tangis di batinnya.
**********
Tak lama setelah Karina di kasih tau tentang Roy oleh mamahnya, Roy pun datang kerumah Clara.
Di bawah , di sambut wajah masam Marteen. Diatas terlihat Clara dan Karina yang turun untuk menemui Roy yang ada di ruang tau.
" Mamah.. jadi ini papahnya Karin... " Karina berbisik kepada Clara. Clara membalas dengan anggukan berat.
Suasana canggung bercampur amarah terlihat di ruangan itu. Karena adanya Karina semua menahan amarahnya termasuk Marteen.
" Sini Karin duduk sebelah papah... " ajak Roy pada Karina. Karina yang melihat mata mamahnya lalu di beri kode dengan anggukan kepala Clara.
Karina pun duduk di samping Roy. Roy yang memeluk Karina dengan erat di balas pelukan dingin oleh Karina. Clara yang berpura pura pergi ke dapur padahal dia menangis sesenggukan melihat pertemuan Roy dan Karina.
"Om ini papahnya Karina yaaa" tanya polos Karin.
"Iya.. ini papah kamu karin" jawab Roy
Marteen dan Indah yang duduk di sofa depan Roy, terlihat menahan emosinya.
" Karina senang sekali punya papah.. Karina tiap malam selalu berdoa minta papah sama tuhan.."
Roy yang mendengar pernyataan Karina terlihat matanya yang langsung berkaca.
"Tapi kenapa papah gak pernah datang seperti papahnya teman teman"
Roy yg tidak bisa menjawab pertanyaan putri polosnya itu mengalihkan pembicaraan.
Clara dari dapur menyuruh Karina untuk tidur siang.
"Maaf Roy.. Karina harus tidur siang... Ayoo nak naik keatas untuk tidur siang" Clara dengan suara gemetar
"Baiklah mah.. Karin akan keatas.. Papah Karina mau tidur siang dulu yaa" pamit Karin pada Roy. Roy hanya menganggukan kepalanya dan mencium kening Karin.
Karina yang naik keatas, Dan marteen langsung menyuruh Roy pergi..
" kamu sudah puas kan bertemu cucu saya.. sekarang km boleh pergi dari sini..."
Roy beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar rumah mantan mertuanya itu.