
Hari ini, hari pertama Roy masuk kuliah. Suasana yang terasa begitu baru dan perkenalan dengan teman baru.
Di kampus Roy berkenalan dengan teman baru dan juga pertemuan dengan teman lamanya juga.
Sungguh tidak sengaja Roy bertemu dengan Intan di sebuah lorong kelas kampus.
"Roy... kamu kuliah di sini juga.." sapa akrab Intan dengan memeluk teman karibnya itu.
"Hai tan.. iya aku kuliah di sini juga " jawab Roy
Mereka memang akrab, Intan dan Roy berteman dekat sebelum mereka berpisah sekolah. Dan kebetulan sekali mereka mengambil jurusan yang sama.
"Roy, aku masih penasaran sama cerita kamu. Kok bisa sih kamu menikah dalam usia yang masih sangat muda dan sudah akan menjadi calon ayah. Apa semua ini tidak mengganggu masa depan kamu? " tanya Intan dengan penasaran
" Lihatlah diri kamu, kamu masih sangat muda. Apa kamu akan menghabiskan masa muda kamu dengan mengurus istri dan anakmu. Apa kamu tidak mau menghibur masa mudamu dengan teman teman seumuran kamu. Aku membayangkan itu sangat membosankan Roy " Lanjut nya
Roy mendengar itu seketika diam dan terlihat berfikir dengan tatapan kosong.
" Entah lah tan, Ini semua terjadi karena kesalahan aku dan Clara. Saat itu kita sedang di mabuk cinta sampai lupa pada batasan pacaran. Lalu Clara hamil, Mau gak mau aku harus menikahinya " Jawab Roy
" Ya ampun Roy.. kamu sungguh ceroboh " mengelus jidat intan
Saat mereka sedang asik berbincang, Terlihat wanita yang cantik dengan penampilan yang sangat modis. Dia nampak berjalan menghampiri Intan.
"Haiii tan... apakabar? " sapa gadis itu pada intan
"Hai... via.. wow kamu tambah cantik saja " balas Intan untuk Via
Via adalah Mantan kekasih Roy sebelum pindah. Namun saat Roy baru pacaran dengan Via, Dia pindah ke kota B karena orang tuanya yang pindah tugas.
"Roy apakabar kamu... Maaf tak pernah memberimu kabar "sapa Via
" Aku baik,, iya tidak apa apa vi " balas Roy. "Sial, tambah cantik aja Via, ya ampun aku kan sudah beristri " batin Roy
Via bergabung dengan Roy dan Intan. Mereka bernostalgia saat mereka masih bersama. Sampai mereka bertukar telepon.
" Roy.. apa kamu nanti bisa mengantarku ke kantor papah ku, Soalnya aku belum terlalu mengerti daerah sini " tanya Via
"Aku aja yang mengantarmu ya Vi " Ajakan Intan dengan nada panik karena tidak enak dengan status Roy saat ini.
" Enggak usah tan, Makasih banget atas tawarannya. Tapi aku ingin diantar Roy, aku ingin membicarakan sesuatu" jawab Via pada Intan
Roy pergi berdua dengan Via menuju tujuannya. Di dalam mobil, Roy terliihat begitu canggung karena merasa tidak enak mengantar wanita tanpa seijin istrinya. Namun lain dengan Via, dia malah sangat menikmatinya seolah olah mereka sedang berpacaran.
" Roy.. Aku sangat menyesal karena duly harus jauh sama kamu. Tau gak Roy, sampai saat ini pun aku sangat mencintai kamu. Kamu takan terganti Roy " Via memulai pembicaraannya
Roy begitu kaget mendengar pengakuan si perempuan itu " jangan seperti itu vi, ini salah. Kamu harus melupakan aku. Aku saat ini sudah menjadi suami, dan saat ini istriku sedang hamil" Jawab Roy
" Tidak mungkin Roy, pasti kamu berbohong" jawab Via dengan senyum sengitnya
"Untuk apa aku bohong " sambung Roy
Via yang terlihat sangat kecewapun segera turub dari mobil Roy saat sudah sampai di depan kantor ayahnya.
Roy yang memutar balikan mobilnya itu pun langsung menginjak gas menuju kerumahnya.
Sesampainya di rumah nampak Clara yang sedang duduk di depan teras rumah.
"Sayang... " sapa Roy dengan mengecup istri kecilnya itu.
Lalu mereka menuju ke kamar untuk beristirahat sebentar. Sampai di kamar Roy yang nampak masuk dulu sedangkan Clara membuatkan teh dan mengambilkan beberapa cemilan untuk suaminya itu.
Saat Roy baru mendudukan tubuhnya itu di ranjang nampak ponsel Roy yang getar.
"Aku tidak mau tau Roy, intinya aku akan berusaha menjadikan kamu milikku seutuhnya...
ayo lah berfikir sejenak kita ini masih termasuk remaja, mari bersenang senang menikmati masa muda kita dengan mengulang rasa cinta yang pernah ada" Roy membaca pesan dari Via, Roy langsung menghapusnya karena tidak mau Clara tau.
" Bagaimana kuliahmu di hari pertama sayang" tanya Clara
" Sangat menyenangkan sayang " jawab Roy
"Aku jadi sedih, harusnya aku juga sedang menikmati masa masa ospekku tapi tidak apa lah " kata istri Roy
" Maafkan aku ya sayang" memeluk Clara
Mereka berdua tidur untuk beristirahat, Clara yang mulai susah karena perutnya semakin besar.
"Kamu kenapa sayang "tanya Roy
"Tidak apa apa sayang.. Ayo lanjutkan tidurmu"mengelus kepala Roy