
Tiga bulan tak terasa telah berlalu.
Malam yang indah begitu cerah. Malam itu Indah dan Marteen sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Pah.. mama ngerasa kok Clara sedikit berbeda yah. Dari dia yang sepertinya lebih sering main poselnya tidak seperti biasanya. Lalu setiap libur sekolah di selalu keluar jalan. Papah sadar itu gak? " tanya indah. "Iya mah.. mungkin saja dia lagi asik main sama temannya mah. yang penting kan bisa membagi waktu dengan baik " jawab santai Marteen. "Iya juga yah. Tapi kan pah , apa mungkin Clara punya pacar yah? atau mungkin ini perasaan mama aja? " renung Indah pada Marteen.
Di dalam kamarnya Clara sedang asik mengetik SMS di ponselnya. Siapa lagi kalo bukan mengetik Untuk membalas SMS dari Roy.
Semakin hari, memang Clara nampak berubah tidak seperti biasanya. Mulai sedikit jauh pada Ana dan Laras karena sibuk dengan hubungannya dengan pacarnya. Bahwan nilai pun turun karena tidak bisa membagi waktu belajar dan waktu untuk pacarnya.
Esok hari adalah Hari Minggu. Clara kembali punya janji pada Roy untuk kencan. Besok Roy yang menawari Clara untuk ikut melihat Villa baru keluarganya.
" Mah.. pah... besok Clara ada acara ulang tahun Ana. Tapi Ana membuat acara di Villa nya mah. Acaranya sore tapi mungkin Clara berangkat pagi karena membantu Ana dan Laras mempersiapkan acaranya" Tanya Clara saat sedang makan malam bersama.
"Hah.. Emang di mana? Kamu kesana mau sama siapa?. Jangan macem macem ahh, kamu ini anak perempuan masih SMA nanti kalo terjadi apa apa gimana?" jawab indah panik.
"Enggak mungkin lah mah. Ini kan acara ulang tahun aja, enggak nginep kok paling malem juga udah pulang. Pease mah.." mohon Clara
"Tuh pah.. gimana anak perempuanmu, mama takut terjadi apa apa" rintih Indah pada suaminya.
" Tapi kamu janji bisa jaga diri baik baik kan. Jangan sampai terjadi sesuatu " kata Marteen.
" Iya pah Clara janji kok. Lagian juga rame rame kesana. Makasih ya pah ".
Keesokan harinya, Clara yang bersiap siap pergi dengan Roy yang sudah parkir mobil di tempat biasa, Clara pun datang.
Tak menunggu lama mereka memulai perjalanan menuju Villa milik keluarga Roy.
" Sayang.. nanti kita gak nginep di sana kan?" Tanya Clara
"hmm.. ngomong ngomong tadi kamu bilang mau ke mana sama papah mama kamu sayang?" tanya Roy.
" Aku bilang, Ana ulang tahun di villa nya. hmm.. sebenernya sedih bohong sama papah mamah. Tapi kalau aku bilang jujur gak bakal di ijinin " jawab Clara dengan muka cemberut.
"Iya udah gak papa. Besok kalau udah saatnya kita juga gak bakal bohongin orangtua kamu kok" Roy sambil mengelus kepada Clara.
Perjalanan yang lumayan panjangpun terbayarkan dengan sampainya mereka ke tempat tujuannya. Di bayarkan dengan pemandangan yang indah, udara yang segar dan suasana yang sejuk.
" Sayang indah banget.. aku suka tempat ini " Clara yang terlihat sangat bahagia.
" hmm.. iya sayang.. ayo kita keliling villa nya" ajakan Roy.
" Ayo sayang " Clara dengan menggandeng tangan Roy dengan mesra.
Mereka berdua asik berkeliling Villa baru Roy. Melihat pemandangan yang begitu indah. Sawah yang terlentang begitu luas. Suara percikan air dari aliran air menuju awah. Pepohonan yang bergoyang mengikuti arah angin.
Clara sangat menikmati suasana di sana saat ini. Ponsel Clara bergetar.
"Halo mah.. Clara baru sampai nih" angkat telpon dari indah.
" iya sudah nak.. syukur lah kalo udah sampai. Bagaimana dengan teman teman kamu? " tanya indah.
" Ini kita lagi siap siap bareng. udah dulu ya mah " tutup telpon dari indah.
Clara menyusul Roy yang sedang duduk di sofa dengan secangkir teh hangat.