Single Mom

Single Mom
Melahirkan putri kecil yang cantik..



Seminggu berlalu, Roy yang sengaja tidak menemui dan mengabari Clara pulang kerumah orang tuanya.


"Masih ingat pulang kamu Roy " Suara berat dengan nada emosi Wirya


Roy yang nampak baru masuk kerumah beberapa langkah dengan membungkuk, tertegak mendengar suara ayahnya itu.


" Apa papah yang kurang tegas padamu atau gimana, sehingga kamu terlalu B******n hah " Wirya mendekat lalu menampar Roy.


Roy yang menahan nyeri di pipinya itu hanya diam saja tanpa melawan dengan kata kata.


" Ingat kamu bukan lagi bujangan yang bebas kluyuran seperti anak anak lain. Kamu sudah punya istri, dan dia sedang hamil tua saat ini teganya kamu tidak pulang selama ini " sambubg Wirya


Anjani yang saat itu hanya bisa diam saja melihat Wirya yang sedang marah pada putranya itu.


" Pah.. aku ingin menikmati masa muda di usiaku ini. Clara yang menamparku dan membanting ponselku hanya gara gara salah paham. kekanak kanakan sekali dia " Roy membela dirinya


PLAKKK.....


Tamparan yang kedua kalinya di waktu yang sama untuk Roy dari ayahnya


" Apa kamu bilang kekanakan katamu, Lihat dirimu sekarang kamu lebih kekanakan dari istrimu itu. Wajar kalau seorang istri cemburu karena kelakuan kamu. Sudah sekarang jemput istrimu di rumah mertuamu "suruh Wirya


Roy yang saat itu langsung pergi dengan memukul pintu depan rumahnya langsung mengegas mobilnya dengan kencang.


Dia sangat terlihat emosi pada istrinya karena memberitahu Anjani dan Wirya tentang permasalahan mereka.


" kekanakan sekali dia mengadu pada mamah dan papahku. apa dia juga mengadu sama papah mamahnya. arggghhhh... aku benci pernikahan ini " Gumamnya di mobil dengan emosinya


Clara yang sedang menyirami tanaman di depan rumahnya, melihat Roy yang memakirkan mobilnya di depan rumah.


Clara dengan bahagia menghampiri suaminya itu, Roy yang berwajah masam dan nampak merah pada pipinya karena bekas tamparan tadi turun dari mobilnya.


" Sayang.. kamu kenapa.. ada apa sama pipimu itu kenapa merah seperti itu" Tanya Clara dengan panik.


Namun, Roy tak menghiraukan kepanikan Clara. Dia langsung saja pergi kedalam dan meninggalkan istrinya itu.


Tidak terasa Clara meneteskan air matanya karena tingkah suaminya itu. Dia bergegas menyusul nya dan menghapus air matanya.


Roy yang nampak di kamar langsung pergi untuk mandi. Clara membereskan baju kotor suaminya itu yang berserakan di lantai depan kamar mandinya.


Dia kaget karena baju yang di pakai suaminya ada bekas lipstick dan tercium bau parfum wanita.


Dia yang kembali menangis menahan perih hatinya saat ini.


Tak lama Roy keluar dari kamar mandi, Clara yang sudah menyiapkan baju dan membuatkan teh hangat untuk suaminya. Clara menunggu Roy dengan duduk di tepi ranjang.


Tiba tiba perut buncit Clara merasa mulas.


" hah... kenapa kamu sayang... ini juga kok keluar cairan apa ini " kata Roy panik.


Dengan cepat Roy memanggil kedua mertuanya itu, lalu di membawanya kerumaah sakit.


Roy mengabari orang tuanya untuk memberitahu Clara sedang ada di rumah sakit untuk melahirkan.


Setelah semua berkumpul menunggu Clara dan Roy yang di dalam menemani persalinan. Tak lama dokter keluar dan memberitahu persalinan sudah selesai dan berjalan dengan lancar.


Raut wajah bahagia terpancar di muka semua orang termasuk Clara dan Roy. Anak yang di tunggu akhirmya keluar jugaa.


Roy yang nampak bahagia menggendong anak perempuannya itu.


Setelah di perbolehkan pulang, Clara dan Roy pulang kerumah di ikuti oleh kedua orang tua mereka.


Dirumah Wirya tampak sangat ramai, semua orang terlihat bahagia di sana


"ra,,, mau di kasih nama siapa cucu kita ini "Tanya Antusias Anjani di ikuti oleh anggukan dari Indah


"Kita berinama siap ya Roy " tanya Clara pada suaminya


"Gimana kalo Karina saja " Jawabnya sambil mengelus pipi bayi kecilnya itu


Clara mengiyakan dengan sorot wajah bahagia.


Saat keluarga sedang berkumpul bahagia, ponsel Roy berdering. Roy yang saat itu sedang duduk, dia pergi sebentar untuk mengangkat telponnya.


"Halloo.. Roy, Nanti malem aku temenin dateng kepesta ulangtaun temem aku yaa... "Suara Via di ponsel Roy


"Gak bisa, Clara baru saja melahirkan dan aku tidak tega " jawab nya


"yahh... ayo lahh, sebentar saja.. please sayang " rintih Via


"Iya baik lah... nanti malam aku jemput kamu "


Malam harinya, putri kecil Clara sedang tertidur pulas. Clara yang tak hentinya memandang sang anak itu.


" Sayang.. aku keluar sebentar yaa, " tanya Roy


" Mau kemana? rapi amat pake bajunya "


"Mau dateng ke acara ulang tahun temen, cuma bentar kok.. gak papa kan?? nanti kalo di tanya mamah sama papah bilang saja aku sedang mengerjakan tugas kuliah sebentar " jawab Roy dengan terburu buru pergi


Clara yang diam tak bisa menghentikan suaminya hanya bisa menangis.


Clara yang sangat membutuhkan Roy malam itu, tidak menyangka kalau suaminya lebih memberatkan kumpul dengan temanya.