Single Mom

Single Mom
Lembaran baru Clara



Anjani dan Wirya berpamit pulang meninggalkan Clara dan Karina. Terlihat Anjani yang menangis tersendu sendu karena tidak tega dengan Clara dan Cucunya.


Clara mengantar kedua mertuanya kedepan, Sedangkan Marteen dan Indah menunggu duduk di sofa.


Clara terlihat menutup pintu dan masuk kedalam. Dirinya berusaha tegar di depan orang tua dan anaknya.


Clara mengambilkan air putih untuk Indah dan Marteen.


"Mah.. pah.. Ayo minum.. Sudah jangan terlalu di pikirkan, mungkin ini udah jadi jalan Clara" berusaha tegar padahal hatinya hancur dan gondok


"Papah udah nebak kalau Roy itu bukan lelaki yang baik nak.. dan benar saja kan sekarang terbukti " kata Marteen yang terlihat emosi


" Sudah pah... sudah jangan membuat Clara semakin sakit hati karena perkataan papah "Kata indah dengan memangku cucunya


Keesokan harinya Marteen mengurus surat di pengadilan untuk mempercepat perceraian Clara dan Roy.


Clara terdiam di kamar dengan memandang jendela. Indah yang masuk menangetkan Clara.


" ehh mamah.. bikin kaget aja " menengok Indah


" sedang apa cucu mamah nak.. uhhh lucu sekalii" Indah yang mengelus pipi cucunya


"Karina baru saja tidur mah.. "Jawab Clara yang kembali memandang arah luar jendela


" Nak.. sudah kalau kamu mau menangis' menangis saja tidak apa apa.. jangan di tahan seperti itu nanti malah jadi sakit , kasian Karina" suara indah dengan mengelus rambut putrinya


Clara yang langsung memeluk Indah dan menangis di pelukannya.


"Mah.. kenapa nasibku seperti ini.. aku cape mah.. aku sudah sabar dengan sifat dan sikap Roy yang seperti remaja,sering keluar malam,pergi bersama temannya,bahkan dia punya kekasih gelap mah.. " Clara mengeluarkan unek2nya


" Sabar lah nak.. mau gimana lagi nasi sudah jadi bubur. Ambil saja hikmanya, anggap saja sebagai pembelajaran sama kamu. papahmu sedang mengurus perceraianmu dengan suamimu. setelah selesai lanjutkan pendidikanmu " Indah menasehati putrinya


"Tapi mah bagaimana dengan Karina,aku tidak tega dengannya "


" Percayalah mamah pasti akan menjaganya nak"


***********


Dua tahun perlalu, Clara yang saat itu wisuda di temani orang tua dan anaknya.


Usia Karina saat ini menginjak hampir 3 tahun. Dia terlihat sangan lucu dan menggemaskan.


"Makasih ya mah pah.. berkat kalian aku bisa sepeti ini. Dan kamu sayang,I Love you Karina sayang " Lalu mereka berpelukan.


Meraka tidak langsung pulang, Mereka mampir kesebuah restoran untuk makan bersama merayakan wisuda Clara. Anjani dan Wirya juga nampak hadir untuk ikut makan bersama sekaligus menemuai cucu cantikya.


"Hallo sayang... cucuku.. apakabarmu, Cantik sekali kamu"sapa Anjani untuk Karina. Wirya langsung membopong cucunya itu dan memangku nya.


"Ayo cium tangan opah dan omahmu nak" Clara menyuruh Karina.


Dengan wajah bahagia mereka menyantap makanan yang sudah siap di hidangkan. Suasana terlihat sangat bahagia tanpa Roy ikut di acara tersebut. Roy tidak mungkin ikut keacara itu,karena dia di sibukan dengan Via pacar Roy.


"Sayang.. Kita kan sudah wisuda.. jadi kapan kamu menikahi aku "Kata Via


" Ahh.. tunggu dulu,aku masih belum siap untuk menikah lagi.. nikmati masa pacaran dulu lah sayang " jawaban santai Roy


"Baiklah.. tapi berjanjilah untuk menikahiku saat kamu sudah siap " mohonnya dengan manja.


Semenjak perceraian itu Roy jarang sekali pulang kerumah. Dia tinggal bersama Via di apartement milik pacarnya itu.


******


Setelah selesai makan ,Clara dan keluarga langsung pulang kerumah. Dengan sangat bahagia Clara tak hentinya memciumi putri kecilnya itu.


"Sayang mamah beruntung sekali punya kamu .." katanya untuk Karina


Selang beberapa minggu, Clara melakukan interview di sebuah perusahaan. Dia ingin bekerja untuk masa depan Karina.


Setelah melakukan interview akhirnya di terima di perusahaan itu. Dengan bahagia dia langsung pulang untuk memberitahukan berita bahagia kepada keluarganya.


" Mah.. Clara di terima kerja,Dan mulai kerja besok "Clara memeluk Indah.


"syukurlah nak... semoga ini rejeki kamu dan Karina "sahut Indah


Tak ketinggalan Clarapun memeluk Karina yang berdiri memeanggilnya dari tadi.


" hmmm... mamah juga tidak akan lupa memelukmu sayangkuu... "memeluk Karina.


Karina seakan ikut merasakan kebahagiaan ibunya itu, ikut serta menciumi mamahnya.