
Di tempat Via sedang bersiap untuk datang ke pesta, Dia yang bercermin mengagumi dirinya sendiri.
" Cantik juga ,, Gaun yang indah.. " ujarnya sambil bercermin
Bel pintunya berbunyi, dia langsung membuka pintunya. Tampak Roy dengan baju rapinya yang membuatnya nampak lebih tampan.
Via yang menghampiri Roy dengan gaun warna pink muda yang nampak pas pada tubuhnya. Lalu mereka segera pergi ke tempat acara.
" Bagaimana penampilanku Roy.. " tanya Via
" Kamu cantik, bak bidadari turun dari langit hari ini "Rayu Roy dengan mengendarai mobilnya
"Hmmm.. terimakasih Roy... " Via mendaratkan ciumannya di pipi Roy
Suasana pesta sangat mewah, Banyak orang dari kalangan elit yang datang ke sana.
Roy nampak menikmati Pesta itu, Ia yang larut di dalam keramaian pesta malam itu lupa akan waktu.
Clara yang belum enggan tidur karena menunggu suaminya pulang. Dia nampak mengelamun memandang bayi cantikknya itu.
" Karina sayang... maafin papahmu ya, yang belum pulang " Mengelus pipi Karina
Jam menunjukan 00.00 WIB, pintu kamar terbuka. Roy yang nampak pulang dengan bau alkohol di mulutnya.
" Roy.. kamu mabuk yahh " tanya Clara dengan pelan
" Enggak.. cuma minum sedikit " Jawab Roy dengan melempar jas nya ke sembarang tempat
" Roy... sudah bukan saat nya kamu seperti ini. Sering keluar malah, Hura hura dengan temanmu. kamu itu sudah berkeluarga Roy. Ingatlah anak istrimu di rumah " suara pelan Clara pada suaminya yang duduk di sofa kamar
Roy yang terduduk mendadak berdiri tegak. Dengan wajah emosinya, Dia melempar bantal ke lantai.
"Maksudnya apa kamu bilang kaya gitu.. Mau melarangku? Kamu memang istriku, tapi bukan berarti kamu mengatur semua hidupku. Aku hanya ingin menikmati masa usiaku saat ini " jawab Roy dengan nada tinggi
*******
Enam bulan berlalu, karina putri kecil Clara dan Roy semakin pincah menggemaskan.
Namun, tak ada perbedaan pada sifat Roy itu. Dia yang semakin menjadi bebas dan tidak mendengarkan saran siapapun termasuk istrinya.
" Kamu sudah keterlaluan ya Roy, bukan tambah dewasa menjadi seorang ayah malah kamu semakin suka hura hura seperti anak muda sama teman mu, Di tambah lagi kamu yang tak ingat anak istrimu saat sudah menghabiskan waktu dengan kekasih gelapmu itu " Clara yang terlihat marah saat Roy pulang tengah malam.
"Aku bosan di rumah, aku bosan melihat kamu, aku bosan di atur " jawab Roy dengan santai
"Lihat anakmu, Karina kita.. dia sudah semakin besar apa kamu tidak kasian melihat dia yang haus akan perhatian seorang ayah.. " menunjuk Karina yang sedang tertidur pulas
Karina yang terbangun dan menangis. Clara yang sedih lalu menggendong Karina menjauh dari Roy yang sedang emosi.
"Cukup untuk memberiku saran. aku sudah muak.. Gara gara aku menikahimu aku kehilangan kebebasan masa mudaku.. Hari ini, detik ini aku talak kamu.. " Roy membuang cincin kawinnya ke luar jendela kamar
Clara menangis memeluk Karina,perasaannya sangat hancur mendengar perkataan Roy.
Mimpi untuk menjadi keluarga kecil yang bahagia denganya hancur berkeping keping.
Clara membawa Karina keluar kamar dengan menangis karena perkataan Roy.
Anjani dan Wirya yang mendenger kegaduhan pun keluar. Mereka terkejut melihat Clara yang sedang menangis dengan kondisi yang berjalan dengan pandangan kosong menggendong Karina.
" Nak.. apa yang terjadi... dan mau kemana kamu? " Tanya Anjani pada menantunya
" Clara di Talak oleh Roy maah... " Clara yang menangis di pelukan mertuanya itu
"Kenapa bisa seperti ini nak.. apa yang telah terjadi.. kenapa Roy begitu saja memutuskan itu "Tanya Anjani sambil menghapus air mata Clara
" Entah lah mah.. mungkin ini sudah jalan Clara mah.. dan Clara akan pulang sekarang juga membawa Karin. Clara sudah tidak kuat lagi " kembali memeluk Anjani dengan menangis tersendu sendu.
Akhirnya Anjani dan Wirya mengantarkan Clara pulang dengan perasaan yang berat. Anjani dan Wirya memulangkan menantunya itu sangat teramat malu dengan perbuatan putranya.
Mobil di parkir depan rumah Marteen dan Indah. Indah dan Merteen terbangun karena suara bel berbunyi. Mereka segera turun untuk memeriksanya.
Saat turun dan membukakan pintu,Indah terkejut karena kedatangan Anjani, Wirya, dan putrinya tanpa ada Roy di bersama mereka. Lalu indah mempersilahkan merka untuk masuk ke dalam.
"Wah.. tumben sekali larut malam main kesini.. Di mana menantu mamah? " Indah bertanya dan masih berusaha berfikir positif.
" Begini, saya dengan berat dan sangat malu memulangkan Clara kemari.. Dia baru saja ribut dengan Roy, dan Roy telah menalak Clara...
Dan Clara Ingin kami mengantarnya pulang" Suara Wirya dengan berat dan menunduk malu
Indah dan Marteen seperti di serang petir di siang bolong. Indah terlihat lemas dan pingsan mendengar ucapan Wirya. Marteen yang masih duduk dengan pandangan kosong terlihat sangat syok.
Clara yang menangis sejadi jadinya di samping indah yanv duduk melemas.
"Apakah ini artinya putri kesayangan kami menjadi janda di usia muda" jawab Marteen
" Maafkan kami .. "Suara Wirya menunduk.
Malam yang sangat perih bagi dua keluarga karena tingkah kekanakan Roy. Wirya dan Anjani yang terlihat menangis karena tidak tega dengan Clara dan cucu kesayangannya.