
Clara yang menghampiri Roy duduk di sofa depan tv.
" Sayang tadi siapa yah telpon ?" tanya Roy
"Mamah tadi yang nelpon" jawab indah.
Clara dan Roy duduk berdua. Clara yang tampak duduk manja dengan menyenderkan kepalanya pada Roy. Dan tangan Roy mengelus dan mencium rambut Clara.
Suasana pun menjadi semakin romantis ketika Roy mendaratkan bibirnya pada bibir manis Clara. Roy yang memainkan lidahnya dan di balas Clara dengan membalasnya. " Kamu sekarang sudah pandai berciuman yah" Bisik Roy lalu menggigit telinga Clara.
" itu semua kamu yang ngajarin sayang" Balasan bisik Clara.
Suara Clara yang lembut semakin membuat Roy gemas. Roy dan Clara sangat manikmati ciuman itu, Tangan Roy yang menyentuh dada Clara membuatnya kaget dengan reflek menampik tangan Roy.
" Kamu mau apa . Jangan aku malu "Reflek kaget membuat Clara berdiri kaget.
" Maaf sayang.. itu semua reflek.. maafkan aku, apakah kamu marah sama aku ?" tanya Roy yang ikut berdiri.
" Enggak marah cuma aku kaget. aku bingung harus bagaimana aku " suara gemetar Clara dengan mata berkaca kaca.
" Enggak papa kok sayang.. gak bakal terjadi apa apa tenang lah " Roy menenangkan Clara dengan memeluknya.
Saat Clara mulai tenang, Roy kembali mencium bibir Clara. " Maafkan aku Clara " dalam batin Roy.
Clara pun berusaha menikmati ciuman Roy. Bagaimana pun Clara adalah wanita normal yang mempunyai nafsu.
Ciuman berdiri pun berlanjut, karena sudah sama sama nafsu. Roy menggendong Clara ke dalam kamar tamu di villa nya. Di dalam Clara di tidurkan dan Roy berada di atas badan Clara. Jantung Clara terasa sangat berdebar debar sebaliknya Roy.
Bibir Roy mulai turun menciumi leher Clara. " Tenang saja sayang, aku akan berhati hati "bisik Roy. Clara hanya bisa mengagukan kepalanya dan terlihat pasrah karena sudah sama sama menikmatinya.
Tangan Roy mulai mengelus elus baju Clara dan membuka kancing baju Clara, Roy mulai memainkan gunung indah nya, Clara hanya bisa mendesah dan kegelihan.
Mereka berdua terlihat polos tak sehelaipun benang yang pada tubuh mereka berdua. Hal itu pun terjadi, Clara terlihat menitihkan air matanya kerena menahan sakit.
Setelah selesai melakukannya. Roy tidur di samping Clara. Clara yang terlihat masih menangis. Ada banyak yang di pikirkan.
" Sayang maafkan aku atas semua yang terjadi. Ini semua karena aku tidak bisa mengendalikan nafsuku" Roy yang menghapus air mata Clara.
" Bagaimana ini, bagaimana kalau aku hamil. apa yang akan kita lakukan " suara Clara dengan sesenggukan krena menangis.
"Tidak akan sayang, aku melakukannya dengan hati hati. Kamu tenang saja "Memeluk pacarnya.
"Benarkah itu " tanya Clara. "Iya sayang tenang saja" jawab Roy.
Setelah mereka beristirahat, Roy terbangun dan melihat jam pada ponselnya. Merasakan Roy terbangun Clara pun ikut terbangun.
" Sayang.. aku sakit " Rintih Clara. "Maafkan aku ya sayang, Maafkan aku telah merebut keprawananmu" Roy sambil mencium kening dan bibir Clara.
" Tapi berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku ya Roy " Rintih Clara.
" Iya tidak akan. Kau berjanji " Roy yang kembali membaringkan badanya dan memeluk pacarnya itu.
"Sayang.. apa aku boleh melakukannya sekali lagi. Nanti habis itu kita akan mandi untuk pulang " Rayu Roy.
" Tapi Roy.." Belum selesai bicara Roy mencium bibir Clara dan tangan nakalnya memainkan gunung pacarnya itu. Clara pun hanya bisa pasrah untuk itu karena dia pun sebenernya sangat menikmati hal itu.
"Apakah semua laki laki memang seperti ini kalau sudah tidak mengontrol nafsunya" batin Clara.
Roy yang melakukannya untuk kedua kalinya. Clara hanya bisa mendesah kesakitan dan merasakan kenikmatannya. Setelah menyelesaikannya di ranjang mereka berdua bersiap untuk mandi.
"Ayo mandi sayang.. apa kamu bisa berjalan? Atau mau aku gendong? " tanya Roy.
" Aku bisa kok sayang.. " tapi saat akan turun dari ranjang Clara kesusahan karena perih.
" Tuh kan ayo aku gendong, Sesampainya di kamar mandi. Roy menaruhnya di bathub dan lagi lagi Roy melakukannya.
"Sebenarnya tidak tega tapi gimana lagi, kapan lagi bisa seperti ini " batin Clara.
Setelah selesai mandi, Mereka berdua siap siap untuk pulang kerumah.
Setelah bersiap mereka langsung melanjutkan perjalanannya. Clara yang tertidur pulas membuat Roy tak tega membangunkannya.
"Mungkin dia kelelahan karena ulahku, Maafkan aku Clara. Tapi aku berjanji akan menjaga kamu dan tidak akan meninggal kan kamu "gumam Roy sambil mengelus dan mencium kening Clara.
Perjalanan pulang memakan waktu berjam jam. saat ini jam menunjukan pukul 22.00 WIB. Mobil sedan hitam yang di kendarai Roy berhenti di tempat biasa mengantar Clara.
" Sudah sampai sayang.. atau aku antar kamu sampai kerumah saja yah, sekalian aku ingin sesekali menemui mama papa kamu?" Tanya Roy.
"Gak usah sayang.. kapan kapan aja. Lagian ini udah malem juga, kamu langsung pulang aja istirahat" jawab Clara.
" Iya udah baik lah.." sambung Roy.
Clara segera turun dari mobil dan berjalan menuju rumah. Membuka pintu rumah, rumah terlihat sepi karena mama papahnya sudah tidur.