Single Mom

Single Mom
Membuka lembaran baru..



Malam terus bertambah larut, Clara yang menidurkan Karina malam itu keluar kamar dengan tatapan kosong menuju kamarnya.


"Clara.. ada apa dengan dirimu. Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu. ayolah cerita sama mamah" Indah yang tidak sengaja berpapasan dengan Clara.


Indah mengajak Clara untuk duduk di sofa kamar anaknya itu. Dia memeluk dan mengelus rambut Clara.


" Menangis lah nak. ... jangan di bendung lagi.. menangislah di pelukan mamah"


Clara menangis sesenggukan di pelukan mamahnya. Rasa sakit hati, kecewa, serta emosi bercampur jadi satu setelah kedatangan Roy tadi siang.


" Mah.. Apa aku salah membatasi pertemuan anak dan papahnya. Apa aku salah juga punya perasaan takut Karina di ambil Roy. Hampir 6 tahun dia tidak ada kabar dan tiba tiba datang menemui anakku.. Apa maksudnya mah" Menangìs kesal di pelukan Indah


"Sudahlah nak.. mungkin Roy hanya ingin menengok putrinya... Mamah yakin dia tidak ada maksud merebut Karina dari kamu" Indah menenangkan Clara


"Benarkah itu mah.. Mah.. aku sangat benci Roy mah. ... "


" Sudah sudah.. jangan seperti itu kasian Karina... Tidur lah nak besok kamu berangkat kerja kan, nanti matamu sebam loh.. " bujuk Indah


Clara pun tidur menuruti apa kata ibunya.


*******


Hari itu, Karina yang lebih dulu bangun. Dia keluar kamar membangunkan Mamah kesayanganya.


"Pagi mah.. ayo bangun mah ini udah pagi..."


mencium pipi mamahnya itu.


" Hai sayang.. selamat pagi juga.. Tumben kamu udah bangun" membalas ciuman putri kecilnya itu.


Clara yang beranjak turun dari tempat tidurnya dan langsung turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.


Selesai menyiapkan sarapan dia pergi kekamar untuk membantu Karina bersiap berangkat sekolah.


Clara dan Karina yang sudah rapi turun untuk sarapan bersama Indah dan Mateen.


Mata sebam Clara masih sedikit terlihat. Tampak sekilas Karin melirik mata mamahnya.


"Kenapa sayang melihat mamah kamu seperti itu?? " Tanya Indah pada Karin


" Mamahmu kebanyakan tidur makannya matanya sebab sayang " jawab Indah. Marteen yang ikut melirik Clara pun ikut penasaran ingin bertanya pada Indah.


Mereka berempat menikmati sarapannya. Selesai menyantap sarapan Clara berangkat kerja sembari mengantar Karin. Sedangkan Marteen pergi untuk mengurus sebentar bisnisnya itu.


*****


Selang beberapa hari, Semua kembali normal. Clara yang sudah sedikit lupa akan emosionalnya terhadap Roy begitu juga Indah dan Marteen.


Clara yang sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga membuatnya fokus ke monitor komputernya.


" Ayoo istirahat dulu... Jangan terlalu memporsi pekerjaanmu.. " Suara lembut seorang pria menyodorkan teh hangat untuk Clara.


"Ehh iya pak.. saya kaget.. " Suara terkejut Clara


" Ayo minum teh mu.. " menawarkan tehnya.


Pria itu adalah Ronny yang tak lain adalah bos dari perusahaan yang memperkerjakan Clara dan Ana.


Ana yang sangat penasaran itupun memperhatikan tingkah bosnya itu kepada sahabatnya. Ana yang berpura pura menyibukkan diri padahal sedang menguping obrolan Ronny dan Clara.


Setelah selesai berbincang Ronny pun meninggalkan Clara yang sedang sibuk oleh perkerjaan yang menumpuk.


Ana yang begitu penasaran menghampiri Clara yang duduk bersebelahan denganya.


" Ra ra.. Ada apa pak Ronny menghampiri kamu.. pake acara bawain teh segala romantis banget" Tanya penasaran Ana


" Gak ada apa apa.. dia cuma ngasih teh buat aku.. aku aja kaget tiba tiba dia berdiri di sebelah aku"


" Wahhh... jangan jangan pak Ronny suka sama kamu.. " seru Ana


"Hutsss... jangan keras keras.. jangan bikin gosip kamu ahh.. " Clara yang spontan berdiri menutup mulut Ana.


" Maaf Ana.. Aku tidak bermaksud seperti itu"


" Iya gak papa kok.. santai aja.. Tapi aku masih penasaran Pak Ronny kok bisa kek gitu yaa.. "


Ana yang masih saja membahas tentang hal itu sedangkan Clara tidak menghiraukan sahabatnya itu dan terus melanjutkan mengerjakan berkas yang menumpuk di mejanya itu.