
Di rumahnya Via menelpon Intan untuk memastikan bahwa Roy sudah memiliki istri
"hallo.. Intan, bisa gak kita ketemu nanti malam? " tanya Via pada intan
"Iya bisa.. mau jam berapa?? nanti kabari saja " jawab Intan
"ok.. " via menutup teleponya .
Roy terbangun dari tidurnya, hari ini dia tidak bisa tidur seperti biasanya. Dirinya memikirkan apa kata Via tadi.
Sekila dia memandang istrinya yabg sedang tertidur pulas di sampingnya.
"Entah apa yang ada di pikiran aku ini. Aku mencintai Clara tapi kenapa kembalinya Via membuat jantungku berdebar " gumamnya di batin
Di malam harinya, Via dan Intan janjian di sebuah Cafe. Via yang sudah datang, menunggu Intan yang masih di jalan.
"Haiii vi.. kamu udah nunggu lama yah.. sorry yah, soalnya tadi macet banget " sapa Intan
" Enggak kok, aku juga baru nyampe.. " jawab Via. " Tan sebenernya ada yang kau aku tanyain sama kamu "sambung via
" Mau nanya apa vi.. " Intan menjawab sambil minum kopi yang sudah di pesan Via untuknya.
" Gini tan.. aku tadi sempat mengobrol sama Roy, Katanya dia sudah menikah. Aku gak habis fikir kenapa dia menikah di usia yang masih sangat muda " tanya Via
Intan yang sedang menyeruput kopinya dengan kaget dia tersedak.
" tan.. kamu pelan pelan dong.. ihh " Via menyodorkan tisunya
" Bagus lah kamu udah tau vi jadi kamu bisa dengan mudah melupakan Roy " jawab Intan
" Tidak Tan,, justru aku semakin tertantang untuk mendapatkan dia kembali " kata Via dengan yakin
" Tidak vi,, jangan lakukan itu. Kamu Cantik dan pintar, masa depanmu juga bagus. Kamu bisa di carikan calon suami sama papah kamu. Jangan lakukan hal B***h seperti itu " saran Intan
" tetap tidak tan.. Aku akan berusaha " Via dengan nada sedikit tinggi
Via yang sangat egois dan kekanak kanakan itu sama sekali tidak mendengarkan saram yang di berikan Intan untuknya.
Via yang saat itu sedikit ngambek karena Intan tidak mendukungnya keluar dari Cafe itu.
Intan yang masih duduk di posisi sama, melihat Via yang keluar dari cafe. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan merasa heran dengan sikap dan sifat sahabatnya itu.
Keesokan harinya, terlihat Via yang duduk di depan kelas Roy menunggu dia datang.
" Ini apa.. kenapa jantungku berdetal tidak beraturan saat Via menciumku tadi. Kenapa aku tidak menolak ciuman itu " batin Roy
" Maaf Roy, Aku yang kurang ajar " kata Via dengan memegang tangan Roy
Semakin hari Roy makin dekat dengan Via. Perasaan yang masih labil membuat Roy tidak bisa dengan dewasa memilih perasaannya.
Roy yang makin hari makin berubah, sering pulang telat dan membuat Clara merasakan seperti dia di duakan oleh suaminya itu.
Saat Clara dan suaminya berada di kamar, Clara memperhatikan Roy yang sekarang lebih sibuk dengan ponselnya itu.
Clara yang saat itu sedang hamil tua, bertanya kepada suaminya itu.
" Sayang.. sebentar lagi kita akan melihat anak kita. Kira kira mirip siapa yaa.. " Tanya Clara dengan manja
Roy yang saat itu sedang fokus memaikan ponselnya tidak mendengar pertanyaan istrinya itu.
Clara yang mengulang pertanyaaanya membuatnya marah dan merebut ponsel milik suaminya.
Itu adalah kali pertamanya dia melihat posel suaminya. Dia melihat sebuah chat mesra dengan wanita lain, yang tidak lain adalah Via.
Clara dengan emosi menanyakan maksud dari percakapan mesra pada ponsel suaminya.
"Sayang.. maksudnya apa ini? Apa kamu lupa kalau kamu sudah mempunyai istri dan bentar lagi akan punya anak " Clara berkata dengan nada yang tinggi dan di ikuti air mata menetes di pipinya
" Aku bisa jelasin semuanya sayang.. kamu jangan berfikir yang tidak tidak " Roy yang panik memegang tangan istrinya namun di tampik oleh Clara
Clara yang saat itu melanjutkan memeriksa ponsel suaminya tanpa menggubris perkataan lelaki yang di sampingnya itu.
Clara membaca semua chat suaminya dan Via. Dia tidak bisa menahan air matanya yang tumpah saat itu. Rasa perih dan gondok kepada suaminya itu, di tambah lagi dia menemukan sebuah foto bersama wanita di galeri suaminya
" Ohhh jadi gini balasan seorang istri atas pengabdianya kepada suaminya. Di rumah seorang istri menunggu kedatanga suaminya dengan kondisi hamil tua, tapi suaminya di luar main belakang dengan wanita lain? begini balasannya hah " Clara yang saat itu sangat emosi membanting ponsel milik Roy.
Roy yang saat itu ikut marah karena ponselnya di banting turun dari ranjang mengambil serpihan ponsel nya. " Aku yang belum menjelaskan apapun kamu seenaknya banting ponselku. Lihat semua ini, semua kecelakaan ini karena kamu yang menggoda aku. Aku masih sangat muda, Aku masih ingin bersenang senang dengan temanku. Ini semua bukan yang aku impikan di usiaku saat ini "
PLAKKKK....
Tangan Clara yang menampar pipi suaminya itu.
Roy yang sangat marah keluar dari kamar kan pergi meninggalkan rumah.