
Clara mengendarai mobilnya di temani Ana di samping nya. Meraka yang bernostalgia dengan cerita dulu saat masih sering bersama. Obrolan semakin asik karena mereka berdua lama tidak bertemu.
"Na.. udah sampe nih.. yuk turun " Clara memakirkan mobilnya di halaman rumah
"Ayo..."Ana yang turun dari mobil
Di depan sudah nampak Karina berlari keluar karena mendengan suara mobil Clara. Dengan cepat dia menghampiri Ibunya itu.
"Mamah.. tante itu siapa..? "Tanya heran Karina
" Ayoo masuk dulu.. persilahkan tante duduk dulu sayang baru kamu boleh pertanya " Clara yang memeluk Karina
"Ayo masuk tante.. "suara imut Karina
Ana masuk dengan di gandeng tangannya oleh Karina. Ana yang nampak gemas dengan tingkah Karina lalu mencium pipi chubby nya.
" Hallo sayang.. kamu boleh panggil tante ana.. " sapa sayang Ana untuk Karina
" Hm.. nama yang bagus tante... " jawab Karina
Ana dan Karina terlihat akrab dari pertama kali mereka bertemu. Karina yang nampak cerewet selalu saja mengajukan pertanyaannya untuk tantenya itu.
"Maaf ya Na,, dia memang begitu bawel.. Apa lagi kalau dia tanya dan jawabannya belum jelas menurutnya pasti tak habis nya untuk bertanya dan bertanya lagi.. " Ujarnya pada Ana
"Iya gak papa lah Ra, Itu bukti bahwa Karina itu calon anak yang cerdas.. Dia tak malu untuk bertanya, Lihatlah sangat langka anak seusia dia gampang akrab loh sama orang yang pertama ketemu " jawab Ana
"Ra.. apa dia udah pernah bertemu sama papahnya,Maaf " sambung Ana
"Belum Na.. dari kita cerai dia belum pernah menemui Karina, Mungkin dia terlalu sibuk dengan kegiatannya sehingga lupa kalau punya anak " jawab Clara
" Lalu bagaimana dengan mantan mertua mu ?" "Karina sangat beruntung punya opah sama omah,Walaupun kita sudah pisah orang tua Roy sangat menyayangi cucunya. Bahkan mereka sangat sering mengunjungi kesini "Kata Clara
"Ya ampun.. begitu teganya si Roy.. aku gk pernah menyangka akan seperti ini nasib mu. Aku kira Roy lelaki yang baik untuk kamu " Suara berat Ana memeluk Clara
" ahhh sudah lah.. lagi pula itu sudah menjadi masa lalu... aku sekarang lebih fokus ke masa depan Karina kelak Na. Rasanya sudah malas sekali mengingat masa lalu yang sangat pait itu"
******
Clara dan Ana terlalu larut dalam obrolannya, Tak terasa hari sudah gelap yang menunjukan pukul 21.00
Ana pun pulang dengan naik taksi online yang sudah di pesannya.
Clara yang kembali ke dalam kamar menengok Karina yang sudah tertidur pulas di kamarnya. Clara menghampiri Karina dan mengelus rambutnya lalu mencium kening putri sematawayangnya.
Clara menuju kamarnya untuk mandi lalu berniat untuk langsung tidur karena hari yang cukup melelahkan.
Setelah selesai mandi, Clara langsung membaringkan badannya di ranjang. Karena rasa lelah telah bekerja tak menunggu lama mata Clara terlelap dalam tidurnya.
*****
Keesokan harinya ,dia bangun lebih pagi dari biasanya. Karena hari itu adalah hari pertama Karina mulai masuk sekolah.
Dia di sibukan dengan mempersiapkan keperluan anaknya.
Karina yang sudah terbangun langsung menghampiri Clara yang sedang mempersiapkan semuanya di kamar putrinya.
" Pagii mamah... "Sapa Karina untuk mamanya.
" Pagi juga anak mama sayang.. Bisa langsung mandi sekarang? " pinta Clara pada putrinya
" sebentar mamah.. kan Karina belum minum air putih " suara lucu Karina mengingatkan Clara akan kebiasaat rutinnya itu.
"Oiya.. mama lupa.. " mengambilkan segelas air untuk Karina
Karina sudah nampak siap dengan pakaian rapinya, Sedangkan Clara sedang mempersiapkan dirinya.
" Pagi nenek, kakek," Sapa Karina untuk Indah dan Marteen yang sudah nampak duduk di meja makan
"Pagi juga sayangku... hari ini Karina sekolah yaa.. yang pinter yaa... " Indah membalas sapaan cucu kesanyangnya itu
" Nanti kakek yang antar yah.. " tanya Marteen dengan mengelus rambut wangi cucunya
"Tidak kakek.. mamah yang mau mengantar Karina.. " menjawab dengan tingkah lucunya
"Iya sudah baik lah.. " Marteen yang tersenyum melihat tingkah cucunya
Clara turun dengan pakaian rapi nya..
Lalu mereka bersarapan bersama.
Setelah selesai sarapan, Clara dan putrinya berpamitan untuk pergi.
"Nak.. nanti yang jemput Karina biar mamah aja yah"suara indah
" Iya mah.. ok.. Ayo cium tangan Kakek dan nenekmu sayang"
Clara dan Karina pergi untuk kesekolah. Karina yang nampak sangat bahagia dan semangat untuk hari pertamanya.
********