Single Mom

Single Mom
Sifat Roy yang Sebenarnya



Malam itu, Clara Masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya.


Di kamar dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Sejenak dia memandang cermin kamar mandi dan merenung dengan apa yang terjadi hari ini pada dirinya dan Roy.


"Kenapa aku bisa seceroboh ini. Kenapa aku dengan mudah membiarkan Roy melakukan semua itu " renungan Clara untuk penyesalannya.


Clara menghapus air mata penyesalan pada pipinya itu. Namun apalah arti penyesalan karena semua telah terjadi. Dirinya kembali ke kamar dan membaringkan badanya pada ranjang tempat tidurnya.


Tak lama matanya terlelap dalam tidur karena kelelahan.


Di tempat lain, di rumah Roy.


Dia juga baru saja sampai di rumah, Membuka pintu rumah dan melihat orang tuanya duduk di sofa ruang tamu.


"Dari mana kamu Roy? "tanya papahnya Roy yang bernama Wirya.


"Tadi Roy habis main ke villa baru papah " Roy menjawab dengan berjalan menuju ke kamarnya.


" Pah.. mamah gk tau lagi sama anak itu. Kenapa ana itu semakin hari semakin bandel saja. Apakah memindahkan dia ke sekolah barunya tidak merubah dia " kesal ibu Roy yang bernama Anjani pada Wirya. Wirya hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya dan memijat mijat keningnya.


Roy memang di kenal menjadi anak yang kurang baik. Dari kebiasaannya sering bolos sekolah ,Hingga di kenal sebagai Playboy.


Malang sekali Clara anak ya polos jatuh cinta pada Roy yang seperti itu.


Roy yang sudah berada di dalam kamarnya. Duduk di sofa kamar sambil memikirkan Clara.


Roy memang bandel, di kenal sebagai Playboy tapi ini adalah hal yang paling jauh dia lakukan bersama Clara. Sebelumnya di memang suka mempermainkan perasaan perempuan tapi tak sampai melakukan hal seperti itu.


"Bagaimana hal itu bisa terjadi, Bagaimana kalau Clara hamil. Apakah mama papa akan menikahkan aku, atau kubawa kawin lari saja Clara" renungan Roy.


Malam menjadi semakin larut, jam menunjukan jam 00.00 . Roy masih belum bisa tidur karena memikirkan perbuatannya.


Keesokan harinya di rumah Clara.


Clara yang sudah berpakaian rapi menuju meja makan untuk sarapan.


"Bagaimana acaranya nak?apakah menyenangkan?" tanya indah.


"Cukup menyenangkan mah. Semalam Clara sampai rumah jam 10 malam tapi rumah udah sepi " jawab indah.


" Lalu bagaimana sekarang papah ma? " sambung Clara.


" Papahmu sudah mendingan nak, untuk hari ini kamu naik taksi atau angkot dulu ya berangkatnya " suruh Indah.


Clara mengagukan kepalanya. selesai sarapan Clara langsung bergegas berangkat untuk mencari angkot.


Sesampainya di sekolah, saat Clara baru turun dari angkot. Nampak Roy yang sepertinya melihat Clara dan menunggunya di parkiran depan sekolah. Clara berjalan ke arah halaman sekolah.


" Tumben naik angkot sayang.." tanya Roy


"Iya, soalnya papah lagi kurang enak badan jadi aku naik angkot "jawab Clara.


" Tau begitu aku yang menjemputmu tadi " Roy berkata pada Clara. Clara hanya tersenyum manis dan berjalan bersama menuju ke kelas.


"Na... Ras.. " sapa Clara pada temanya itu.


Memang saat Clara mempunyai pacar, sikap Clara mulai berbeda seperti lebih mementingkan Roy ketimbang ngumpul bareng sana teman temannya.


Jam pulang sekolah..


" Ayo sayang aku antar kamu " ajakan Roy


Clara pun menganggukan kepalanya dan memboceng motor Roy.


Mereka berdua berboncengan bersama. Di dalam perjalanan Roy mengajak Clara mengobrol " Sayang.. bagaimana keadaan kamu. Masih perih?"


" Udah enggak kok sayang " jawaban Clara.


" Maafin aku yah.." memohon kepada Clara


Sahabat.. tidak berniat mengajarkan yang tidak baik yah....


" Pelajaran yang dapat di petik adalah Jangan melakukan hal yabg ceroboh saat remaja. karena penyesalan datang di belakang "


Terimakasih selamat melanjutkan😊😊😊