Single Mom

Single Mom
Ketentraman 1



Hari ini Clara bersiap untuk berangkat ke kantor. Karina juga ikut bangun pagi untuk menyemangati Clara di hari pertama kerjanya.


Tak lupa Clara melaksanakan rutinitas sebagai seorang ibu sebelum berangkat kerja. Menyiapkan sarapan untuk Karina dan sarapan untuk semua.


" Sayang.. hari ini mama akan berangkat kerja.. Kamu yang nurut ya sama kakek dan nenek " Clara yang nampak menyuapi Karina


"Mah.. aku nitip Karina ya.. " Clara tersenyum manis pada Indah yang duduk di sebelahnya.


" Iya nak.. kamu ati2 yah kerjanya.. " jawab Indah


Setelah selesai menyuapi Karin, Clara langsung bersiap pergi ke kantornya.


Suasana kantor yang asing baginya membuat aneh dan sedikit bingung. Seorang pria tinggi tegak menghampirinya.


"Haii.. apakah kamu yang bernama Clara, Karyawan baru di sini? " tanya seorang pria yang berdiri di depan Clara. Dia yang kaget hanya bisa mengangguk saat di tanya oleh pria itu.


"Perkenalkan.. saya adalah Erick.. saya manajer di sini.. saya akan kasih tau ruang kerjamu dan tugasmu , ayo ikut "


"Baik pak.. " Clara berjalan mengikuti manajernya itu.


Erick menunjukan tempat kerja Clara dan tugasnya. Erick memang dingin kepada semua karyawannya.


Clara yang sangat bersemangat di hari pertamanya langsung mengerjakan berkas yang sudah ada di depan matanya.


Karena terlalu bersemangat, Clara tidak sadar bahwa yang ada di sebelah mejanya adalah temannya.


" Haii.. serius banget siii... " goda seorang wanita yang tak lain adalah Ana.


"Ana.. haiiii.... ya ampun lama gak ketemu.. gimana kabar mu? " sapanya dengan memeluk sahabat karibnya.


"Aku baik Ra.. kamu apakabar??bagaimana kabar Roy?? " tanya Ana


"Aku sangat baik na.. aku dan Roy sudah bercerai dua tahun lalu " jawab Clara dengan wajah sedikit sendu


" Tidak apa Na.. lupakan saja.. " muka Clara yang kembali ceria. "Lalu bagaimana kabar Laras? "sambungnya


"Laras melanjutkan study nya di AS ra.. mungkin dia akan menetap di sana karena sudah berkerja juga " jawab Ana


"Hmm sedih sekali harus berjauhan sama Laras..


oiya.. nanti makan siang bareng yah "ajaknya pada Ana


Ana menganggukan kepalanya. Mereka kembali bekerja sampai jam makan siang tiba.


Ana mengajaknya makan di tempat favorit dia. Dia sebuah cafe dekat kantornya.


"Bagaimana dengan anakmu Ra.. berarti dia sudah besar dong.. " tanya Ana


" Iya udah dong.. dia udah 4 tahun dia udah mulai sekolah " menjawab dengan antusias pertanyaan Ana


"Wahhh... nanti pulang kerja boleh gak aku main pingin ketemu anak kamu nih.. "


"Iya boleh kok "


" Ra... aku boleh tau kenapa kamu bisa bercerai sama Roy.. maaf gak ada maksud apa apa aku tanya itu ra"


"Gak papa Na.. Aku cerai sama dia itu karena, kita memang sudah gak sejalan aja. Roy yang memang tidak bisa menjadi dewasa setelah menikah dan mempuanyai anak. Bukanya tambah dewasa malah semakin kekanakan. Dia bersikap seperti remaja pada usianya saat itu' lebih memilih keluar sama temannya ketimbang ngurus anaknya. Intinya seperti itu Na.. kalu di ceritain detailnya nanti jadi satu buju tebal... hahahahaha" Clara menanggapinya denga bercanda


Mereka berdua menghabiskan makanan yang sudah di hidangkan. mereka sangat menikmatinya. Setelah selesai mereka pun kembali ke kantor untuk kembali bekerja.


Tak terasa Jam pulang pun tiba.. Ana yang sudah berniat main kerumah Clara pun ikut pulang bersamanya.


" Gak sabar pingin ketemu anakmu deh ra.. ihhh pasti gemes banget.. ehhh cowo apa cewe si lupa aku.. "Tnya ana di dalam Mobil


"Cewe na.. sama cantik kaya aku.. sebelas dua belas deh.. " jawab Clara