
Pagi yang cerah di iringi pelangi yang indah menyambut bangunya sang pria tampan dan mandiri.
Ronny membuka tirai kamarnya dan menyeruput kopi yang setia menemani setiap pagi.
Menikmati dengan aroma yang khas mengingatkannya kepada Clara yang belum lama ini selalu membayangi pikiran Ronny.
"Entah apa ini.. mengapa wajahnya selalu membayangi pandanganku.. " Ujarnya sambil menyeruput kopi
Selesai menghabiskan secangkir kopi, Ronny bersiap untuk mandi dan pergi kekantor.
Ronny terlihat gagah dengan setelan jaz berwarna biru muda. Terlihat tampan dan sangat berwibawa
Dia turun kebawah lalu menghampiri mobil yang sudah siap dengan supirnya di depan.
*****
Suasana Kantor yang begitu tentram di setiap harinya. Clara dengan baju kerja berwarna Navi berjalan anggun ke meja kerjanya
" Ra.. apa kabar?? kamu baik baik saja kan??" sapa Ana
" Aku baik na.. Tumben perhatian bener sama aku"
" Kamu tumben terlihat beda.. rambutmu yang di urai dan kamu memakai rok.. anggun sekali hari ini "
" Ya ampun kirain aku ada apa na.. Emang gak boleh.. "
Ana melihat nya terkagum karena Clara terlihat sangay berbeda hari ini...
Yaa.. wajar saja Ana kaget. Biasanya penampilan Clara yang tidak ketinggalan jepit rambut dan ikat rambut di kepalanya sekarang rambut nya terurai dan memakai dres yang membuatnya terlihat anggun.
***
Ronny telah sampai di ruangannya, Lalu menelpon Clara untuk datang keruangannya karena berkas yang akan di pakai metting hari ini
Clara pun bergegas untuk pergi keruangan bosnya itu.
Tok Tok tok..
Suara pintu terdengar di telinga Ronny.
"Iya masuk.. "
"Maaf pak.. ini saya mau mengantar berkasnya.. "
Ronny yang terpukau dengan penampilan Clara hari ini memandang kagum tak berkedip.
"Pak... ini berkasnya.. "
Ronny terkaget dan langsung mengalihkan pandangannya.
" Baik.. terimakasih... "
Clara langsung pergi dari ruangan itu. Sedangkan Ronny terlihat terkagum kagum dengan Clara hari ini..
***
Seharian berlalu di kantor, Clara pun langsung pulang kerumah dengan mengendarai mobilnya.
Namun, saat di jalan. Tiba tiba mobil nerasa tidak enak. Clara yang langsung turun dari mobilnya langsung memeriksanya. Dan ternyata ban mobilnya bocor.
Clara yang kebingungan terlihat panik, Karena hari semakin gelap dan menelpon montir langganannya tidak bisa di hubungi
Ronny dan supirnya tidak sengaja melihat Clara yang nampak kebingungan di pinggir jalan. Tak berfikir lama Ronny langsung turun mengahmpir Clara.
" Clara.. ada masalah apa?? Ada yang bisa saya bantu??" Ronny mmenghampir Clara
" Ini pak.. Ban mobil saya bocor. Saya sudah mwnghubungi montir langganan saya tapi tidak bisa.. "
" hmm.. gimana kalau kamu pulang saya antar. Dan mobil ini biarkan supir saya yang urus, Saya ada montir langganan juga. Tenang saja "
Clara nampak berfikir dengan tawaran bosnya.
" hari sudah mulai gelap loh.. kasian anakmu yang sudah menunggu.. "
" Baik pak.. saya ikut bapak.. dan ini kunci mobil saya.. "
Akhirnya Ronny dan Clara pulang bersama. Ronny mengendarai mobilnya semdiri karena supirnya yang mengurusi mobil Clara.
Clara nampak duduk di sebelah Ronny, Mereka terlihat sedikit akrab namun banyak canggung.
Clara merasa tidak enak karena Ronny adalah bosnya yang membuat dia ada rasa canggung.
Tak lama mobil Ronny memakirkannya di depan rumah Clara.
"Mari pak mampir dulu.. "
Karena Ronny tidak enak akhirnya Dia ikut turun. Mereka berdua jalan menuju pintu rumah Marteen.