Single Mom

Single Mom
Menjadi semakin dekat



Bahagia semakin terpancar di raut muka mereka berdua. Pada hari itu pun mereka melakukan kencan pertamanya di sebuah cafe dekat taman.


" Clara.. aku bahagia banget akhirnya aku bisa mengungkapkan rasa ini sama kamu. Sungguh aku tersiksa menahan perasaan cemburu saat ada cowok lain yang mencoba mendekati kamu" Roy berbicara sambil mengelus elus tangan dan menatap pacarnya itu.


"Masa sih Roy. Tapi Roy ada satu hal yang ingin aku sampaikan sama kamu, Kalau aku sebenarnya gak di bolehin pacaran sama papa dan mamaku. Mungkin akan sedikit mengganggu kalau kamu akan mengajakku pergi. Karena orang tua ku pun tau waktu kegiatan aku."jawab Clara.


Roy mengangguk mengerti "iya aku bakal ngertiin itu".


Wajar saya orang tua Clara sangat tidak suka Clara mempunyai pacar. Karena mereka tidak ingin prestasi Clara menurun terganggu oleh hubungan remaja kebanyakan. Orang tua Clara sangat memperhatikan segala hal tentangnya, iya wajar saja di adalah anak semata wajang Mateen dan Indah.


Jam menunjukan pukul 16.00 WIB. Clara pun meminta Roy untuk mengantarnya pulang. "Roy.. ayo pulang. Maaf yaa?" pinta Clara dengan suara sedikit manja.


"Baik lah aku mengerti. Mari pulang" ajak Roy.


Mereka pun pulang dengan naik motor kesayangan Roy. Sekarang Clara sudah tak canggung lagi untuk berpegangan perut dan memeluk Roy. Roy pun terlihat nyaman dan menikmati pelukan Clara.


"Roy.. nanti berhenti di belokan biasa yaa. Jangan antar aku sampai rumah "


" ok . Clara bolehkah aku minta satu permintaan?" tanya Roy.


" permintaan apa Roy. jangan macem macem yaa" jawab Clara.


" kita kan udah pacaran paling aku sayang aja jangan Roy, ok?". Clara terlihat sangat mau Roy memintanya untuk memanggil sayang.


"iihhh.. kamu yah" sambil mencubit perut Roy.


"Iya gak, kalo enggak aku bakalan nurunin kamu di depan rumah untuk menyapa dan memperkenalkan aku sebagai pacar mu" Roy tertawa menggoda Clara.


" Baik lah baik.." Clara dengan sedijit kesal oleh godaan Roy.


Motor Roy pun berhenti di belokan dekat rumah Clara seperti dulu saat sesekali Roy mengantar Clara pulang.


" besok berberangkat mau di jemput gak sayang?" tanya Roy.


"Kayaknya enggak deh Roy,, ehh sayang"pipi Clara kembali merona karena malu.


Roy pun membalas dengan senyuman menggoda, "tidak apa apa sayang, nanti lama lama juga terbiasa".


"iya udah aku masuk dulu ya sa sa sayang. Makasih udah di anterin" suara terbata bata karena belum terbiasa untuk memanggil panggilan baru Roy.


"ok bye sayang.. I Love you" Roy sambil mencium tangan Clara lalu putar balik untuk pulang.


Clara yang terlihat layaknya remaja yang baru jatuh cinta itu pun masuk kerumah.


"sore mah.." sapa Clara untuk mamanya.


" Sore juga nak. mamah udah masak masakan kesukaan kamu loh nak" suara lembut indah untuk anak kesayangannya itu


" iya mah .. Clara mau mandi dulu lalu turun untuk makan " jawab Clara.


" wah atau... hmmm jangan bilang kamu lagi jatuh cinta yah.. nanti mama bilangin papah loh " goda indah.


" enggak koh .. tadi panas aja di jalan. soalnya Clara naik angkot. Clara mau keatas dulu ya mah " sambil menepuk nepuk pipi chubby nya itu. " ihh perasaan hari ini gak begitu panas.. ahhh sudah lah, dasar anak anak " gumam indah.


Tak lama setelah Indah menyiapkan hidangan makan malam.


Marteen pun pulang " malam mah" sapa Marteen pada indah.


" Malam juga pah.. mau langsung makan malah atau mau mandi dulu pah" tanya indah.


"mau makan dulu deh mah, papah laper banget soalnya" Marteen yang mengelus elus perutnya yang membuat Indah tersenyum. " Baiklah pak.. Mamah panggil Clara dulu yaa"


Mereka bertiga duduk menyantap makan malam yang sangat nikmat dan penuh dengan kehangatan keluarga mereka.


Tak jarang juga obrolan terlontar di meja makan yang membuat semakin hangat "Nak.. bagaimana sekolahmu.


Papah berniat mengkuliahkanmu di Luar negeri loh" tanya Marteen pada Clara.


" wah ide bagus itu pah.. Kamu tuh harus jadi anak yang berguna Clara, sayang sama prestasi kamu" Indah ikut menyambung Marteen.


" iya pah mah.. Clara nurut saja sama mamah dan papah " jawab Clara.


"Lalu kapan kamu akan ujian akhir nak" tanya Marteen lagi.


" sebentar lagi pah 5 atau 6 bulan lagi" jawab Clara.


"iya sudah kamu belajar yang giat ya nak" Marteen mengelus kepala Clara.


Makan malah telah selesai, Marteen pergi ke atas sedangkan Indah membersihkan meja makan.


"Mah.. Clara bantuin beresin yah" Clara bermaksud membantu mama nya.


" gak usah sayang, kamu keatas aja istirahat. kamu kan cape tadi pulang sore" indah berkata kepada putrinya itu.


Clara pun mengangguk sembari berjalan ke kamarnya untuk beristirahat.


Clara membaringkan badannya dan terbayang soal tadi sore saat Roy dan Clara di taman.


Tak sadar Clara pun tersenyum sendiri membayangkan hal itu.


Ponsel Clara berbunyi


" Selamat malah sayangku... selamat beristirahat. sampai jumpa besok" tulisan SMS dari Roy.


"Selamat malam dan selamat istirahat juga sayang" balasan Clara.