
Hari ini Karina tidak masuk ke sekolah karena libur. Di sekolahnya dalam seminggu hanya masuk tiga hari, yaitu hari Senin,Selasa, serta kamis.
Jum'at pagi ini, Clara membiarkan Karina untuk bangun bebas karena libur.
"Mah... Clara berangkat dulu yaa.. Clara bawa bekal saja.. " pamit Clara gugup
"iya udah.. tuh udah mama siapin "Sahut Indah di dapur sedang mempersiapkan sarapan
"Mah.. pamitin ke Karina juga yah.. tadi Clara mau pamit tapi dia masih tidur "
"Iya... "
****
Karina yang baru bangun menuju ke bawah untuk sarapan bersama nenek dan kakeknya. Karina sangat menikmati nasi goreng buatan nenek kesayangannya itu.
Selesai sarapan Karin ke atas untuk mandi. Dia mandi di antar nenknya.
"Nenek jangan ikut ke kamar mandi Karina bisa kok mandi sendiri.. Mamah juga biasanya nunggu di luar " suruh Karina pada Indah
"Wahh.. cucu nenek sekarang udah pinter yahh... baiklah nenek tunggi di sini" duduk di ranjang kamar Karina
Karina yang ke kamar mandi sendiri segera mandi. setelah selesai mandi Karina dan neneknya kembali ke bawah untuk bermain di taman bersama Marteen yang saat itu sedang tidak berangkat ke kantor.
Karina asik bermain di taman dengan kakek dan nenek kesanyangannya itu. Saat mereka sedang asik bermain, Terdengar suara mobil di depan halaman rumah.
Seseorang itu keluar dari mobilnya. Indah dan Marteen terkejut bukan main saat tau siapa orang yang datang itu.
" Kek.. nek.. siapa dia.. tumben sekali ada orang main kesini " Tanya polos Karina pada Indah dan Marteen.
Mereka berdua terpaku diam menatap ternyata Roy yang datang. Indah yang segera mengajak Karina masuk kedalam dan Marteen menghampiri Roy.
" Ada perlu apa kamu kesini.. Masih ingat jalan kesini kamu "Tanya marteen pada mantan menantunya itu.
" Maaf atas semua kesalahan saya pah.. Saya kesini mau menjenguk anak Roy.. " jawab Roy
" Masih ingat kamu kalo udah punya anak.. Kemana saja selama 5 tahun ini.. aku tidak bisa mengijinkan kamu bertemu Karina sebelum bilang dengan Clara " Martren menatap Roy dengan tatapan dingin
Suasana yang tadinya bahagia terganggu karena kedatangan Roy. Wajah Marteen terlihat memerah karena menahan emosinya.
"Kakek.. kenapa orang itu tidak di suruh masuk.." Karina yang kembali menghampiri Marteen di taman dengan perasaan penasaranya.
"Tidak sayang.. Dia hanya menanyakan alamat" Jawab Marteen..
Karina yang mengangguk kembali kedalam. Marteen yang saat itu terduduk di meja taman di hampiri oleh Indah.
"pah.... ada apa Roy datang kemari.. Kenapa dia kembali di saat Clara dan Karina sudah bahagia sekarang " Tanya Indah dengan mata berkaca
"Dia ingin menemui Karina mah.. tapi papah gak mengizinkan karena kita belum berbicara sama Clara. Katanya dia mau datang lagi besok "
********
Clara pulang dengan di sambut peri penyemangat hidupnya seperti biasa. Karina yang memeluk Clara sepertk biasa dengan wajah yang sumringah.
Saat itu Clara merasa aneh karena melihat Indah dan Marteen tidak sebahagia biasanya.
" wahh... wajah mama dan papa tumben cemberut.. Apa kalian lagi berantem.. hayoo ngaku " goda Clara
"Sini duduk nak... " suruh Indah pada Clara
" Nak.. tadi Roy kesini " Clara yang tadinya sumringah sesaat wajahnya terpengangah karena kaget. "Dia kesini katanya mau menemuai Karina.. tapi kita tidak mengijinkan karena mamah sama papah belum bilang juga sama kamu. Katanya besok Roy akan kesini lagi" sambung Indah
Clara terduduk diam di samping Indah. Tanpa sadar airmatanya keluar begitu saja. Dadanya terasa sesak saat mendengar kejadian di rumah hari ini.
Clara yang hilang nafsu makannya langsung pergi kekamar menghampiri Karina yang sedang bermain di dalam.
Clara langsung memeluk serta mencium anak semata wayangnya itu.
" Mamah.. kenapa menangis.. mamah lagi sedih?? sedih kenapa mah " Karina menghapus airmata mamahnya
Clara yang tak sanggup berbicara hanya memeluk dan mencium putrinya itu.