
Sekolah Karina nampak ramai karena banyak anak baru sepertinya. Clara yang mengantar Karina kedalam. Sesampainya di dalam, Clara langsung pergi ke kantornya dengan waktu yang hampir terlambat.
"Bu... Nitip Karina anak saya yaa..
Nanti dia di jemput sama kakeknya... " kata Clara pada guru Karina
"Baik bu... "
Clara langsung mengemudikan mobilnya menuju kantor. Dia sampai dengan waktu yang pas tanpa terlambat.
" Kamu terlihat begitu tergesa gesa Ra.. kenapa??" tanya Ana di sebelah
"Aku tadi hampir terlambat,Soalnya aku abis nganter Clara sekolah.. " sahutnya
"Aduhhh.. si lucuku udah sekolah.. " membayangkan Karina yang sangat menggemaskan itu.
Karina begitu menikmati suasana sekolahnya. Perkenalan dengan teman baru, Belajar banyak dan banyak yang dia rasakan lainnya.
" Ayooo.. anak anak, Perkenalkan diri kalian kepada teman baru kita... Di mulai dari Karina yaa.. ayo maju nak " Sambut gurunya
Karina berjalan dengan percaya dirinya kedepan untuk memperkenalkan diri pada teman temanya.
" Hallo.. teman teman, Namaku Karina Putri Claraya. Kalian biasa panggil aku Karina "
" perkenalkan orang tuamu juga ya nak " suruh seorang guru.
"Baik bu.. " sambut Karina bahagia dengan wajah polosnya. " Mamaku adalah Clara.. " sambungnya lagi
" Siapa nama papahmu nak.. "
" papah... Karina tidak punya papah bu " wajah polosnya berhenti tersenyum. Temannya pun terlihat kebingungan dengan Karina.
"Iya sudah tidak apa apa nak.. ayo beri tepuk tangan buat Karina "
Gurunya mempersilahkan Karina kembali untuk duduk bersama teman temannya.
Jam menunjukan 10.00 WIB. Karina dan temannya di pulangkan dari sekolahnya.
Karina sesekali melihat temannya di jemput oleh ayahnya, kedua oranh tua yang lengkap.
Marteen yang duduk di depan menunggu Karina , menghampiri Cucunya yang nampak berjalan melihat teman temannya.
" Ehhh sayang.. cucu kakek.. ayoo pulang "Marteen memegang tangan cucunya itu
Karina yang kembali tersernyum menyambut kakek kesayangannya itu.
Merteen membawa cucunya itu pulang tanpa mampir. "Bagaimana sekolah pertamamu nak.. "
"Sangat menyenangkan kek, Karina juga punya teman baru di sana.. "senyum semringah Karina
Marteen dan Karina sampai rumah di sambut oleh wajah bahagia Indah.
" ehhh cucu nenek udah pulang.. bagaimana sekolah pertamamu nak? "tanya Indah dengan memeluk cucu gemasnya itu
"Baik nek.. sangat menyenangkan " dengan membalas pelukan neneknya dan mencium pipinya
" Iya sudah.. ayo ganti baju mu dulu,nanti istirahat sebentar lalu makan terus tidur siang yah.. " kata Indah
"Baik nek.. " menuju ke atas bersama Indah
Karina nampak tidur siang setelah makan seperti biasanya. Begitu pula Indah yang turun ke bawah untuk menghampiri Marteen yang akan kembali ke kantornya.
******
"Ayo Na.. kamu mau bareng gak pulangnya "Ajak Clara sambil membereskan meja kerjanya
"Kamu duluan aja Ra.. aku masih ada kerjaan nih" Sahut Ana.
Clara bergegas pulang karena sudah sangat rindu kepada Karina.
Sesampainya di rumah, Karina menyambut Clara dengan memeluknya.
Kebetulan pas sekali Indah sedang memepersiapkan makan malam hari ini.
"Wah.. pas sekali makan malam sedang di siapkan, aku sudah sangat lapar mah.. " Clara menghampiri Indah
"Ayo cuci tanganmu lalu pergi makan bersama.. Sekalian panggil papahmu yaa.. "Suruh Indah
Clara pergi cuci tangan dan tidak lupa mengajak Marteen untuk makan malam bersama.
Dengan menu andalan Indah, Mereka menikmati makan malam yang sudah di hidangkan di meja makan.
"Sayang... bagaimana sekolahmu hari ini.. Apa kamu sudah mendapatkan teman?" Tanya Clara pada putrinya
"Saangaat menyenangkan mah.. Karina bahagia sekali.. " jawab Karina dengan wajah sedikit masam
" Tapi kenapa wajahmu begitu tampak tak sebahagia ceritamu sayang.. ada apa??"Tanya Clara
"Tadi Karina maju untuk memperkenalkan diri mah.. Karina di tanya nama mamah dan papah Karina. Karina gak tau nama ayah siapa.. Apa ayah setampan kakek mah "Tanya Karina dengan wajah polosnya
Clara yang tadinya sangat menikmati makan malamnya sekejap menjadi kenyang. Begitu pula dengan Indah dan Marteen yang ikut diam mendengar pertanyaan cucu kesayangannya itu.
"Teman Karina juga banyak yang di jemput ayahnya loh mah.. Teman karina di gendong dan di sayang... " Sambung Karina yang membuat mata Clara semakin berkaca.
Clara yang mendekat dan memeluk Karina yang ada di sebelahnya itu.
" Sabar ya nak.. kalau kamu menjadi anak yang baik berdoa kepada tuhan supaya Karina di kasih ayah yang baik seperti teman teman mu " Memeluk Karina seraya menghapus airmata yang menetes begitu saja di pipinya
"kamu juga udah punya mamah,Kakek dan Nenek yang sangat menyayangi Karina.. Jadi jangan sedih yaa.. berjanji sama mamah kamu akan menjadi anak yang baik untuk mamah,Kakek dan nenek " sambun Clara
Indah yang tak kuasa membendung air matanya ikut menangis sedih mendengar cucu kesayangannya itu.
"Sudah mah.. hapus air matamu itu nanti membuat Karina semakin bingung " Bisik Marten pada istrinya.
Karina di antar ke kamar setelah selesai makan malam oleh Clara. Dia yang mempersiapakan tidur putrinya karena memang sebentar lagi waktunya tidur.
"Mah... Karina mau berdoa dulu supaya di kasih papah sama tuhan.. Soalnya Karina pingin banget punya papah seperti temen karina mah.." Karina yang nampak polos memandang Clara
"Iya sayang... ayo tidur lah ini sudah malam.. besok masih sekolah kan?" Suara Clara menahan nyeri di dadanya.
Clara kembali ke kamarnya, Dia terduduk di sofa dekat ranjang dengan menangis sedih karena pertanyaan polos putrinya.
Indah menghampiri Clara yang duduk itu. Clara langsung memeluk indah yang saat itu duduk di sampingnya.
"Mah... " memeluk erat dan melepaskan tangisnya
"Harus ku katakan apa sama Karina atas semua kesalahan masa laluku dan dengan Roy " sambungnya
Indah yang kembali menitihkan airmatanya itu membalas pelukan hanyatnya
" Sabar ya nak.. pasti suatu saat Karina akan mengerti semuanya. sabar lah nak.. mamah tau perasaan kamu "
Clara yang sedikit tenang karena pelukan dari indah pun tertidur di pangkuan Indah..