Single Mom

Single Mom
Hari Pertama Menjadi Seorang Istri



Untuk yang belum berusia 21+ , jangan baca yah.. 😊😊😊


Mobil yang di kendarai Wirya berhenti di depan rumahnya. Mereka berempat turun dari mobil.


" Roy bawa istrimu istirahat ke kamar mu, Kasian dia pasti kelelahan apa lagi dia sedang hamil " suruh Anjani pada putranya.


Roy mengiyakan lalu mengajak Clara ke kamar untuk istirahat.


Anjani dan Wirya pun masuk ke kamarnya untuk istirahat. Di dalam kamar Wirya yang masih terdiam dengan kerut di dahinya.


" Pah.. ayo bersihkan badan mu lalu istirahat, mamah buatkan teh buat papah " suruh Anjani


Wirya menghela nafas nya dan pergi ke kamar mandi tanpa menjawab Anjani.


Tak lama Wirya keluar dari kamar mandi, duduk di ranjang dan sesekali meminum teh yang di buatkan istrinya.


Anjani lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan.


Anjani sangat mengerti watak Suaminya tersebut, Pasti dia masih sangat kecewa dengan ulah Putranya tersebut.


" Pah.. jangan diam saja seperti ini. Berusaha lah untuk tetap biasa saja, karena bagaimana pun itu juga ada kesalahan kita karena lalai memantau putra kita pah. Kalau papah terus diam seperti ini Kasian mereka, terutama kasian Clara. Dia sedang mengandung cucu kita pah. Nanti bagaimana kalau Clara stres karena sikap papah, kasihan janinnya " Lirih istrinya pada suaminya itu.


Hati Wirya sedikit mencair setelah mendengar perkataan istrinya itu.


Di dalam kamar Roy...


Clara yang masih memakai kebaya putihnya duduk di sofa kamar Roy. Lalu di hampiri oleh suaminya itu.


Roy menghapus air mata yang ada pada pipi istri kecilnya itu.


" Sudah lah sayang.. berhenti memikirkan hal yang sudah menjadi bubur karena tidak akan mungkin kembali menjadi nasi. Yang sudah ya sudah kita jadikan sebagai pengalaman saja " Lirih Roy


" Sudah.. sabar lah sayang, Masih ada aku yang akan menjamin masa depan kita. Aku akan melanjutkan sekolahku yang masih kurang 2 bulan lagi, lalu aku akan giat belajar supaya aku bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan untuk menafkahimu dan anak kita " Roy memeluk Clara


Clara terenyuh dengan perkataan Roy yang dewasa itu. Dia pun sekarang menjadi tenang di pelukan Roy.


" Ayoo bersihkan badan mu, lalu kita istirahat " Suruh Roy pada Clara


Clara mengiyakan lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Saat Clara sedang mandi, Roy masuk ke kamar mandi menyusul Clara. Clara yang saat itu sudah ******** membuat nafsu Roy.


Roy yang menghampiri Clara, mendekatkan Clara di tembok lalu mencium bibir Clara. Tangan Roy yang turun ke gunung kembar Clara dan memainkan puncaknya. Ciuman Roy menambah ganas saat mendengar desahan istri kecilnya itu. Roy dan Clara melakukannya di kamar mandi.


Clara dan Roy kembali ke kamar untuk berganti baju. Roy yang lebih dulu selesai, Menunggu istrinya dengan duduk di ranjangnya.


Clara yang saat itu tengah mengeringkan rambutnya di depan cermin, Roy yang memandan Clara lalu tersenyum " Tidak menyangka aku akan menjadi ayah semuda ini, di usiaku yang baru akan menginjak 19 tahun. Tapi tak apa lah, dengan begini aku sudah menikah secara sah dan bebas melakukan apa saja dengan Clara " gumam Roy dalam hati


Pikiran Roy kembali mesum karena melihat Clara yang tidur tanpa memakai bra, terlihat puncak gunung Clara pada piyamanya itu.


Tak sabar Roy menyusul Clara yang sedang menyisir rambutnya.


" Sayang kau begitu terlihat sangat cantik malam ini " Bisik Roy sambil menciumi pipi Clara dan menggigit telinganya.


" Ihh sayang. .. Aku geli tauu " jawaban Clara sembari membalikan badannya. Lalu mereka berdua berpelukan, Roy semakin menjadi nafsunya karena dadanya menyentuh puncak gunung istrinya yang terasa kenyal dan kecang.


Tak menunggu lama, Roy langsung mencium bibir tipis Clara. Suasana dingin menjadi panas karena gairah Clara dan Roy. Mereka berciuman penuh nafsu lalu dengan hati hati Roy menidurkan istrinya ke ranjang. Roy melepaskan kaosnya melanjutkan aksinya dengan membuka piyama milik istrinya itu.


Suara desahan istrinya membuat Roy menambah bersemangat. Mereka melanjutkan aksi untuk kedua kalinya.


Selesai melakukanya Roy dan Clara terlihat begitu lelah lalu tertidur pulas tanpa benang sehelaipun di tubuh mereka.