She'S My Sister, Not My Girlfriend

She'S My Sister, Not My Girlfriend
Putri Duyung, Katanya~



Disalah satu rumah megah di komplek Lily, seorang gadis tengah termangu menatap lurus keluar jendela.


"Apa aku tanyain aja langsung ya." batin gadis tersebut. "Aarrggh! Kalau gini terus bisa mati penasaran." gadis itu mengacak-acak rambutnya seperti orang yang stres.


TOK TOK TOK


Tiba-tiba terdengar oleh kedua telinga gadis tersebut suara ketukan pintu dari luar.


"Sayang, makan dulu yuk."


"Iya, mah. Bentar. Geby mau ke kamar mandi dulu."


Setelah itu tak ada percakapan lagi dan Geby melangkahkan kakinya kearah kamar mandi untuk sekedar cuci muka.


*SHE'S MY SISTER NOT MY GIRLFRIEND*


Keesokan paginya di kelas XII IPS terlihat Rama sedang sibuk membaca catatan dari pembelajaran minggu kemarin. Pemuda ini bahkan tidak menyadari bahwa seorang wanita tengah menatapnya tepat didepan mejanya.


"Fokus banget bacanya." ucap wanita tersebut dan itu sukses membuat Rama terkejut.


"Astagaa, kaget gue." balas Rama sambil mengelus dadanya sedangkan wanita tadi hanya tertawa kecil melihat ekspresi teman sekelasnya itu. "Kapan datengnya, Geb?"


"Udah lama keles, kamu aja yang fokus banget baca bukunya."


"Ohh, sorry deh. Cuma ngulang doang kok ini." mendengar penjelasan Rama itu, Geby hanya mengangguk dan membentuk bibirnya seperti huruf O


"Cowok menarik, misterius." batin Geby sambil memandang pemuda disampingnya yang kembali fokus dengan buku catatannya.


"Oiya, Ram. Nanti sore sibuk gak?" Rama menutup bukunya lalu menoleh kearah Geby dengan pandangan heran.


"Kenapa emangnya?"


"Gapapa sih, nyari temen aja sih buat joging di taman Kamboja."


"Hoo," Rama mengangguk mengerti. "Liat nanti deh, kalau gak ada kerjaan, nanti gue kabarin."


"WOI!" tiba-tiba sebuah teriakan mengagetkan Rama dan juga Geby.


"Ya ampun, kaget." ucap Geby sambil mengelus dadanya begitu juga dengan Rama..


"Kaget gue, kampret." sewot Rama sambil melempar remasan kertas kearah orang yang berteriak tadi.


"Berduaan aja, pak, bu." ledek pemuda yang baru saya datang itu dan meletakkan tasnya dimeja.


"Emang mau berapa? Di kelas cuma ada gue sama Geby."


"Kalian pacaran?" mendengar itu lantas Rama memiringkan bibirnya.


"Duduk berdua aje dibilang pacaran."


Sedangkan pemuda tadi hanya cengengesan dan duduk dibangku yang ada didepan Geby.


Tak berapa lama kemudian siswa siswi mulai berdatangan satu persatu, begitu juga dengan Niko, Bagus, Bayu dan Fikri teman sekelas Rama. Sambil menunggu bell jam pelajaran pertama berbunyi, mereka mulai membicarakan tentang ujian semester yang tinggal beberapa minggu lagi.


"Kayak biasa sih, yang bakal juara di kelas ini sudah pasti Geby." ucap Fikri memandang kearah Geby, sedangkan gadis yang dimaksud hanya tertawa kecil.


"Belum tentu juga sih, kalau kalian belajar serius pasti bakal bisa ngalahin aku kok."


"Mau berusaha gimanapun gak bakal bisa, lo kan biasanya sehabis sekolah ada les private. Enaknya jadi orang kaya, ya." sahut Bayu sambil melempar-lemparkan pulpennya keudara.


"Enak dari mana?" batin Rama memandang kearah teman-temannya yang setuju dengan ucapan Bayu tadi tentang enaknya menjadi orang kaya. Bagi Rama hal tersebut justru membosankan, karena ada beberapa tuntutan yang wajib dia lakukan sebagai anak dari orang yang paling berpengaruh di dunia bisnis di seluruh Indonesia. Meskipun kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan apapun yang ia lakukan, tapi tetap saya ia tidak bisa seenaknya.


*SHE'SY SISTER, NOT MY GIRLFRIEND*


Sore harinya, kini Rama sedang berada di taman Kamboja dengan seorang gadis disampingnya. Gadis ini fokus menjilat es krim yang ia beli sebelumnya sambil berjalan. Sedangkan Rama hanya meminum kopi susu kaleng yang juga ia beli bersamaan dengan es krim gadis disampingnya.


"Oiya, Ram. Katanya rumah kamu deket sama taman Kamboja, dimananya?" mendapat pertanyaan itu membuat Rama terdiam dan sedikit kebingungan untuk menjawab.


"Eee, kenapa emangnya?"


"Nggak sih, pengen tau aja."


"Ee, i-itu, errrr ...." pemuda ini tampak kebingungan untuk menjelaskan kepada gadis disampingnya.


"Kenapa?"


Mendapat jawaban seperti itu membuat gadis disampingnya menatap dengan tatapan menyelidiki.


"Jangan bohong sama putri duyung."


"Hah?" Rama tampak bingung dengan perkataan gadis disampingnya. "Apa tadi? Putri duyung?" sambung Rama memastikan.


"He'em, aku kan putri duyung." mendengar itu membuat Rama memiringkan bibirnya.


"Mana ada putri duyung didarat."


"Ohh, jangan salah. Aku udah hampir menjadi manusia sempurna."


"Ohya?"


"Iya dong," sahut gadis itu lagi dengan mantap. "Tunggu aja nanti pas bulan purnama tiba aku akan berubah seutuhnya menjadi ...."


"Serigala." potong Rama cepat dan itu sukses membuat gadis disampingnya kesal.


"Putri duyung! Enak aja serigala, cantik gini dibilang serigala." balas gadis itu lagi sambil mengibaskan rambutnya kearah Rama sampai-sampai Rama mencium aroma shampo yang gadis itu gunakan.


"Iya-iya, putri dugong."


"Ihhh! Putri duyung!"


"Putri gayung." balas Rama terkekeh.


"Ish!" gadis itu kesal dan meninggalkan Rama yang masih tertawa.


"Ngambek, neng?" goda Rama yang sudah berjalan disamping gadis tersebut.


"Bodo!" mendengar itu membuat Rama terkekeh.


"Iyaiya, putri duyung." ucap Rama sambil tertawa.


"Huh! Akhirnya mengakui juga kalau aku putri duyung." lagi-lagi Rama tergelak mendengar penuturan gadis disampingnya itu.


"Iya, habisnya putri duyungnya galak sih."


Mereka berdua pun tertawa dengan percakapan sebelumnya, gadis yang bersama Rama tadi adalah Geby. Karena pas di sekolah Geby meminta Rama untuk menemaninya joging sore hari di taman.


"Ram, kamu ada hubungan apa sama Ryma dari kelas IPA?"


"Ryma? Ohh, dia temen gue. Temen pas kecil dulu." jawab Rama yang lagi-lagi terpaksa berbohong


"Oohh, gitu." Geby mengangguk percaya. "Terus beberapa waktu lalu aku liat kamu keluar dari mini market di komplek Lily pake mobil, kamu tinggal di komplek itu ya?"


"Gllpp." tiba-tiba Rama tersedak saat hendak meminum kopi susu miliknya akibat pertanyaan Geby.


"Eee, i-itu...." kali ini Rama benar-benar kebingungan untuk mencari alasan. Sedangkan Geby menatap Rama tajam sambil menunggu jawaban dari pemuda disampingnya. "Salah liat kali." sambung Rama.


"Gak mungkin, kamu kira aku ini rabun. Jelas-jelas aku liat wajah kamu."


"Eee, bisa aja, kan? Lo salah liat, gue..., gue mana punya mobil." sahut Rama yang mulai panik ditatap Geby dengan tatapan curiga.


"Yaudah deh, kayaknya emang salah liat kemarin." balas Geby yang kembali menjilati es krimnya yang mulai mencair.


"Haahh, untung aja dia gak nanya lagi." batin Rama berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"Hmm, aku mau pulang aja deh, udah mau jam 6 juga nih."


"Mau gue anter gak?" mendengar itu Geby lantas menoleh.


"Emang gak ngerepotin?"


"Nggaklah, kan gue sendiri yang nawarin." sahut Rama enteng. "Sekalian gue mau liat-liat keadaan komplek orang kaya." sambung Rama nyengir.


"Yaudah, ayo."


#BERSAMBUNG ....


Im back hehe, maaf ya lama gantungin.