She'S My Sister, Not My Girlfriend

She'S My Sister, Not My Girlfriend
Siswa dan Siswi Pindahan



*SHE'S MY SISTER, NOT MY GIRLFRIEND*


.


.


.


( PROLOGUE )


She's my sister, not my girlfriend, apa jadinya kalau banyak orang yang mengira bahwa kalian itu adalah sepasang kekasih? Padahal kenyataannya kalian adalah saudara kembar, begitulah kehidupan yang dijalani oleh kedua kakak beradik didalam cerita ini, banyak orang-orang menyangka bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sangat serasi. Bagaimana tidak, pemuda tampan disandingkan dengan gadis cantik, tentu itu sering membuat orang yang melihat merasa iri.


Bagas Rama Pratama, pemuda tampan yang memiliki sifat cuek, dingin dan terkesan tak peduli dengan sekitar, dengan tinggi badan 180 cm tentu menambah daya tarik dirinya dimata para wanita. Dengan sifatnya yang terkesan misterius sering membuat wanita gemas dengan dirinya, banyak yang mencoba untuk merayu, tapi jauh dari harapan, Rama bahkan tidak menoleh sedikitpun kearah mereka.


Billa Ryma Pratama, gadis cantik dengan lesung pipi yang selalu menjadi daya tarik dari dirinya. Ia juga kakak dari Rama, ketika mereka jalan bersama banyak yang mengira mereka adalah sepasang kekasih. Tapi nyatanya mereka adalah saudara kembar. Ryma memiliki sifat yang sangat bertolak belakang dengan Rama, sosok Ryma lebih ceria dan periang dimanapun ia berada, Ryma juga sering berlaku manja terhadap saudara kembarnya yang mana hal tersebut membuat orang semakin yakin bahwa mereka adalah sepasang kekasih.


Karena sering mendapat pertanyaan tentang hubungan mereka, Rama dan Ryma sepakat ketika ada yang bertanya apakah mereka sepasang kekasih, maka jawaban mereka adalah 'Iya'. Tak peduli dengan orang yang salah paham dengan hubungan mereka, itu karena mereka sudah merasa bosan dengan pertanyaan yang sama.


Mereka berdua adalah siswa pindahan dari Bandung ke Jakarta, awalnya Rama hanya meminta hanya dia yang ingin pindah sekolah, tapi Ryma menolak dengan keras permintaan adiknya tersebut, bahkan Ryma sampai menangis meminta kepada kedua orang tuanya agar ia juga dipindahkan sekolah bersama Rama. Karena tak tega, mau tak mau akhirnya kedua orang tua Rama dan Ryma mengizinkan mereka berdua pindah ke Ibukota untuk bersekolah.


( PERMULAAN )


"Rym, buruan. Lima belas menit lagi bell loh." teriak seorang pemuda yang sudah siap diatas motor maticnya dengan seragam sekolah dan atribut lengkap.


"Bentar, gue lupa naro helm." sahut gadis dari dalam rumah tak kalah nyaring dari pemuda tadi.


"Astagaaa ...." pemuda itu menggosok kasar wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Yuk berangkat." ucap Ryma sambil menepuk pundak adiknya tersebut.


"Lama amat lu nyari helm, udah tau ini hari pertama kita di sekolah baru." Rama terlihat kesal dengan Ryma yang seolah tak menganggap kejadian beberapa menit lalu.


"Ya maaf, namanya juga lupa." sahut Ryma enteng sedangkan Rama langsung keki.


"Yaudah buru berangkat ...."


Dengan kecepatan tinggi Rama memacu motor maticnya menuju sekolahnya, jalanan terlihat basah karena hujan tadi malam. Ryma merasa sedikit takut karena Rama melajukan motornya diatas jalanan yang licin, karena takut jatuh, ia melingkarkan tangannya dipinggang Rama karena adiknya tersebut mulai menaikan kecepatan motornya.


Setelah beberapa menit mereka akhirnya sampai disekolah tepat waktu, karena tidak tahu dimana letak ruang kepala sekolah, Rama memilih mengikuti Ryma dibelakang karena setelah dari parkir Ryma berjalan lebih dulu daripada Rama


"Rym, lu tau ruang kepala sekolah?" tanya Rama setelah merasa perjalanan mereka seperti tidak sampai ketempat tujuan. Mendapat pertanyaan seperti itu dari adiknya, Ryma memutar tubuhnya dan menatap polos kearah Rama.


"Nggak." jawab Ryma sambil menggelengkan kepalanya. Mendengar jawaban dari kakaknya itu seketika Rama menjadi keki dan menatap kesal.


"Ya Tuhan, apa salah hamba sampai-sampai harus punya kakak seperti ini." batin Rama


Rama yang terlanjur kesal dengan Ryma langsung saja meninggalkan kakaknya tersebut dan mulai mengedarkan pandangannya kesegala arah, tak berapa lama ia melihat seorang pria paruh baya tengah menyapu disekitar tangga. Merasa itulah satu-satunya harapan untuk bisa sampai ke ruang kepala sekolah tepat waktu, Rama langsung mendekati pria paruh baya tersebut.


"Permisi, pak. Mau tanya, ruang kepala sekolah dimana ya?" tanya Rama langsung, pria paruh baya tersebut menoleh sebentar kearah Rama.


"Ruang kepala sekolah ya? Lurus aja, den. Nanti ada simpangan belok kiri, nah disitu lurus aja ada kok tulisannya ruang kepala sekolah disebelah kiri."


Setelah berterima kasih, Rama langsung melangkahkan kakinya kearah sesuai petunjuk pria paruh baya tadi dengan diikuti Ryma dibelakangnya.


Ryma menyadari bahwa saudara kembarnya itu tengah kesal kepadanya, itu karena Rama yang sedari tadi tak menoleh sedikitpun kearahnya. Dengan sedikit mempercepat langkahnya, Ryma langsung memeluk Rama dari belakang.


"Rym, apaan sih. Ini di sekolah loh, nanti kalau diliat orang bisa gawat."


"Lo marah sama gue?" tanya Ryma dengan suara sedih yang dibuat-buat.


"Rym, udah ah. Lepasin." Rama mencoba berontak dan berusaha melepaskan pelukan kakaknya dari belakang.


"Nggak! Kalau lo gak maafin gue."


"Astagaa, gue gak marah sama lo!" bentak Rama dengan suara pelan karena takut terdengar oleh siswa ataupun guru.


"Katanya nggak marah, tapi ngebentak ...." Ryma mulai mengeluarkan jurus andalannya.


"Ya Tuhaaann, biaya rumah sakit jiwa satu malam berapa sih?!" batin Rama yang mulai kesal dengan tingkah kakaknya.


Perlahan Rama memutar tubuhnya agar menghadap kearah Ryma, karena perbedaan tinggi badan, Ryma memeluk tubuh Rama dengan kepala mendongak keatas untuk menatap mata Rama.


"Gue gak marah sama lu kakak gue yang cantik ...." ucap Rama sambil menekan kedua telapak tangannya dipipi Ryma. Sedangkan Ryma terus menatap sendu kewajah Rama dengan dagu menempel didada bidang adiknya tersebut.


"Beneran?" tanya Ryma sendu dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.


"Iya ...."


*SHE'S MY SISTER, NOT MY GIRLFRIEND*


Setelah permasalahan selesai, mereka berdua melanjutkan mencari ruang kepala sekolah agar bisa secepatnya masuk ke kelas mereka masing-masing.


"Permisi ...." ucap Ryma setelah mengetuk pelan pintu. Tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan terlihat wanita paruh baya yang sangat cantik diusianya.


"Iya? Ada apa?"


"Ini, bu. Perkenalkan saya Ryma dan ini Rama adik saya, kita siswa baru ...."


"Oohh, kalian berdua, kepindahan kalian sudah diurus sama orang tua kalian kemarin, jadi hari ini kalian berdua udah bisa bersekolah disini."


"Ah, iya bu. Makasih banyak."


"Yasudah, ayo ibu antar kalian ke kelas."


Mereka bertiga melangkahkan kaki menuju tangga yang tak jauh dari ruang kepala sekolah.


"Oiya, pertama kita ke kelas Ryma dulu, kelas IPA 2 ada dilantai tiga, habis itu baru ke kelas Rama di lantai empat." ucap kepala sekolah kepada Rama dan Ryma, sedangkan kakak beradik itu hanya menganggukan kepala.


"Oya, bu. Lab biologi sama lab kimia dimana?" tanya Ryma.


Setelah sampai di lantai tiga, mereka langsung menuju kelas 12 IPA 2 yang akan menjadi kelasnya Ryma.


Setelah mengetuk pintu, kepala sekolah langsung masuk dan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar dan memberitahukan bahwa kelas mereka kedatangan siswi baru.


"Sini masuk, nak." panggil kepala sekolah kepada Ryma, sedangkan Rama menunggu diluar. "Perkenalkan diri kamu." sambung kepala sekolah.


"Halo semuanya, perkenalkan nama aku Billa Ryma Pratama, biasa dipanggil Ryma, aku pindahan dari Bandung. Semoga kita bisa berteman baik dan salam kenal." ucap Ryma sambil membungkukkan badannya, Ryma memperkenalkan dirinya dengan ceria dan bersemangat.


"Widih, cewek cantik, Zy." bisik salah satu siswa kepada teman sebangkunya.


"Iya, lumayan ada yang seger dikelas." sahut siswa yang dipanggil Zy oleh temannya tadi.


Ryma dipersilahkan duduk dibangkunya, mulai terdengar grasak grusuk oleh siswa laki-laki yang mengagumi pesona dari Ryma. Bagaimana tidak, Ryma adalah gadis cantik dan bahkan merupakan primadona di SMA saat ia di Bandung. Ditambah sosoknya yang murah senyum dan ceria memberikan kesan tersendiri dihati para siswa laki-laki dikelas tersebut.


Setelah Ryma selesai, kemudian kepala sekolah mengantar Rama menuju kelas 12 IPS 3 yang berada di lantai empat. Sama halnya seperti kakaknya sebelumnya, Rama kini berdiri didepan kelas dengan sedikit canggung karena siswi dikelas tersebut tampak heboh karena dirinya.


"Kalau gini ceritanya, gue gabakal betah lama-lama dikelas." batin Rama yang merasa tidak nyaman.


"Perkenalkan nama saya Bagas Rama Pratama, biasa dipanggil Rama. Salam kenal ...." Rama memperkenalkan dirinya singkat dan membungkukkan badannya.


"Hai Rama, salam kenal ...." para siswi mulai heboh kembali dan sibuk membalas perkenalan dari Rama sebelumnya.


"Iihh, ganteng banget siihh. Gemeeesss." ucap salah satu siswi dengan sambil memeluk tubuhnya sendiri.


"Iya, gemes banget. Cocok sama aku." sahut siswi disebelahnya.


Guru pengajar dan kepala sekolah hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan muridnya.


*SHE'S MY SISTEE, NOT MY GIRLFRIEND*


Tak terasa bell istirahat pertama berbunyi, sebagian siswa dan siswi berhamburan untuk segera ke kantin untuk mengisi perut. Dikelas Ryma, teelihat gadis satu ini tengah membereskan buku catatan dan pulpennya.


"Hai, kenalin aku Veranda. Ketua kelas dikelas ini." ucap gadis bernama Veranda dengan ramah sambil mengulurkan tangannya kearah Ryma


"Halo, Veranda. Wahh, ketua kelas ya? Keren." sahut Ryma sambil membalas uluran tangan Ve.


"Aku juga, aku juga mau kenalan." ucap seorang gadis disamping Ve dengan semangat mengulurkan tangannya. "Kenalin aku Sinka hehehe." sambung gadis bernama Sinka cengengesan.


"Aku Mion, salam kenal."


"Aku Vanya, salam kenal Ryma."


Ryma merasa senang karena dihari pertamanya ia bisa langsung mendapat teman, apalagi mereka semua terlihat baik dan tulus. Setelah selesai berkenalan, Sinka mengajak mereka semua untuk ke kantin.


"Rym, nanti pas di kantin, lo jangan kaget ya pas liat porsi makan nih anak." ucap siswa laki-laki yang tiba-tiba berada disamping Sinka.


"Emangnya kenapa?" Ryma penasaran.


"Nih anak hobi makan, liat aja nanti."


"Iihh, Arya! Apaan sih. Namanya juga laper."


Mendengar protes dari Sinka membuat mereka semua tertawa.


"Oiya, kita belum kenalan. Nama gue Arya." ucap Arya sambil menyodorkan tangannya.


"Ryma, salam kenal." Ryma membalas uluran tangan Arya.


"Nah kalau ini namanya Izy." ucap Arya lagi memperkenalkan Izy kepada Ryma.


"Izy, salam kenal."


"Salam kenal juga." balas Ryma sambil tersenyum manis.


Setelah sampai di kantin, terlihat keadaan kantin penuh dengan murid-murid yang kelaparan.


Ryma mengedarkan pandangan untuk mencari tempat duduk kosong untuk mereka semua, saat mencari tempat duduk, tak sengaja mata Ryma dan Rama bertemu. Ryma tersenyum melihat saudara kembarnya yang terlihat sudah memiliki beberapa teman seperti dirinya.


"Eh-eh, itu ada tempat duduk, buru kesana nanti diambil orang." Veranda langsung menarik tangan Ryma agar mengikutinya.


Kebetulan tempat duduk yang dituju oleh Ryma dan teman-temannya melewati meja Rama.


"Eh, itu siapa? Murid baru juga ya?" tanya Sinka yang menyadari keberadaan Rama.


"Iya ya, kayaknya murid baru deh. Soalnya aku baru liat." sahut Vanya.


"Ganteng bangeett ...." Mion melihat kearah Rama yang makan baksonya dengan tenang.


"Liat deh cara makannya, tenang banget, kayaknya anak orang kaya deh."


"Emang gitu?" tanya Arya penasaran dengan ucapan Sinka.


"Iya, gitu sih yang sering aku liat di tivi. Makannya orang kaya itu tenang dan elegan."


"Korban drakor lu!" ucap Izy sambil menendang kesal kaki Sinka.


Setelah memesan makanan mereka, Ryma langsung makan dengan tenang seperti halnya Rama, Veranda yang menyadari itu mulai penasaran dengan sosok Ryma, Veranda tidak protes dengan pernyataan Sinka sebelumnya, bahkan ia setuju dengan Sinka yang mengatakan cara makan Rama itu seperti orang kalangan atas, dan kini hal itu ia lihat lagi di diri Ryma teman barunya.


"Apa mereka memiliki hubungan ya?" batin Veranda sambil menatap Ryma dan kemudian beralih kearah Rama.


*SHE'S MY SISTER, NOT MY GIRLFRIEND*


#BERSAMBUNG....


Jangan lupa tinggalkan komentar kalau suka cerita "She's My Sister, Not My Girlfriend" biar saya lebih semangat buat up next episode hehe.


Kalau ada masukan, kritik dan saran juga silahkan coret-coret dikomentar agar saya bisa memperbaiki tulisannya di next episode.