
Rama dan Mion tanpa sadar terus berjalan beriringan, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka. Baik itu Rama ataupun Mion terlihat menikmati es krim yang baru saja mereka beli.
DUK
Tiba-tiba bola basket yang entah dari mana datangnya langsung mengenai kepala Mion dan membuat gadis berambut sebahu ini meringis.
"Aduuh, sakit." ringis Mion sambil mengusap kepalanya, Rama yang melihat itu mendekatkan dirinya kearah Mion, tanpa persetujuan Mion tiba-tiba saja Rama mengusap puncak kepala Mion yang terkena bola dan itu sukses membuat Mion tertegun, apalagi kini jarak mereka cukup dekat, Mion yang hanya sebatas dagu Rama mendongakkan kepalanya dan menatap sendu kearah Rama. Sadar dirinya diperhatikan membuat Rama menoleh dan melihat ekspresi Mion yang ingin menangis.
"Napa lo? Kaget pertama kali liat gue dari dekat?" tanya Rama percaya diri.
"Narsis!" sewot Mion meski harus ia akui bahwa pemuda didepannya ini memang tampan dan enak dipandang.
"Terus?"
"Sakiitt ...." sahut Mion dengan nada seperti ingin menangis dan itu membuat Rama memutar malas kedua bola matanya.
"Terus gue harus ngapain? Udah gue elus gini juga da ...." belum selesai Rama bicara, tiba-tiba Mion menangis sejadi-jadinya.
"Waaaaa, kamu jahaatt!" tangis Mion pecah dan itu membuat Rama bingung dengan gadis didepannya.
"Lo kena ...."
"Jadi gitu!? Setelah kamu hamilin aku, kamu mau ninggalin aku!? Tega kamu, mas!" ucap Mion setengah berteriak, sontak mereka berdua menjadi sorotan pengunjung disekitar mereka. Rama yang sadar dirinya dan Mion diperhatikan mulai sedikit canggung dan salah tingkah, terlebih ada beberapa ibu-ibu paruh baya mendekatinya dan menasihatinya untuk menjaga Mion dan calon anak mereka sebaik mungkin. Rama yang mendengar itu hanya tersenyum canggung dan mengiyakan.
"Jaga bayi kalian baik-baik, kamu harus tanggung jawab dengan anak dan istri kamu." ucap salah satu ibu sambil mengelus puncak kepala Mion, sedangkan Mion masih menangis sesenggukan.
"Errr, i-iya, bu. Saya pasti jaga i-istri dan anak saya baik-baik." sahut Rama dengan malu.
Mion yang mendengar itu langsung memeluk tangan Rama dengan masih sesenggukan.
"Bener ya jaga aku baik-baik " ucap Mion sambil memandang sendu Rama.
"Iya." kini Rama tidak tahu harus berbuat apa dan mengiyakan setiap perkataan Mion dan ibu-ibu didepannya.
Setelah kepergian kumpulan ibu-ibu tadi, Rama langsung menatap tajam Mion yang kini berusaha menahan tawanya.
"Apa maksud lo tadi hah!?"
"Hahaha." akhirnya tawa Mion pecah, ia telah berhasil mengerjai Rama dengan berpura-pura tengah mengandung anak dari pemuda tersebut, sampai-sampai Rama diomeli oleh beberapa ibu-ibu. Rama yang baru saja sadar bahwa dirinya berhasil dikerjai oleh Mion langsung berbalik untuk meninggalkan gadis tersebut.
Mion yang melihat itu langsung mengejar Rama sambil terus tertawa, kini Mion sudah berdiri disamping Rama dan mengikuti tiap langkah kaki panjang Rama.
"Itu tadi balasan buat kamu karna udah gadain aku ke abang es krim." ucap Mion sambil tersenyum kemenangan.
"Terserah." balas Rama cuek dan terus memandang kedepan.
Mion kembali tertawa karena telah berhasil mengerjai pemuda disampingnya sekarang, ia teringat ekspresi salah tingkah Rama saat dinasihati oleh ibu-ibu tadi.
"Gimana? Kesel gak? Itu perasaan aku tadi pas digadain ke abang es krim loh." Rama terus melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan Mion.
Sampai akhirnya Rama tiba ditempat dimana ia memarkirkan motornya dan langsung memakai helm yang tergantung dispion.
"Ngapain lo ngikutin gue?" sinis Rama kepada Mion yang kini sudah tersenyum lebar didepan motornya.
"Anter pulang dong, hehe." pinta Mion cengengesan dan melupakan perbuatannya tadi. Melihat itu membuat Rama berdecak dan melihat arlojinya yang sudah menunjukan pukul 17.48 sore.
Rama menghidupkan motornya dan memutar motornya, Mion yang merasa akan ditinggal oleh Rama langsung cemberut dan melipat kedua tangannya ke dada.
"Ngapain malah bengong, buru naik." ucap Rama sambil menoleh kebelakang dan melihat Mion yang masih berdiam diri ditrotoar. Mion yang mendengar itu lantas tersenyum dan mendekati Rama.
"Helmnya?" tanya Mion polos sambil menyodorkan tangannya, Rama yang melihat itu langsung mengambil helm Ryma yang selalu berada dibagian belakang motor sportnya.
Gadis berambut sebahu itu dengan senang hati menerima helm yang dikasih oleh Rama dan langsung memakainya.
"Ini gimana ngaitinnya sih," baru beberapa detik lalu ia tersenyum manis karena Rama mau mengantarnya, sekarang ia malah kesal dengan helm yang ia kenakan karena kesusahan mengaitkan pengait helm.
"Masang gini aja ga bisa," Rama langsung membantu Mion memasang helmnya, lagi-lagi Mion tertegun dengan perilaku pemuda didepannya ini yang seolah-olah perhatian kepadanya, padahal bagi Rama yang ia lakukan hanyalah sekedar membantu Mion agar ia bisa cepat pulang.
Selama diperjalanan, lagi-lagi tak ada kata keluar dari mulut mereka, Mion hanyut dengan pikirannya sendiri sedangkan Rama masih kesal karena berhasil dikerjai oleh Mion.
Sampai dilampu merah akhirnya Mion membuka obrolan.
"Kenapa emangnya? Kangen lu?" balas Rama dingin.
"Idihh, sorry ya. Gadis secantik Jenifer Hanami gak ada waktu buat kangen sama cowok kayak kamu." sahut Mion cepat dan sedikit kesal dengan percaya diri Rama.
"Ohya? Emang gak kangen?"
"Nggak sama sekali." balas Mion lagi dengan mantap.
"Masa gak kangen sama suami sendiri."
"Diih! Suami-suami! Emang kapan kita nikah, hah!?" sewot Mion.
"Bukannya tadi lo bilang lagi hamil anak gue?"
PLAK
Mion langsung menggeplak helm Rama dari belakang tanpa ragu.
"Itu cuma becanda, Awas aja kalau kamu nganggep beneran."
"Yaahh, padahal gue ngira beneran." balas Rama seolah-olah kecewa.
"Huek! Sorry ya, gak sudi sama cowok nyebelin kayak kamu."
"Apa itu pantas diucapkan kepada suami sendiri?"
PLAK
Lagi-lagi Mion menggeplak helm Rama, kali ini sedikit lebih keras sampai membuat Rama meringis sebentar.
"Berisik!"
"Jangan galak-galak, nanti anak kita juga ikutan galak loh." Mion yang mendengar itu semakin kesal dan memcubit pinggang Rama.
"Tega banget suami sendiri dicubit gitu." ucap Rama terkekeh karena cubitan Mion tadi tidak berasa.
"Diem!"
"Jadi gimana?" tanya Rama lagi.
"Gimana apanya!?" balas Mion ketus.
"Anak kita nanti dikasih nama siapa?"
"RAMAAA!!! IIHH! NYEBELIN BANGET SIH JADI COWOK!" dengan geram Mion mencubit pinggang Rama lagi. "Sekali lagi kamu ngomong suami istri atau anak, Mion bakar tuh mulut."
"Wahh, KDRT." sahut Rama sambil tertawa.
Mion yang mendengar itu sangat kesal dan panas kupingnya.
DUK
Tanpa ragu Mion menjedukkan helm yang ia kenakan ke helm Rama dengan kesal, namun itu justru membuat Rama semakin tergelak. Karena niatnya untuk balas dendam membuat Mion kesal sukses. Ya, yang Rama lakukan tadi hanya untuk membalas perbuatan Mion di taman tadi.
Ia juga tak menyangka bahwa Mion akan sekesal itu kepada dirinya yang seolah-olah mengiyakan perkataan Mion waktu di taman. Bisa dibilang yang Rama lakukan tadi hanya bertaruh dengan usahanya, karena yang ia lakukan tadi bukanlah sesuatu yang biasa Rama lakukan kepada orang lain selain kakaknya. Karena pada dasarnya Rama bukanlah orang yang banyak bicara didepan umum, bahkan ia orang yang terkesan cuek dan dingin dengan sekitar.
Hanya saja ketika ia mengingat Mion yang sukses mengerjainya, terbesit niat untuk membalas dan bertaruh dengan usahanya yang harus menjadi orang lain.
*SHE'S MY SISTER, NOT MY GIRLFRIEND*
#BERSAMBUNG ...
Jangan lupa tinggalkan komentar jika terhibur dan klik jempolnya jika suka dengan cerita She's My Sister Not My Girlfriend ini, dan vote agar author semakin semangat untuk melanjutkan tiap episodenya.
Terakhir, jaga kesehatan semuanya...
Makasiihh