
" gembrot kenapa kau masih belum membuang sampahnya.. " ujar kamal seraya menunjuk ke tempat sampah yang penuh dengan bekas makan roti mereka maupun kertas
" biar aku saja... " ujar Sa'id seraya menatap tajam ke arah Kamal
" apa !! kamu berani... " tantang kamal
Sa'id pun langsung mengepalkan tangannya tapi Talitha yang melihat itu langsung menggenggam tangan milik sahabat nya itu dengan lembut
Talitha tak ingin melihat Sa'id berurusan dengan Kamal karena sudah terlalu sering Sa'id masuk ruang BK karena menolong Talitha
karena Kamal merupakan anak dari yang punya separo yayasan ini ia merasa berkuasa dan hampir guru tak ada yang berani yang berurusan dengan nya ..
" tidak , biar aku saja kamu lanjutkan saja ngerjain tugas mu.. " ujar Talitha pada Sa'id
" aku antar ya tha... " ujar Lala
" cepetan , malah asik mengobrol " ujar Kamal
Talitha menggelengkan kepalanya seraya tersenyum menolak Lala secara halus
" biar aku sendiri saja... " ujar nya
" iya, aku akan segera membuangnya.. " jawab Talitha seraya meninggalkan tempat duduk nya
teman-temannya Kamal tersenyum melihat itu
" cih dasar gembrot..." ujar salah satu teman Kamal
Talitha yang mendengar itu hanya menelan Saliva nya
brug....
" up...
maaf GX sengaja... " ujar salsa , menendang tempat sampah nya sehingga semua sampah berserakan di depan kelas
" cih , gitu ajah GX becus.... " ujar Kamal
talitha sempat melihat ke arah Kamal dan lanjut langsung mengumpulkan kembali sampah tersebut ke dalam tempatnya
" dasar Dajjal.... ada ya orang seperti itu... " ujar Lala geram...
TPA
Talitha lebih memilih duduk sebentar di kursi panjang yang ada di dekat tempat pembuangan akhir untuk sekedar menenangkan hatinya dan kesedihannya karena tak jarang anak yang lewat di sana kecuali anak anak yang bermasalah atau nakal yang suka berkeliaran di sana sekedar untuk merokok atau pun bolos dari jam pelajaran
" sedang apa di sini... " ujar Afnan yang baru saja mengontrol lokasi takut-takut ada anak yang sedang merokok atau bolos
Talitha yang mendengar ada suara pun langsung melihat ke arah suara
Afnan yang mendengar itu langsung tersenyum dan ikut gabung untuk duduk dengan Talitha
Talitha yang melihat Afnan duduk tepat di sampingnya itu langsung melirik ke arah Afnan dan Talitha pun langsung memilih berdiri dengan cepat
" mau kemana ? katanya mau ngaso " ujar Afnan
" aku harus kembali ke kelas... udah terlalu lama aku ada di sini..." ujar Talitha pelan dengan pandangan terus menatap ke arah bawah
" duduklah dulu .. ada yang ingin aku omongin... " ujar Afnan
Talitha yang mendengar itu langsung melihat ke arah Afnan dengan posisi masih berdiri dan kembali menundukkan kepalanya
" apa ... " ujar Talitha pelan
Afnan kembali tersenyum kecut
" duduklah terlebih dahulu... " ujar Afnan seraya menepuk bangku yang di samping nya
tapi Talitha langsung menggelengkan kepalanya
" ok... " Afnan menganggukkan kepalanya
" seberapa sering kamu di ganggu oleh teman sekelas mu... " tanya Afnan
" aku tak merasa di ganggu oleh teman-teman ku... " ujar Talitha bohong seraya menggelengkan kepalanya dengan cepat
Talitha berbohong karena takut kalau ia berkata yang sebenarnya teman-temannya akan semakin menjadi dan akan berimbas pada sahabatnya juga ..
" jangan bohong , katakan saja semuanya pada ku aku akan membantu mu aku akan ada di belakang mu jika kau berkata jujur kita bisa melaporkan mereka ke pihak sekolah .. " ujar Afnan
" jangan ... jangan semakin mempersulit hidup ku ... dan satu lagi aku mohon jangan pernah mendekat ke arah ku dan jangan pernah bantu aku lagi aku jika kau melihat aku dalam ke sulit Tan atau pun tidak ... " ujar Talitha
Afnan yang mendengar itu langsung menatap heran ke arah gadis remaja yang ber tubuh gemuk itu
" kenapa aku kan sebagai ketua OSIS juga bertanggung jawab terhadap itu ??... " ujar Afnan heran
" aku mohon tapi bersikap biasa saja dan pura-pura lah tak melihat ku seperti yang lain... " ujar Talitha
" aku tidak bisa mengikuti permintaan mu, memang nya kenapa jika aku menolong mu , udah sewajarnya..." ujar Afnan tegas " aku tidak suka jika ada anak yang kurang ajar di masa ke kepemimpinan ku... " ujar Afnan kembali tegas
" aku pamit dulu.... " Talitha pun langsung mengambil langkah seribu meninggalkan tempat itu...
Afnan yang melihat itu hanya bisa menatap nya dengan seribu pertanyaan di pikiran nya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen