SHATARA

SHATARA
monic



" kakak mu belum pulang... ? " tanya ayah Ilham


" udah, mih bekal yang masak kakak yah.. " ujar Daffa


" mmm,, biarkan kakak mu istirahat... " ujar ayah paham..


" mmm... biar Daffa yang bantu ayah di sini... " ujar Daffa seraya tersenyum


" mmm... kalau begitu ayah makan dulu dan tolong kamu siapkan pesanan bude murni ya.. " ujar ayah Ilham seraya memberikan selembar kertas pada Daffa


" huhhhh... " ayah Ilham membuang nafas panjang


dilihatnya nasi kotak yang ada di depan nya


" pasti kamu masih merasa kesulitan saat ini ya nak kepergian ibu mu sungguh sangat mendadak .. putri ku yang malang maafkan ayah yang tak bisa berbuat apa-apa... " ujar ayah Ilham dengan mata yang sudah berkaca-kaca


ayah tak pernah tau bahwa anaknya jadi korban pembullyan di sekolahnya yang ia tahu anaknya sering sedih karena masih terpuruk dalam kepergian ibunya


" permisi... " ujar gadis cantik ber kuncir satu


" iya .... silahkan mau pesan apa.. " ujar Daffa muncul dari bawah karena dia sedang sibuk membungkus pesanan yang ayah nya berikan


" kamu... " ujar Daffa


" hai... Daffa... " ujar Monic dengan senyum manisnya


teman sekelas Daffa sekaligus cewe cantik yang sering menyatakan perasaannya pada Daffa tapi sering juga Daffa menolak nya


" mmm... mau yang mana ?... " ujar Daffa cuek


" tumben sekali kau ada di toko... ngomong-ngomong ayah mertua ku kemana ? " ujar monic dengan pede nya


" ayah mertua ?... " ujar Daffa heran


" ya !! ... ayah mertua ku ayah Ilham pemilik toko kue ini.. " ujar Monic


" sejak kapan dia jadi ayah mertuamu, dia bukan ayah mertua mu... jadi mulai sekarang berhenti memangil nya ayah mertua mu. !! " ujar Daffa tegas


" tidak mau , aku akan selalu menyebut nya ayah mertua.. " ujar Monic


" terserah, jadi kau kesini mau beli atau tidak cepat aku sibuk... " ujar Daffa


" iihh, ko bilang ke calon istri kaya gitu .. " ujar Monic seraya memajukan bibirnya


Daffa yang merasa kesabaran nya sudah habis Langsung teriak


" kau mau beli atau tidak. !! , jika tidak sebaiknya keluar... " ujar Daffa kencang dan itu berhasil membuat ayah Ilham yang sedang makan siang terganggu dan datang menghampiri nya


" Daffa ada apa ini ko teriak seperti itu... " ujar ayah Ilham


karena menurutnya saat Daffa marah pun ia masih terlihat ganteng dan keren


" ayah mertua maafkan aku... aku yang telah membuat nya menjadi marah.. " ujar Monic


" eehh... menantu ku... " ujar ayah Ilham dan itu berhasil membuat Daffa melihat ke arah ayah nya dengan tatapan tajam


" aish... sempurna sudah .. " ujar nya ambigu


" ayah urus tuh mantu ayah itu... aku pergi... " ujar Daffa seraya meletakan celemek yang ada di tubuhnya dan tak lupa ia bawa pesanan kue bude murni karena sekalian ia jalan...


tapi tak sadar ucapan Daffa barusan membuat Monic semakin percaya diri untuk mendekati nya


" maafkan kelakuan nya Daffa ya mantu ku yang cantik.. .. " ujar ayah Ilham


" tidak apa-apa ko yah itu sudah biasa ... ia memang seperti itu pada ku tapi aku tak akan pernah berpaling dari nya aku bersumpah pada mu ayah mertua... " ujar Monic


dan itu berhasil membuat Ayah tersenyum


" kau memang gadis baik... " ujar ayah Ilham


" mau kue yang mana mantuku.. kau ambillah sendiri ya... ayah mau bereskan bekas makan ayah dulu di dalam.. " ujar ayah Ilham


" iya yah... " ujar Monic


Monic mengambil kue dan roti yang ia inginkan ke dalam kotak kue nya sambil melihat sekeliling


" yah ngomong-ngomong kak ipar ku kemana, kenapa aku tak melihatnya... " ujar Monic


" putri ayah hari ini tak datang ke toko, biar dia istirahat saja di rumah dia mungin merasa lelah... " ujar ayah Ilham


" kakak ipar sakit, sakit apa yah ?.. " ujar Monic


" tidak dia hanya butuh istirahat saja... kau tak perlu cemas... sekarang pasti ada Daffa yang sedang menemani nya ... " ujar ayah Ilham


" ayah mertua... aku sungguh-sungguh ingin menjadi menantu mu .." ujar Monic memohon dengan wajah cantiknya


" aish... Ayah juga ingin kamu jadi menantu ayah ... semangat ya... " ujar ayah Ilham


" mmmm .... semangat aku yakin Daffa akan luluh dengan cinta ku dan ketulusanku dan aku pasti kan Daffa melihat semua itu... " ujar Monic dengan yakin


ayah Ilham yang melihat itu hanya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya


" dasar anak jaman sekarang... CK...CK..CK.." batin ayah Ilham


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen