
Kamal memberhentikan motor sport miliknya dekat toko kue shatara...
entah apa yang Kamal pikirkan ....
tapi seperti itulah Kamal saat hatinya berubah menjadi tak karuan ia selalu menyempatkan dirinya untuk nongkrong di depan toko kue shatara tanpa turun dari motor gede nya maupun helm yang masih menempel di kepalanya
" cih.... " ujar Kamal setelah melihat ke hadiran Talitha di koto kue tersebut dengan senyum palsunya itu...
*
akhir pekan yang panjang...
" ayah.... sebaiknya ayah pergi menghadiri undangan dari paman ... " ujar Daffa
" boy... kau dari semalam terus saja mengusir ayah dari rumah ini... " rengek ayah Ilham
" ayah ... berhenti bertingkah... ayah setidaknya datang di acara pertunangan ponakan ayah donk ... " ujar Daffa
" ayah , tidak mau datang !! ... maupun pergi dari rumah ini... asal kalian tau dia kakak yang tak baik untuk adiknya " keluh ayah Ilham lagi
" yah paman itu saudara ayah satu-satunya nya loh ... jadi jangan bersikap seperti itu... " ujar Daffa sok dewasa menasehati ayahnya
" yah... ini minum dulu obatnya... " ujar Talitha seraya menyodorkan gelas air
" sayang ayah tidak ingin pergi ... coba lah kalian mengerti... " ujar ayah ..
" ayah.... dengar aku baik-baik , yang di omongkan oleh Daffa emang benar.... ayah lebih baik pergi ... tidak sopan bukan jika sudah di undang malah ayah tidak datang .... " ujar Talitha
ayah yang mendengar itu langsung diam seribu bahasa
" aish ... hah ... ok ... ok .. ayah akan pergi tapi ayah ingin menyewa supir... ayah males membawa mobil sendiri .. " ujar ayah Ilham pasrah
" ...mmmm.... lagian kaki ayah sudah membaik kan.. tapi ayah boleh menyewa supir untuk kali ini. " ujar Daffa tersenyum
" ....mmmm.... ia sayang.... kau menang boy.... tapi ingat selama ayah pergi kau tidak boleh nakal ataupun menyusahkan kakakmu " ujar ayah tegas
" siap bos... " ujar Daffa tegas pula
" kak... apa ayah sangat kekanak-kanakan... padahal kakinya sudah sembuh tapi ia masih bersikap manja gitu... " ledek Daffa
" Daffa.... GX boleh seperti itu, GX sopan... lebih baik akhir pekan ini kau bantu kakak di koto... " ujar Talitha
" iya kak, ayah berhati-hati ya selama di sana , aku sayang ayah..." ujar Daffa pada sang ayah
" mmm... ingat boy kau harus membantu kakak mu di toko... " ujar ayah
" kenapa anak ku ganteng dan cantik banget ya..." ujar ayah Ilham bangga seraya menatap kepergian Daffa
" ayah cukup sebaiknya ayah cepat bersiap... nanti keburu siang , aku udah menelepon jasa supir nanti ia akan datang satu jam lagi... " ujar Talitha...
" hah... " Talitha membuang sampah panjang...
" memang benar orang semakin tua umurnya semakin susah untuk di atur ... wajahnya ayah saja yang awet muda tapi umur ayah kan tidak bisa berbohong udah mau hampir 59... tak terasa waktu begitu cepat... " batin Talitha
sepeninggalan ayah Talitha langsung pergi ke toko kueh untuk memulai aktivitas pagi nya
" setidaknya hari ini aku bisa bernafas lega... " ujar Talitha seraya membuka kata open di balik kaca
ya... beginilah rutinitas Talitha saat libur sekolah ia selalu datang pagi-pagi untuk membuka toko kueh nya
dari awal masuk toko Talitha tak pernah berhenti membereskan setiap ujung yang ada di toko tersebut dari menyapu mengelap mengepel ia kerjakan sendiri dengan ditemani senyum manis di wajahnya sampai tulisan " open " ia balik dari balik kaca
" bismillahirrahmanirrahim.... berkah... berkah... " ujar Talitha
kling....
suara pintu terbuka berarti pertanda ada pembeli Talitha yang masih sibuk dengan mencetak adonan langsung meninggalkan pekerjaannya
" assalamualaikum kakak ipar... " teriak seorang gadis remaja yang tak asing lagi di telinga talitha
" waalaikum salam... " ujar Talitha girang karena tau sapa yang datang sepagi ini...
" kakak ipar... " teriak Monic seraya mendekat ke arah Talitha
Talitha yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu langsung menyambut pelukan hangat Monic
" tumben pagi-pagi sekali sudah kesini... " ujar Talitha
" mmm.... aku mau borong semua kue buatan kakak ... " ujar Monic girang
" buat apa kue sebanyak ini... " tanya Talitha
" di kantor ayah sedang mengadakan syukuran dan aku meminta ayah untuk memborong semua kue yang ada di toko ayah mertuaku dan ayah menyetujui nya " ujar Monic dengan senyum kudanya...
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen