SHATARA

SHATARA
Daffa



Sa'id menatap lekat ke arah Talitha yang sudah berdiri tepat di samping motor nya


" pakailah ini... " ujar Sa'id seraya memberikan helm miliknya


" makasih... " Talitha menerima nya dan langsung memakainya


" naiklah... " Sa'id sudah siap dengan motor nya


seperti biasa Sa'id selalu mengantar pulang sahabat nya itu jika terjadi sesuatu saat di sekolah...


" mau mampir cari makan dulu apa langsung pulang... " ujar Sa'id


" pulang saja , aku takut kau telat ke tempat les mu... " ujar Talitha


" tidak apa-apa kita pergi makan saja jika kau sudah merasa lapar... " Sa'id pun langsung mengendarai motor miliknya


" tidak, lebih baik kita pulang saja.... " ujar Talitha langsung memeluk erat tubuh sahabatnya itu


seraya memeluk erat tubuh sahabatnya itu Talitha tak jarang mengeluarkan isi hatinya di belakang pundak milik sahabat nya itu air mata terus mengalir dari Balik matanya dengan berusaha susah payah menahan suara tangisan itu tak keluar dari mulut nya tapi sahabat nya Sa'id Sudah tau jika sahabat nya itu sedang menangis di balik punggungnya itu tapi Sa'id hanya bisa jadi teman mendengarnya yang setia


" huhhhh..... " Sa'id membuang nafas panjang


" andai aku bisa menolong mu di setiap waktu saat kau sedang merasa kesusahan tha... " batin Sa'id


suara motor pun sudah berhenti pertanda bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan di depan rumah Talitha , rumah yang bernuansa klasik halaman rumah yang luas dengan ditumbuhi bunga dan permohonan besar di depan gerbang rumah nya


" tha sudah nyampe... " ujar Sa'id pelan


Talitha pun langsung mengusap wajah nya dan menghapus semua sisa air mata yang masih tertinggal di wajahnya mengunakan tangan nya


" mmm.... terima kasih banyak... " ujar Talitha seraya berusaha tetap untuk tersenyum


" cih, " Sa'id menatap ke ajah dua mata Talitha sambil berusaha tersenyum...


"aku langsung berangkat ke tempat les, kau sebaiknya istirahat saja tak perlu ke toko dulu biar Daffa yang membantu paman di toko... " ujar Sa'id karena Sa'id kuatir pasti ayah nya tak akan tinggal diam saat melihat putrinya datang dengan wajah sembab nya


" mmm.... " Talitha kembali tersenyum seraya menganggukkan kepalanya paham


" bang.... " panggil Daffa yang baru saja keluar dari rumah nya


Sa'id yang mendengar namanya di panggil langsung melihat ke arah suara seraya mengangkat sebelah tangan nya ke atas


" mampir dulu bang... " teriak Daffa lagi


" tidak ... udah telat mau ke tempat les... " tolak Sa'id


" kalau begitu ati-ati ya bang... " ujar Daffa


" huh.... " Talitha membuang nafas panjang seraya melihat motor milik sahabat nya hilang dari pandangan nya


" KA... " ujar Daffa menghampiri kakaknya


" mmm.... ayo masuk akan Kaka buatkan makanan kesukaanmu " ujar Talitha


" Ka, liat aku... Kaka habis nangis ... " ujar Daffa seraya memegang kedua pipi kakaknya


" tidak , kakak hanya terharu dengan cerita dari Lala saja, kau tau sendiri kakak mu ini hatinya sangat rapuh dan Lala itu anaknya seperti apa... " kelak Talitha..


" kak, aku Daffa ... aku adikmu kak... aku tau Kakak ku itu seperti apa ... pasti ada anak-anak yang masih ngerjain kakak kan di sekolah... " ujar Daffa


" tidak, kalau ada juga biarkan saja kakak tak perduli... " ujar Talitha seraya membuka jendela dapur dan tak lupa ia letakkan tas dan jaket yang ia kenakan


" cih, ... maafkan aku kak, aku belum bisa menjaga kakak... di saat kakak sedang membutuhkan bantuan ku .. " ujar Daffa seraya memeluk erat tubuh Talitha


" mmm .... tidak apa-apa belajar lah yang giat dan cepat lah tumbuh dewasa agar kau bisa menjaga kakak dan ayah .. agar kau bisa jadi orang yang bisa kita andalkan di keluarga kita... " ujar Talitha seraya menyambut tubuh sang adik dalam pelukannya dengan mengusap lembut ujung kepala nya


" aku hanya beda 2 tahun dengan mu kakak.. setelah lulus SMP aku ingin masuk sekolah yang sama dengan kakak biar aku bisa menjaga kakak dari anak-anak yang menganggu kakak, biar tak ada lagi yang berani menyakiti kakakku ini..." ujar Daffa dengan tegas


" mmm... makasih adikku yang manis... kakak tunggu di sekolah kakak ya... " ujar Talitha


" tolong ambilkan piring... " ujar Talitha kembali


karena Talitha sudah selesai membuat menu makan siang mereka telur gulung dan mie goreng


" cih , telur gulung dan mie goreng si aku juga bisa membuatnya... " ujar Daffa


" maafin kakak ya hanya ada ini di dalam kulkas " ujar Talitha tersenyum


" GX apa-apa biar nanti aku yang belanja keperluan dapur biar kakak nanti malam bisa masak menu malam yang enak untuk kita... " ujar Daffa


" kamu memang yang terbaik Daffa kau sangat manis dan keren sayang... " ujar Talitha seraya mengusap lembut bagian kepala Daffa


" cih, emang adik mu ini manis dan keren.." ujar Daffa pede


" mmm... " Talitha menganggukkan kepalanya seraya tersenyum manis dan membenarkan semua itu


" sebaiknya kakak ganti baju dulu... biar aku yang menata bekal buat ayah... " ujar Daffa


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen