
" kenapa kamu membawa ku ke sini Monic , kakak tak suka tempat yang seperti ini... " ujar Talitha dengan terus menarik lengan baju milik Monic
" kakak ipar , aku mohon temani aku sebentar saja di salon ... aku ingin memotong rambut panjang ku ini... " ujar Monic
Talitha yang mendengar itu langsung merasa kaget dengan ucapan Monic
" kenapa rambut mu harus di potong , sayang rambut mu kan sudah panjang dan cantik... kenapa tidak dirapihkan saja..." ujar Talitha
" tidak...!! kak ipar aku ingin suasana baru... rambut panjang ku udah biasa kak ipar aku ingin memperlihatkan rambut pendek ku pada Daffa bahwa dengan rambut pendek aku tetap terlihat cantik... " ujar Monic
" tapi sayang kan rambutnya udah panjang... " ujar Talitha
" gimana kalau rambut kakak ipar juga di potong biar kita samaan kak, ya.. ya... kak... " usul monik
" tidak... tidak....rambut kakak biarkan saja , kau urus saja rambut mu... " Talitha lebih memilih menghindar
" kak ayoo.... biar kita samaan ... emang kakak GX ribet saat di dapur harus memasak atau membuat adonan dengan rambut kakak yang panjang itu... " ujar Monic
Talitha yang mendengar itu pun langsung pikirannya menjadi bingung
" aish....... " Talitha terus saja menyesali perbuatannya karena mengikuti saran dari Monic karena dengan rambut pendek nya ia malah membuat tubuhnya menjadi kelihatan semakin bulat
" kak... kak ipar menyesal ya... maaf nya karena aku terus memaksa kak... " ujar Monic dengan murung
" tidak apa-apa sayang, dah biar kan saja nanti juga panjang lagi ko rambut si... " ujar Talitha berusaha tersenyum
" kak... aku makin sayang sama kakak ipar... " Monic langsung memeluk erat tubuh Talitha
*
langit mulai berganti warna Talitha masih sibuk dengan panggangan dan terigu di tangannya walaupun jualan yang sekarang sudah habis di borong Monic tapi Talitha harus tetap membuat beberapa roti dan bolu untuk mengisi sebagian etalase dan sebagiannya lagi untuk dibawanya pergi besok ke sekolah...
" kak... " Daffa menghampiri kakak nya yang sedang menata adonan di atas loyang
" mmm.... " ujar Talitha karena terlalu fokus dengan adonan
" rambut kakak di potong... " ujar Daffa kembali
karena tak biasanya Talitha mengurai rambut nya saat di dapur
" iya... " ujar Talitha singkat
" ko tumben biasanya kakak kalau di singgung tentang rambut sangat sensitif... " ujar daffa
" kakak hanya ingin mencari suasana baru... " ujar Talitha
" mmm.... " Daffa tak punya pikiran apa-apa ia hanya mengangguk anggukan kepala nya
" ada bang Sa'id di depan sedang ngerjain desain baju basket ku kak , minta tolong bawain minumannya ya... aku kebelet... " ujar Daffa..
Talitha berjalan dengan nampan ditangannya Sa'id yang melihat Talitha berjalan ke arahnya merasa ada yang aneh dengan Talitha...
" rasanya ada yang aneh ..??? tapi apa ya..?? " batin Sa'id seraya menatap ke arah Talitha dengan bengong
" ayam tetangga kemarin mati... jangan bengong ah ngeri... " ujar Talitha dengan sedikit bercanda
" rasanya ada yang aneh... " ujar Sa'id
Talitha yang mendengar itu langsung tersenyum
" mmm kau benar.... " ujar Talitha seraya membetulkan rambutnya
" astaghfirullah... tha kau potong rambut... " ujar Sa'id kaget
" perasaan cuaca kali ini baik-baik saja... ? " ujar Sa'id kembali
" cih..." talitha meletakan dua gelas air dan satu piring brownies...
" biasanya kau sangat sensitif dengan rambut mu, kenapa mendadak tuh rambut di potong.. " ujar Sa'id
" ada apa si dengan kalian berdua , aku hanya ingin mencari suasana baru saja ... " ujar Talitha berusaha tersenyum
" cih... " ujar Sa'id
" siapa yang menyuruhmu memotong tuh rambut , aku tau kau sangat menyukai rambut panjang mu itu... " ujar Sa'id
" tidak ada yang menyuruh, aku yang ingin... " ujar Talitha
" bang ngomongin apa ? " tanya Daffa yang baru saja ikut bergabung
" tuh kakak mu dengan rambut pendeknya lihatlah dia semakin bundar... " ujar Sa'id
" aish... bang .... tidak rambut kakak ku dengan rambut pendek ia justru terlihat cantik... " kelak Daffa
Talitha yang mendengar itu langsung meninggalkan tempat tersebut dan memilih melanjutkan lagi memanggang kue
" bang ... bang si .. tuh kan ngambek... " ujar Daffa
" cih.... setau Abang ya kakakmu itu sangat menyukai rambut panjang nya... ya Abang kaget pas dia berani memotong rambut nya..." ujar Sa'id
" iya si... " Daffa kembali menganggukkan kepalanya
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen