
mereka pun sudah berkumpul di toko kue shatara bangku pojok yang merupakan tempat favorit mereka saat berkumpul pun jadi tujuannya
" kalian duduk saja dulu biar aku temui ayah dan mau sekalian ku ambilkan cemilan, tapi apa seperti biasa menu nya atau ada yang mau ganti menu lain ... " ujar Talitha
" yang seperti biasanya aja tha... " ujar Lala
" boleh kopi tha... " timpal Sa'id
Talitha pun langsung menganggukkan kepalanya
" ok.... ! tunggu sebentar ya... " ujar Talitha seraya meninggalkan teman-temannya
" assalamualaikum ayah... " ujar Talitha dengan melangkahkan kakinya menuju dapur
dilihatnya sekeliling tapi tak ada tanda-tanda kehidupan yang ada hanya dua buah pemanggang yang menyala
" ayah kemana ... " ujar Talitha ambigu...
Talitha pun langsung menuju ruangan yang lainnya tapi tak menemukan sang ayah dimana pun...
" sebenarnya ayah pergi kemana , kenapa meninggalkan toko dengan panggangan menyala dan pintu terbuka...." batinnya cemas
" ada apa tha ... " tanya Sa'id karena mendengar Talitha yang memanggil- manggil ayahnya tapi tidak ada sautan dari ayahnya
" ayah tidak ada di toko... " ujar Talitha cemas dengan muka yang sudah berubah merah
" kau tenang dulu... mungkin paman sedang pulang ke rumah .. " ujar Sa'id
" tidak mungkin ayah berani meninggalkan toko dengan keadaan kompor menyala dan toko dengan ke adaan terbuka... sekalipun ia pulang ke rumah ia tak pernah ceroboh.." ujar Talitha panik
" ada apa ? " ujar Lala yang ikut bergabung dengan mereka karena mendengar teriakkan Talitha
" la, tolong temani Talitha sebentar... aku ingin ngecek ke rumah dulu... " ujar Sa'id seraya berlari meninggalkan toko
" Tha, sebenarnya ada apa ? " ujar Lala yang merasa belum paham keadaan
" ayah tidak ada di toko la " ujar Talitha dengan mata yang sudah berkaca-kaca
" assalamualaikum.... " ujar seseorang yang baru saja masuk..
Talitha yang mendengar itu langsung berlari ke arah depan
" ayah.... " teriak Talitha
" ayah kenapa , ada apa dengan kaki ayah ... " ujar Talitha dengan panik karena melihat sang ayah yang tiba dengan salah satu kakinya di perban ia pun langsung menumpahkan kesedihannya
" ayah tidak apa-apa sayang... sudah jangan menangis malu dengan calon mantu ayah... " ujar ayah Ilham
talitha yang mendengar itu langsung menatap ke arah dua orang yang ada di belakang ayahnya
" kakak ipar ayah tidak apa-apa dia hanya perlu istirahat sebentar lukanya tidak parah ko... " ujar Monic perempuan yang selalu menganggap nya sebagai kakak iparnya
talitha yang mendengar penjelasan Monic langsung tersenyum tapi saat Talitha melihat sosok laki-laki yang berada di sampingnya Talitha menjadi kaget
" ahh...... " ujar Talitha
" mmm..... " ujar Afnan dengan tampang cueknya
" kalian saling kenal... " ujar Monic...
diluar sana terdengar suara orang yang berlari dengan sangat riuh
" kak.... "
" kak.... ayah.... " ujar Daffa saat pertama kali membuka pintu tapi kalimat nya terputus saat sosok sang ayah yang mereka cari sudah ada di depan matanya
dengan Napas yang berat dan tak stabil begitu juga dengan Sa'id mereka menghampiri ayah Ilham
" ayah apa ayah tidak kenapa-napa, terus kenapa dengan kaki ayah ? " ujar Daffa
" sebaiknya kita duduk dulu... " ujar ayah Ilham
ayah Ilham pun duduk di bantu oleh Daffa dan afnan
Daffa memperhatikan pemuda didepan nya dengan pandangan selidik
" tha buatkan minum untuk mereka sayang... " lanjut ayah
" iya yah... " ujar Talitha
" biar aku bantu ya kak... " timpal Monic
Daffa yang melihat itu langsung bertanya-tanya dengan kehadiran Monic dan pemuda itu
" kenapa perempuan itu hampir setiap hari datang kesini " batin Daffa dengan muka tak sukanya
" silahkan diminum semuanya... " ujar monic seraya menaruh setiap gelas di depan setiap orang
" ayah coba cepat ceritakan apa yang sebenarnya terjadi... " ujar Talitha dengan pandangan sendu nya
Afnan terus memperhatikan perempuan bertubuh gemuk itu
" maafkan ayah yang tak hati-hati, ayah ceroboh ayah menjatuhkan panggangan dan terkena kaki ayah, ayah tak sempat menghindar... untung setelah kejadian itu mantu perempuan ayah datang dan melihat ayah di dapur sedang menahan sakit dan dia langsung memanggil kakak nya untuk membawa ayah ke dokter... " jelas ayah Ilham
Talitha yang mendengar penjelasan dari sang ayah langsung memeluk erat tubuh Monic
" terimakasih... terimakasih sudah ada saat ayah dalam kesulitan dan membantu ayah membawanya ke dokter... " ujar Talitha
" tidak apa-apa kak, aku senang bisa membantu ayah mertua... " ujar Monic
" terimakasih sudah mau membantu... " ujar Talitha pada Afnan
" mmm... " ujar Afnan singkat karena masih merasa bingung untuk menghadapi Talitha setelah kejadian di sekolah.
" ayah lain kali ayah harus lebih hati-hati lagi jangan sampai kejadian ini terulang lagi.... untung ada menantu cantik ayah ini yang membantu ayah..." ujar Talitha seraya menatap ke arah sang ayah
" aish .. menantu ....menantu.....menantu.... emang siapa yang mau menikah dengan nya... " batin Daffa
" Daffa kamu GX mau bilang sesuatu pada ku... " ujar Monic
" ia nih , bilang Terima kasih ke tuh pada pacarmu itu yang udah nolongin paman... " ujar Sa'id seraya menepuk pundak milik Daffa
" dia bukan pacarku bang, .... " ujar Daffa tegas
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen