SHATARA

SHATARA
berusaha bangkit 1



berusaha bangkit


perkataan Afnan terus terngiang-ngiang di pikiran Talitha


talitha berjalan ke arah lemari yang ada di arah gudang di mana barang-barang yang sudah lama tidak terpakai di simpan...


" hah.... untung masih ada... " ujar nya ambigu seraya tersenyum


si ambilnya sebuah timbangan badan yang sudah lama tersimpan di dalam lemari tersebut


trok... trok ..


Talitha langsung mengetok-ngetok bagian batere nya


" Alhamdulillah masih bisa di pakai.... " ujar nya seraya tersenyum


didekapnya benda tersebut dan langsung di bawahnya menuju kamar nya


" astaghfirullah.... " seraya menutup mulutnya tak percaya saat melihat angka yang tertera di atas timbangan tersebut


" 1o0 kg... " bisik nya seraya menggelengkan kepalanya tak percaya


talitha Langsung melompat ke arah kaca yang ada di kamarnya dilihatnya pantulan dirinya di cermin tersebut dengan sungguh-sungguh


" apa aku se gemuk itu.... " seraya memutarkan bagian tubuh nya


" ya ... kakakku ini baru nyadar rupanya... " ujar Daffa yang baru saja masuk ke dalam kamar Talitha


" kenapa tidak mengetuk pintu dulu ... " protes Talitha


" mmm.... mana dengar kakak kan sibuk memperhatikan tubuh Kakak itu di depan cermin..." ujar Daffa


Talitha yang mendengar itu langsung tersipu malu pipinya langsung memerah seketika


" kakak ku malu-malu.... tapi tidak apa... kakak ingin berubah, aku akan mendukung kakak dan membantu kakak pasti nya... " ujar Daffa


" mmm.... terimakasih.... " Talitha menganggukkan kepalanya dengan malu-malu


" oohh... manisnya kakak ku ini... " seraya memegang kedua pipi kakaknya


" ih... lepaskan... dasar tak sopan... " protes Talitha


" sejak kapan kakakku protes dengan apa yang aku lakukan ... aku rasa ada yang berbeda... " ujar Daffa


" tidak ada yang berubah.... jadi kakak mohon bantuannya ya... sayang... mulai besok... " bisik Talitha pada adiknya dengan manis nya


Daffa yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu langsung tersenyum manis


" kau memang kakak perempuan ku ... " ujar Daffa


" baiklah.....!!! mulai besok kita akan lari pagi-pagi bersiap lah ... " ujar Daffa kembali dengan semangat nya


" sebaiknya kau temui ayah , kasian ayah setelah pulang dari rumah paman belum keluar kamar... " ujar Talitha


* *


suara adzan subuh sudah berkumandang tidak seperti biasanya tidak ada aktivitas pagi di dalam dapur rumah ayah Ilham...


" ayoo kak semangat baru dua puteran .... '' teriak Daffa


" hah ... hah.... hah... " suara seruan napas yang terdengar begitu menggebu ngebu


" ternyata adikku sangat cerewet.... " batin Talitha seraya tersenyum


" ayo... ayo.... lebih cepat lagi ... " teriak Daffa kembali seraya menggowes sepeda nya


ya ...


Daffa menggowes sepeda nya sedangkan Talitha berlari mengikuti Daffa dari arah belakang...


" Daffa cukup... cukup ini sudah hampir terang , kita harus bersiap untuk pergi ke sekolah belum lagi kakak menyiapkan sarapan untuk kita... udah ayo kita pulang.... " ujar Talitha terbata-bata karena napas nya yang masih belum stabil


" satu putaran lagi kak... ayo .. " ujar Daffa semangat


" tidak.... cukup... kakak... mau... pulang... " ujar Talitha seraya melambaikan tangan tanda ia sudah tak sanggup lagi untuk berlari


" yasudah kakak pergi duluan saja... " ujar Daffa seraya melanjutkan menggowes sepeda nya dengan tersenyum manis dengan rambut yang sedikit menyibak ke samping


" aish , dasar .... pantas saja banyak surat dan hadiah yang datang ke rumah... adikku memang sangat keren... Monic saja sampai tergila-gila pada nya... " ujar Talitha seraya tersenyum


" ayah sedang apa... ? " tanya Talitha saat melihat ayah Ilham sedang asik berkutik dengan peralatan dapur...


" ayah sedang membuat sarapan donk... tolong siapkan piring nya sayang... " ujar ayah Ilham


" maaf ya yah jadi ayah yang bikin sarapan pagi ini.... " ujar Talitha seraya meletakan tumpukan piring


" tidak apa-apa sayang , ayah sangat senang saat menyiapkan ini semua untuk anak-anak ayah.. "


" terimakasih ayah... bagaimana perjalanan ayah saat berkumpul dengan saudara ayah ..." tanya Talitha


" aish, berhenti menanyakan itu sayang, ayah tidak ingin mengingat ingat nya kembali kejadian kemarin... yang pasti putri ayah dan putra ayah tak kalah keren dari seluruh sepupu mu itu... tolong panggilkan adikmu itu ... " ujar ayah Ilham


" aku datang ayah.... berhentilah marah-marah GX jelas ayah ... biarkan saja orang lain berkata apa pada kita yang penting kita ingat..... GX boleh sama seperti nya ... " ujar Daffa seraya menggoyangkan salah satu telunjuknya ke hadapan ayah nya


" mmm ... yang di katakan Daffa itu benar yah ... " ujar Talitha seraya memeluk erat tubuh sang ayah


" mmm.... kau memang putraku boy ... " ujar ayah


" terimakasih sayang, ayah sangat menyayangi kalian... " seraya mengecup kening Talitha


Talitha yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu langsung tersenyum bahagia begitu juga dengan Daffa yang melihat nya


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen