
" anu.... terimakasih sudah mau membawa ku ke rumah sakit ..." ujar Talitha pelan...
Afnan yang mendengar itu langsung paham dan langsung menganggukkan kepalanya
" tidak apa-apa.... udah tugas saya sebagai ketua OSIS... " ujar Afnan
" mmmm.... " Talitha membenarkan itu
" terimakasih.... " ujar Talitha kembali
" untuk apa.. ? " tanya Afnan ..
" ini.... " tunjuk Talitha karena sudah mau membawakan tas besarnya ke dalam kamar nya...
" mmm...." menganggukkan kepalanya
" ngomong-ngomong.... " ujar Afnan tanggung
" mmm .... apa ? " ujar Talitha memotong ucapan Afnan
" gini... gini .... duduklah dulu... " ujar Afnan pada Talitha
talitha pun siap mendengarkan ucapan Afnan ia duduk tepat di hadapan Afnan yang duduk di kursi kecil yang ada di kamar nya
" aku sudah tau semuanya....
dan aku juga ingin meminta maaf pada mu karena mungkin dengan tidak sengaja aku membuat mu susah di sekolah dan bahkan tersakiti karena ku....
aku minta maaf....
atas orang-orang yang menyukai ku. " ujar afnan dengan sungguh-sungguh
Talitha yang mendengar itu langsung menatap ke arah Afnan...
" tidak... tidak... kau tidak salah apa-apa , tapi karena badan gemuk ku ini aku jadi kesulitan di sekolah... " ujar Talitha seraya menundukkan kepalanya
" hah.... " afnan membuang nafas saat mendengar ucapan Talitha
" bukan nya aku tak menghargai pisik ku sendiri tapi memang anak-anak di sekolah membully ku karena pisik ku yang gemuk ini... jadi tidak ada hubungannya dengan mu.... "
" hah...." Afnan kembali membuang nafas panjang
" aku tau, kau juga yang membayar biaya rumah sakit kan... tapi aku tidak akan bilang terima kasih untuk itu... tapi aku akan berterima kasih kepada mu jika kau ketua OSIS bersikap lah biasa-biasa saja saat di sekolah dan berhenti lah membantuku.... " ujar Talitha
Afnan menatap wajah Talita dengan tatapan tak dimengerti
" aish.... jika itu keinginan mu supaya tak ada lagi orang yang membantumu saat di sekolah , aku harap kau singkirkan lemak-lemak itu dalam tubuhmu terlebih dahulu ... " ujar Afnan tegas...
" ingat singkirkan lemak-lemak itu pada tubuhmu.... " ujar Afnan kembali sebelum meninggal kamar Talitha dengan perasaan marah dan kesal
" lemak .... lemak.... lemak.... '' ujar Talitha seraya memegang setiap bagian tubuh nya yang terdapat banyak lemak
" hah..... " seakan omongan Afnan sangat menusuk di hati Talitha
* *
seperti biasa Kamal menyempatkan diri nya untuk menongkrong kan motor nya tepat di depan toko roti yang sudah dua hari tutup itu
" hah.... " Kamal membuang nafas panjang seakan menyesali perbuatannya yang dilakukan kepada Talitha gadis yang pernah masuk dalam hati nya
" ****.... " umatnya kesal karena mengingat kembali bagai mana dia menindas Talitha
" gadis gebrot.... " cibir nya berusaha menenangkan kembali hati nya
tapi walaupun badannya berubah gemuk tapi wajah dan rambutnya lah yang masih terlihat sama di wajah Kamal....
" ****.... " Kamal kembali mengumpat dan langsung memilih melajukan motornya menuju tempat tongkrongan nya
" sayang ... " ujar salsa mendekat ke arah Kamal dan langsung melayangkan ciuman ke arah pipinya
" mmm..." Kamal langsung menarik pinggang milik salsa arah lebih dekat dengan nya
" puaskan aku... " bisik Kamal pada telinga salsa seraya mengecup tengkuk milik salsa
salsa yang mendapatkan perlakuan manis seperti itu langsung tersenyum bahagia
" aku menyukai mu sayang... " bisik salsa kembali pada telinga Kamal dengan menggoda
sahabat nya yang melihat semua itu sudah tidak asing lagi bagi mereka bahkan semua nya melakukan itu dengan pasangannya
Kamal dan salsa pun langsung masuk kedalam salah satu ruangan yang ada di tempat tongkrongan nya yang berisikan tempat karoke
salsa langsung membuka jaket milik Kamal dan kaos nya dan hanya menyisakan celana yang masih lengkap dengan **********
" buka lah sayang... " pinta salsa pada Kamal agar melepaskan kaitan bra nya seraya duduk di pangkuan kamal
ciuman demi ciuman mendarat di wajah dan tubuh Kamal dan salsa , ******* demi ******* keluar dari mulut salsa dan kamal seakan kenikmatan yang sedang melanda mereka berdua
ya....
sejauh seperti itulah hubungan salsa dan kamal sudah seperti hubungan suami istri pada umumnya , Kamal Hanya memanfaatkan salsa sebagai pemuas nafsu nya dan salsa yang notabenenya perempuan murahan yang mau ajah dengan di embel-embel cinta dan uang...
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen