
kini Talitha sedang berbaring di salah satu ruangan rumah sakit dengan infus yang terhubung di salah satu tangannya dengan mata yang masih terpejam
" la, berhentilah menangis.... " ujar Sa'id seraya mengusap lembut punggung milik Lala
" huhu....huhu.... lepaskan tangan mu dari tubuhku... huhu... Talitha ....huhu.... huhu.... " ujar Lala dengan tegas tapi Lala tak mendengarkan perkataan Sa'id ia terus saja menangis
" la, dengar aku.... keadaan kita memang tak sebanding dengan Talitha yang sedang berbaring di dalam sana tapi jika loe terus terusan mengisi dia tak guna la... sebaiknya kamu berdoa agar Talitha cepat siuman... " ujar Sa'id
" heuh... tak usah kamu suruh aku pasti mendoakan nya... memang dari awal kita sebagai sahabat nya ini tak guna ... kita tak bisa berbuat apa-apa saat Talitha disiksa oleh Dajjal Dajjal itu... " ujar Lala
" kau benar .... " ujar Sa'id
Afnan yang ada di sana berusaha menangkap dari perdebatan mereka itu apa karena mereka berdua belum bisa di ajak kerja sama untuk bicara ...
" siapa yang melakukannya itu pada kalian... " tanya Afnan
tapi Lala dan Sa'id hanya diam tak berani menjawab...
mereka takut jika mereka mengatakan yang sebenarnya ayah Sa'id jadi taruhannya dan mungkin itu juga yang akan Talitha pikiran saat ia siuman
" gini... gini... kalian tenang saja aku bertanya bukan sebagai perwakilan dari sekolah, aku janji tidak akan melaporkannya pada pihak sekolah mana pun... " ujar afnan
" walaupun pasti pihak sekolah tidak akan diam saja setelah kejadian seperti ini dan pasti pihak sekolah juga akan menyelidiki kasus ini... " ujar afnan kembali
Lala menatap wajah tegas dan tampan itu sang ketua OSIS sekolahnya
" tidak apa-apa aku lihat guru BK sudah kembali ke sekolah... " bisik Lala pada Sa'id
setelah mendapatkan persetujuan dari Sa'id Lala pun memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya
" sebenarnya..... dari awal yang mengganggu Talitha itu Kamal dan salsa dan sekarang yang melakukan semua ini juga pada kami adalah Kamal , salsa dan teman-temannya tapi .... kau juga termasuk salah seorang diantaranya " ujar Lala tegas
" aku tidak kaget lagi jika mereka yang melakukannya tapi kenapa aku juga kebawa-bawa... '' ujar Afnan heran
" Talitha sering sekali di bully sebelumnya disekolah dan sebagian itu gara-gara kamu.... pans mu .... pengemar mu.... wanita yang menyukai mu .... cewe kurang waras yang tergila-gila pada mu.... sangat tidak suka melihat mu berjalan dengan talitha walaupun niat mu Hannya untuk membantu nya... asalkan kamu tahu... " ujar Lala panjang lebar
" la... " ujar Sa'id berusaha menyudahi Lala untuk memberitahukan semuanya dengan menahan tangannya
" jangan pegang-pegang aku... bukan muhrim... " teriak Lala pada Sa'id
" hah... sudah memang kalau berteman dengan orang yang punya cita-cita nya ingin menikah dengan seorang ustadz... " batin Sa'id seraya menghela nafas
" biar kan saja , biar dia tahu... bahwa gara-gara dia juga sahabat ku sangat tersiksa hidup nya di sekolah... " ujar Lala marah
" mmmm ..... " Afnan menganggukkan kepalanya paham
" terus kali ini bagai mana kalian bisa seperti ini... " tanya afnan...
kali ini Sa'id lah yang menceritakan dari awal sampai akhir mereka bisa di sekap di gudang belakang
Afnan melihat Talitha yang sedan berbaring lemas ditatap nya wajah Talitha yang pucat itu...
" maaf.... maafkan aku... pasti sangat sulit bagimu.... " ujar Afnan sebelum meninggalkan rumah sakit
" hah.... baru sehari ayah pergi meninggalkan kita kenapa kakak bisa masuk rumah sakit... " ujar Daffa sedih
" jangan hubungi ayah... kakak mohon ... janji .... biar ayah menghabiskan waktu sebentar bersama keluarganya... " ujar Talitha pada Daffa dengan mata sendunya
diusapnya wajah sang kakak dengan pandangan sendunya Daffa mendekat dan langsung memeluk erat tubuh sang kakak yang sedang berbaring lemas
" huhu.... huhu... " suara tangisan terdengar dari balik tubuh Daffa getaran-getaran dari tubuhnya menandakan Daffa sangat sedih atas keadaan kakak nya yang sekarang
Talitha mengusap lembut kepala Daffa berusaha memenangkan sang adik
" kakak tidak apa-apa.... kakak baik-baik saja... " ujar Talitha
" huhu...huhu.... berhenti bersikap baik-baik saja , kenyataannya sekarang kakak sedang berbaring di mana .. " ujar Daffa...
" huh.... " Talitha membuang nafas panjang ia tak bisa bicara apa-apa lagi setelah mendengar kenyataannya ia sedang tidak baik-baik saja dan sekarang ia sedang berbaring di atas tempat tidur pasien rumah sakit ...
" kau benar.... jadi berhentilah menangis .... " ujar Talitha berusaha tersenyum
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen ya
'