
" andai kau tau nak, hati ayah mana yang tidak sakit saat mendengar putri nya di omongin yang tidak-tidak dan dihina karena pisiknya yang gemuk... bagaimana pun bisik mu kau adalah tetap putri ayah yang manis dan akan tetap menjadi anak ayah yang tersayang ... " batin ayah Ilham dengan tak terasa air mata lolos begitu saja
" ayah mertua kenapa menangis...." ujar Monic yang baru saja tiba di toko
" ah menantuku , kapan kamu datang sayang... ? " ujar ayah Ilham seraya langsung menghapus sisa air mata nya
" maaf ya yah aku pasti ngagetin ayah mertua ya... " ujar monic
" tidak, kenapa jam segini kamu sudah ada disini sayang... " tanya ayah Ilham
" pulang cepat karena persiapan ujian yah ... " ujar monic cemberut
" kenapa sedih gitu... " tanya ayah seraya menghampiri Monic yang terlihat sedih
" hah... anak ayah ,Daffa terlahir sempurna... tidak hanya pisik nya saja yang ok tapi otaknya juga ok ayah... sedangkan aku... pisik saja yang cantik tapi dalam hal pelajaran aku jauh dibawah Daffa.... " ujar Monic sedih
" tidak apa-apa jangan sedih... biar nanti ayah yang akan bilang pada Daffa untuk mengajarimu... disini... " ujar ayah berusaha menghibur Monic gadis cantik yang baik hati
" sungguh ayah mertua.... " ujar Monic antusias
" mmm..... jadi berhentilah bersedih... lebih baik coba bantu ayah cicipi bolu ini... " ujar ayah seraya menyodorkan sepotong bolu cantik...
" cantik yah... "
" mmm makanlah... " ujar ayah Ilham seraya tersenyum
* *
Kamal menatap lekat ke arah Talitha tapi Talitha hanya menundukkan kepalanya tapi justru Lala lah yang membalas tatapan mata tajam Kamal dengan penuh kebencian
" dia itu bukan manusia... " geram Lala
Talitha yang mendengar itu langsung memegang bagian tangan Lala untuk meredakan emosi nya
" biarkan saja.... " ujar Talitha dengan pelan...
" lebih baik kita fokus dengan pelajaran kita , ulangan akhir semester sudah dekat... " ujar Talitha kembali...
" aish.... aku berdoa semoga nanti tidak satu kelas dengan anak-anak setan itu... " ujar Lala geram
" istighfar la.... " ujar Talitha
" astaghfirullah.... hu... aahh ... hu .. ahhh. " Lala langsung mengatur emosinya
" kenapa disini tidak ada pertanda anak yang akan jadi seorang ustadz...." celoteh Lala
Talitha yang mendengar itu langsung tersenyum seraya menggelengkan kepalanya
* *
seperti biasa setelah sepulang sekolah Talitha langsung menghampiri toko shatara untuk sekedar membantu ayahnya
tapi saat ia mau masuk ke dalam toko terdengar suara teriakan dari Daffa
tapi Monic hanya menanggapi nya dengan sebuah senyuman
ayah Ilham dari jauh melihat ke datangan Talitha dan langsung menyuruhnya untuk mendekat ke arah nya
" ada apa yah ? kenapa Daffa sampai teriak-teriak sampai terdengar suara nya sampai luar... " ujar Talitha
" aish... cerita nya panjang lebih baik kamu pulang dan sekalian anterin pesanan Bu Susi .. " ujar ayah Ilham
" tapi ayah tidak apa-apa di tinggal dengan mereka berdua... " ujar Talitha
" tidak apa-apa, sebaiknya kau cepat pulang " ujar ayah
Talitha pun langsung berjalan mengendap-endap agar tidak menganggu dua sejoli yang sedang belajar bersama
" akhirnya aku bisa lanjutkan joging...." ujar Talitha seraya mengikat sebelah sepatunya
satu putaran ....
dua putaran ....
aman....
pas ketiga putaran ternyata ban sepeda nya meletus karena tidak kuat membawa beban...
" aish.... kenapa bisa begini... " gerutu Talitha seraya mengecek kondisi roda sepeda Daffa yang ia gunakan
" bisa gawat jika Daffa sampai tau... " ujar Talitha
Talitha pun langsung mendorong sepeda nya untuk mencari bengkel terdekat
" bodoh .... dasar kau Talitha bodoh niat mu kan mau joging kenapa malah naik sepeda nya Daffa... kan jadinya seperti ini... " ujar Talitha sedih...
cukup jauh Talitha berjalan mencari bengkel....
" bang, bisa benerin ban sepeda tidak...." tanya Talitha pada karyawan bengkel...
" bisa neng tapi nih Abang nya lagi banyak motor yang masuk neng... kalau mau nunggu silahkan kalau mau cari bengkel yang lain juga tidak apa-apa... " ujar karyawan bengkel ..
" ya udah gak apa-apa bang saya tunggu ajah... tapi sambil aku lari di lapangan belakang ya bang nanti saya kesini lagi..." ujar Talitha
dan dapat anggukan kepala dari karyawan bengkel
" pantas saja ban nya bisa pecah, mana kuat bawa beban badan seperti itu... " batin si Abang bengkel
talitha pun langsung melanjutkan niatnya untuk menurunkan berat badan nya
baru satu putaran kaki Talitha sudah merasa lemas dan napas sudah tidak beraturan tapi tidak mematahkan semangat nya..
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen