SHATARA

SHATARA
bully



pagi yang cerah.....


langit di atas membiru .....


dengan di dampingi sang sahabat nya ..


awan putih..


dan matahari yang bersinar begitu terang...


" cih.... langit biru awan putih matahari kuning bersinar terang... " Talitha melihat ke atas menatap semua nya


" aku iri pada mu.... setiap hari kau selalu mengeluarkan semangatmu seperti itu... cahaya mu sangat menyilaukan tapi menghangatkan... " ujar Talitha seraya menunjuk sang matahari yang baru bersinar itu dengan tangannya dengan sebelah matanya yang terpejam


" cih... " Talitha menatap sekeliling gerbang sekolah yang masih sepi belum banyak anak yang datang karena ini masih terlalu pagi


Talitha tak sadar tingkah nya di lihat boleh sosok orang yang selalu memperhatikan nya dari jauh dengan pandangan anehnya dari wajah pemuda itu yang tak pernah luntur dari pandangannya saat melihat Talitha


" sebenarnya kalau boleh jujur aku males untuk pergi ke sekolah tapi untuk masa depan ku yang lebih baik aku akan melewati rintangan seberat apapun itu... " ujar nya dengan senyuman di wajahnya yang mulai pudar seraya ia melangkah kan kakinya masuk ke dalam gedung besar itu


" tha... " ujar Sa'id yang baru saja tiba di dalam kelas


Talitha yang disapa oleh sahabat nya itu langsung tersenyum senang


" pagi... ini untuk mu... ! " seraya menyodorkan roti isi sayur pada sahabatnya itu


" pagi juga, menu baru... ? " ujar Sa'id


Talitha menggelengkan kepalanya tidak


" tidak....! ini bukan menu baru tapi ini roti isi sepesial tidak untuk di jual ya... jadi kau kali ini sangat beruntung bisa menyicipi nya " ujar Talitha


Sa'id menerima nya seraya menganggukkan kepalanya paham


" mmm.... terima kasih..., apa kau sudah mengerjakan tugas sejarah ?.. " ujar Sa'id seraya mengunyah roti di mulutnya


" mmmm..... " Talitha hanya mengangguk kepalanya


" assalamualaikum... " ujar Lala yang baru saja tiba di kelas


" waalaikum salam la... " jawab Talitha


" pagi yang cerah, secerah hatiku.... semoga hari ini kita di limpahkan Rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.... " ujar Lala religius


" amiin.... " celoteh Sa'id


Talitha hanya tersenyum manis melihat itu karena sahabat barunya ini sangat religius karena cita-cita nya yang katanya ingin menjadi istri dari seorang ustadz


cita-cita yang sederhana bukan ...


" ini untuk mu juga... " seraya memberikan bagian roti yang sama untuk Lala


" kau baik banget semoga berkah ya, hampir setiap hari aku di kasih roti dan kue dari mu... Alhamdulillah sarapan gratis lagi.... " ujar Lala dengan senyum diwajahnya seraya memegang kue pemberian Talitha


" tak apa aku senang membagi sarapanku dengan kalian ... " ujar Talitha


" tha... aku lihat tugas sejarah mu ada yang belum aku kerjakan 3 lagi ... " ujar Sa'id


" tha GX usah nanti tuman tha... dia mah bilang nya saja ada yang belum 3 lagi 1 lagi padahal si belum semua dia kerjakan tha... " ujar Lala


" ga apa-apa la.. kasihan mungkin dia semalem belum sempat mengerjakan karena sudah merasa lelah pulang dari toko bapaknya.. " ujar Talitha


" cih.... bukan gitu tapi tuman tha tuman... sayang tapi sahabat ku yang satu ini emang paling baik berhati malaikat bangat.. mana tega melihat teman nya kesusahan..." ujar Lala polos


Talitha yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum


suara kelas semakin kacau dan gaduh semenjak ke datangan Kamal dan teman-temannya


" bro minta jatah roti padanya... " ujar Kamal pada temannya Roni yang kelakuannya tak jauh beda dengannya


Roni pun langsung menghampiri Talitha yang duduk di kursi belakang yang paling pojok


" jatah hari ini .... cepetan keluarkan... " ujar Roni


" aish... udah seperti preman pasar benar GX si tha... " ujar Lala ngeri


" diam... !! sebaiknya kau diam Bu ustadzah.. " ujar nya pada lala


" amiin... " celoteh Lala saat orang memanggilnya ustadzah seraya mengangkat kedua tangannya


" ini... " ujar Talitha seraya menyodorkan satu kotak yang berisikan berbagai macam roti isi dengan tangan yang sudah bergetar seraya menatap ke arah Kamal yang sedang asik berbincang dengan temannya tapi pandangan mereka sempat bertemu walaupun hanya sebentar


" iihh... dosa !! apa kau tak takut dosa ? GX berkah GX baik... tau GX !! .. " celoteh Lala lagi...


" diam !!... " gertak Roni seraya memukul meja dan itu berhasil membuat Lala dan Talitha menjadi ciut dan takut


" astaghfirullah... setan ... setan... setan... " celoteh Lala seraya mengusap dadanya


Roni yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah lala


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen


salam hangat dari mom Abidah ya


semoga kalian sehat selalu 🤗