
pagi-pagi sekali Monic sudah ada di rumah Talitha ia menepati ucapannya dengan membawa banyak makan untuk calon mertua yang sakit dan calon suaminya
" kakak ipar senang dengan menu sarapan kita kali ini... " ujar Monic seraya menata semua makanan di atas meja
"mmm.... tapi ini sedikit berlebihan Monic sayang... " ujar Talitha karena dilihat nya semua menu sarapan pagi ini enak-enak
" tidak kakak ipar , semua ini sengaja aku pesan sama bibi di rumah agar memasaknya karena semua ini adalah makanan kesukaan ku , dan aku yakin kalian juga akan menyukai nya... " ujar Monic
" tapi lain kali jangan sebanyak ini ya... " ujar Talitha
" mmm ia kakak ipar .. "
" kak akan panggil ayah dan Daffa turun dulu... " ujar Talitha
" kak biar aku saja... " usul Monic
tak lama Monic meninggalkan meja makan terdengar suara ribut-ribut di kamar atas
" mmm.... Bu lihatlah , ibu sudah mempunyai menantu cantik dan sangat sayang pada kita semua... " ujar Talitha dengan mata sayu nya dengan memandang sebuah Poto keluarga yang terpajang di sana
" hah.... kak aku berangkat duluan ... " ujar Daffa dengan muka kesalnya
" kakak ipar aku juga berangkat duluan dah assalammualaikum... " teriak Monic dengan berjalan buru-buru menyusul Daffa di depannya
Talitha yang melihat itu langsung tersenyum
" andai ibu masih ada di sini... " ujar Talitha ambigu
" sayang... " ujar ayah Ilham
" yah, ayo sarapan .... semua ini calon mantu ayah yang bawakan, jadi ayah harus makan yang banyak... " ujar Talitha
" iya, terimakasih sayang .. " ayah Ilham mengambil piring dari tangan Talitha
" lebih baik cepatlah kamu bersiap ini udah hampir siang . " ujar ayah Ilham
" ia ayah.... Talitha taro obat nya di sini jangan lupa ayah minum ya... dan kunci toko biar Talitha langsung membawanya ... " ujar Talitha
" ia sayang ... ati-ati maaf ayah tidak bisa mengantar sampai depan ... " ujar ayah Ilham
" tidak apa-apa , ayah yang harusnya ati-ati dan lebih baik setelah ini ayah langsung pergi ke dalam kamar tidak boleh ke mana-mana " ujar Talitha seraya memeluk erat tubuh sang ayah
*
" apa lagi salahku.... " ujar Talitha seraya menahan sakit di rambutnya yang di Jambak oleh salsa
" apa benar rumor yang beredar itu... " teriak salsa
" rumor apa sa aku GX ngerti... " ujar Talitha
" bisa-bisa nya ada rumor Kamal dulu sempat jatuh cinta pada mu dan sempat mengajakmu jadian " teriak salsa tak terima seraya menarik rambut panjang talitha yang lurus hitam
" iya sa,, mana mungkin Kamal suka dengan nya... " ujar salah satu sahabatnya
" hah... tapi aku sungguh kesal dengan nya.... " ujar salsw dengan mendorong tubuh Talitha ke arah tembok
Talitha terus saja menangis dan merintih menahan sakit di setiap bagian tubuhnya dan rambutnya
" jika semua itu benar , abis loe di tangan ku.... " geram salsa
" sa sudah yu balik kelas , bentar lagi bel masuk... " ujar salah satu sahabatnya
" dasar gembrot.... " ujar salsa pada Talitha sebelum meninggal Talitha dengan keadaan tak karuan
" ibu .... ibu..... aku merindukanmu aku ingin pergi ketempat ibu... " ujar Talitha dengan tangis nya yang pecah sambil memeluk erat kedua lututnya Talitha terus menangis di salah satu pojok sekolah
sedangkan Sa'id dan Lala yang merasa cemas dan panik kerena Talitha tak kunjung kembali ke dalam kelas setelah berpamitan pergi ke kamar mandi, mereka merasa sangat cemas dengan keadaan sahabat nya itu
" di dalam kamar mandi sudah aku katakan Talitha tidak ada... " ujar Lala tegas..
" ****.... sebenarnya Talitha kemana ini hampir jam pulang... " ujar Sa'id panik
bel pulang pun sudah berbunyi tapi Talitha tak kunjung kembali ke dalam kelas ..
" tidak ada yang beres... kita berpencar ya.... " ujar Sa'id pada Lala...
" iya,,, " jawab Lala seraya memperhatikan gerak gerik salsa
" kayanya aku tau... " lala langsung mendekat ke arah salsa untuk menanyakan keberadaan Talitha
" dimana Talitha... " teriak Lala
" GX punya etika ya... " ujar salsa
" GX perlu pake etika jika berhadapan dengan Dajjal " ujar Lala tegas
" kurang ajar.... " ujar salsa seraya mendorong tubuh Lala
" Lala kamu tidak apa-apa " untuk sa-id seraya membantu Lala
" gerombolan orang cupu... sedang mencari keberadaan si gembrot.... bagus lah dia tak kembali mungkin dia sudah pulang... dan aku tak perlu melihat muka jelek nya lagi .. " ujar salsa
" astaghfirullah... dasar Dajjal... orang tak punya hati " geram Lala
" udah la, kita tak perlu meladeninya , lebih baik kita sekarang cari Talitha... " ujar Sa'id
sebenarnya Sa'id ingin bangat menjambak sambut pirang milik salsa tapi karena ada keberadaan Kamal di samping nya ia jadi ciut..
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen