SHATARA

SHATARA
rumah sakit 2



pagi yang cerah ....


sinar pagi masuk menyinari seluruh ruangan


padahal diluar keadaan sangat cerah tidak ada tanda-tanda untuk turun hujan tapi walaupun sinar Surya masuk menyelimuti seisi ruangan membawa kehangatan tapi tak berpengaruh terhadap Talitha


" hah... seperti biasa kau selalu membuat ku iri... " ujar Talitha seraya menyambut sang Surya


air mata yang tak terasa sudah mengalir di kedua pipinya


" hah ... kenapa air ini keluar... " ujar nya ambigu seraya mengusap lembut pipinya


" hah .. aku tak sekuat yang aku kira , ibu... sebenarnya salah ku apa..... " Talitha malah menumpahkan kesedihannya dengan keadaan lutut yang dilipat dengan keadaan tangan di infus


" ibu.... aku merindukanmu... bawa aku bersama mu aku mohon... " ujar Talitha di sela-sela tangisannya


disaat Talitha sedang menumpahkan kesedihannya sebenarnya ada dua sosok yang sudah berdiri dari tadi di ambang pintu ...


" kakak ipar.... " seraya menghapus air matanya


" kamu masuklah terlebih dahulu... dan berikan ini padanya... " ujar Afnan


" aku tak berani untuk masuk sekarang, tapi aku tak bisa melihat kakak ipar ku sedih ... " ujar Monic


" dengar kakak .. bersikap lah seperti biasanya seakan kamu tak mendengar dan melihat apa pun... hibur lah kakak ipar mu itu... " ujar Afnan


" terus kakak mau kemana, kakak GX ikut masuk ? " ujar Monic


dan dapat gelengan kepala dari Afnan...


" tiba-tiba saja ada hal yang harus kakak lakukan... kamu saja...." ujar afnan


" apa sesulit itu hidup mu.... " batin Afnan seraya melangkah meninggalkan rumah sakit


" assalamualaikum kakak ipar.... " teriak Monic berusaha ceria dan melupakan hal yang barusan ia lihat


Talitha yang mendengar ada orang yang masuk langsung mengusap sisa air mata yang ada di wajahnya dan langsung bersikap seolah baik-baik saja


" kakak ipar habis menangis... " ujar Monic seraya menatap dengan pandangan sendunya padahal dia tahu


" mmm.... kelihatan ya tapi kakak tidak apa-apa ko ... kamu tidak usah kuatir... " ujar Talitha


" kalau kakak butuh teman cerita , aku siap ko jadi teman curhat kakak ipar... " ujar Monic


" kau memang anak baik, terima kasih Monic sayang tapi kakak kali ini baik-baik saja ko... " ujar Talitha


" kamu tau kakak ada di sini dari siapa ? " tanya Talitha


" aku tau dari kak Afnan... " ujar Monic


Talitha mengingat kembali bahwa dialah yang menolongnya dan membawanya ke sini...


" ooh.... tapi Daffa baru saja pulang kamu tak bisa bertemu dengan nya , mungkin baru siang dia kesini lagi... " ujar Talitha


" biarkan saja , aku kesini bukan untuk bertemu dengan nya tapi menjenguk kakak ipar ku ini... " ujar Monic


" kakak sudah makan udah minum obat belum... " tanya Monic kembali


" sudah semuanya... kau kesini sendiri.... " ujar Talitha


" ooohh..... " ujar Talitha berusaha tersenyum


" kakak pasti kecewa ya... " ujar Monic


" ko kecewa .. ???? " tanya Talitha


" kan kak Afnan nya tidak jadi menjenguk kakak... " ujar monic


" apaan si kamu.... emang nya kakak nya siapanya dia... biarkan saja.... " ujar Talitha


seharian Talitha di temani dengan Monic dan adiknya Daffa yang tiba saat siang hari sehingga membuat suasana kamar tidak menjadi sunyi dan membosankan melainkan penuh dengan canda tawa dan gelak tawa dari sosok Monic yang diam-diam mulai masuk ke dalam hati Daffa


" hah... akhirnya gadis cerewet itu pergi juga .... " ujar Daffa seraya merebahkan tubuh nya di kursi panjang


" cantik, baik dan ceria ya cocok dengan sikap mu yang hidupnya penuh keheningan.... " ujar Talitha


" maksud kakak dia cocok dengan ku.... gitu ... aish.... hidup ku masih panjang kak.... buat beli pulsa saja masih minta sama ayah udah mikirin yang gituan... " ujar Daffa


Talitha yang mendengar itu langsung tersenyum


" mulai dari sekarang bersikap baik lah padanya... " ujar Talitha...


" mmmm.... "


" Kaka serius .... " ujar Talitha


" ka , berhenti memikirkan perasaan aku dan dia... coba pikirkan saja kondisi Kaka yang sekarang... " ujar Daffa


" emang ada apa dengan kakak... kakak baik-baik saja... " ujar Talitha


" andai tubuh kakak kaya dulu tak segemuk sekarang pasti hari-hari dan hidup kakak akan tenang , tidak ada yang berani menghina pisik kakak... " ujar Daffa sebelum memejamkan matanya


" maksud kamu apa Daffa.... ? " tanya Talitha tapi Talitha tak mendengar lagi jawaban dari Daffa yang sudah larut dalam tidurnya


" huh..... kau benar dek... dan mungkin dia juga masih bersikap baik pada ku... " batin Talitha


" tapi semuanya sudah berubah semenjak kepergian ibu.... " batin Talitha kembali


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen


semangat...


semangat....


Alhamdulillah dapet kabar baik 🙏🙏🤲


masih dipercaya sama Gusti Allah untuk merawat membesarkan anak sehat-sehat untuk semuanya...


anak ke dua jangan rewel ya kita kuat... kita bisa....


jauh dari orang tua jadi sebisa mungkin jangan nyusahin orang tua yang ada di kampung


semangat sambil menghayal sapa tau dapat rezeki dari novel toon 🤲🙏🙏🙏💪💪


untuk biaya persalinan nanti 🤲💪🙏