
setelah suasana sekolah sudah mulai sepi Talitha langsung beranjak dari tempat nya
" akh.... " talitha memegang bagian pinggulnya yang sakit mungkin karena terbentur tembok yang cukup keras saat terdorong oleh salsa
Talitha berusaha berdiri dengan sempurna dan mulai merapikan rambut dan bajunya yang berantakan
dengan berjalan secara perlahan dengan satu tangan nya bertumpu pada dingdingTalitha terus berjalan menuju kelasnya untuk mengambil tas miliknya
" tha.... " teriak Lala dan langsung menghampiri Talitha tak lupa Lala langsung men?elepon Sa'id yang masih mencari Talitha di setiap ujung sekolah
" astaghfirullah.... kenapa bisa seperti ini.... " ujar Lala cemas panik
" tolong bantu aku merapihkan rambutku la... " ujar Talitha pelan
" tha jawab aku dulu.. " ujar Lala panik Karena melihat kondisi Talitha yang berantakan
" cepat la, keburu Sa'id datang ... " ujar Talitha kembali
Lala pun langsung mengambil sisir di salah satu laci meja temannya yang selalu meninggalkan sisir tersebut di lacinya
" kenapa kamu bisa seperti ini, siapa yang melakukannya tha ,aku dan Sa'id sangat mencemaskan mu tha... " ujar Lala dengan air mata yang sudah mengalir seraya menyisir rambut Talitha yang panjang
" la, jangan menangis , berhentilah menangis aku mohon .... " ujar Talitha
" tha.... " ujar Sa'id dengan berlari sangat kencang ia langsung menghampiri Talitha di kursinya
" kamu GX apa-apa kan... " sa-id langsung melihat Talitha dari atas sampai bawah
" aku baik-baik saja... " ujar Talitha seraya berusaha tersenyum
" tha berhenti bersikap seperti itu... katakan yang sebenarnya kamu dari mana... " ujar Sa'id
" Sa'id berhentilah bertanya... lebih baik bantu aku untuk pulang " Ujar Talitha
" tha.... " ujar Sa'id gemas karena Talitha tak pernah mau berbagi padanya...
" jangan sekarang.... lebih baik sekarang kita pulang dulu, setidaknya Talitha baik-baik saja... " timpal Lala dengan cemasnya
" pulang lah tha... maaf aku tak bisa menemanimu karena badik ku sedang sakit , aku harus menemaninya " ujar Lala sedih
" tak apa la, terima kasih.... " talitha Langsung memeluk erat tubuh Lala
" ****, .... " Sa'id menendang kursi yang ada di samping nya karena meluapkan emosi nya...
" ayo kita pulang... " ujar Sa'id
Talitha berjalan lebih lama di banding Sa'id yang sudah berjalan lebih jauh darinya
" siapa yang melakukannya pada mu tha , setidaknya kalau bukan Kamal aku mungkin bisa membantu mu tha untuk membalasnya... " batin Sa'id geram
" aku tidak apa-apa... tadi aku hanya males untuk masuk pelajaran berakhir " ujar Talitha
" bodoh.... kalau mau berbohong itu harus lebih meyakinkan lagi.... " ujar Sa'id
" kak.... assalamualaikum.... " ujar Daffa yang baru saja tiba di toko
" waalaikum salam.... " ujar Sa'id
" bang ada di sini ?... bukannya ada jadwal les... " ujar Daffa
Talitha yang mendengar itu langsung menatap ke arah Sa'id
" udah pintar , GX perlu les lagi... " ujar Sa'id seraya tersenyum
" wah.... Abang emang keren... " ujar Daffa
" bagaimana kabar paman... ? "
" baik bang.... "
" kak.... ada apa dengan kaki kakak kenapa jalannya seperti itu ?.... " tanya Daffa
Talitha tak langsung menjawab tapi ia malah melihat ke arah Sa'id
" bang... ada apa ? " tanya Daffa serius
" maafin Abang , Abang tak bisa menjaga kakak mu dengan baik di sekolah... " ujar Sa'id seraya menatap sendu ke arah Talitha
Talitha yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Sa'id
" kakak tidak apa-apa , kakak hanya terpeleset di kamar mandi karena kakak tak ati-ati... " ujar Talitha berusaha meyakinkan Daffa
" kak .... berhenti berbohong, kakak kenapa tidak mau jujur pada kami.... " ujar Daffa
" sudah jangan mulai lagi... kaki kakak juga tidak apa-apa... " ujar Talitha seraya mengunakan celemek
" kak... kapan kakak akan mengatakan semua nya pada kami, kakak aku mohon jangan pendam sendiri ... setidaknya aku sangat mengkhawatirkan keadaan kakak... " ujar Daffa yang sudah berkaca-kaca
Sa'id menepuk pundak milik Daffa seraya menggelengkan kepalanya
" jangan sekarang.. " bisik Sa'id
" bang..... " keluh Daffa
sebenarnya Daffa sangat rapuh jika menyangkut kakaknya... dia takut terjadi sesuatu dengan wanita yang di anggap nya sebagai peri baginya
" hapus ingus mu.... " ujar Sa'id kembali
" bang... " rengek Daffa
" lihat kakak mu dan perhatikan jika kau rasa ada yang aneh dengan anggota tubuhnya udah pasti tidak ada yang beres dan mungkin ada anak yang mengerjainya dengan kekerasaan... " bisik Sa'id pada Daffa yang sedang duduk di sampingnya dengan pandangan terus menuju sang kakak yang sedang membuat kue untuk mengisi pesanan yang tertunda
☘️☘️☘️
jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen