
π
π
π
Ayah adalah orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan, karena ia lah orang yang berjuang dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sebuah keluarga, kadang bisa dijadikan sebagai sahabat untuk berkeluh kesah dan yang akan selalu membela anaknya.
Ayah juga sosok yang berharga bagi setiap anak-anaknya. Bahkan anak perempuan kerap menyebut ayahnya sebagai cinta pertamanya. Meskipun terlihat tegas dan terkesan garang karena jarang menunjukkan perasaan terhadap anaknya, sesungguhnya kasih sayang ayah terhadap anaknya tak kalah besar dari seorang ibu.
Untuk itu, menghormatinya dan berprilaku sopan kepadanya jadi salah satu ladang pahala untuk seorang anak.
Meski tak semua orang memiliki ayah yang beruntung, tapi tak sedikit mereka yang dalam kehidupannya diberikan Tuhan ayah yang selalu sayang terhadap anak-anaknya dan menjaga anak-anaknya dengan segenap hatinya. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghargai setiap pengorbanan seorangΒ ayah dengan bertutur kata yang baik dan memperlakukannya sebagaimana ia memperlakukan kita dengan penuh kasih.
π
π
π
karena merasa ada yang tidak beres dan merasa ada yang mengganjal di pikiran nya
ayah diam-diam mengikuti kegiatan Talitha disekolah mencari tau aktivitas putrinya itu saat di sekolah dan mencari tahu informasi putrinya lewat guru pembimbing
dan betapa terkejutnya sang ayah saat mengetahui bahwa anak perempuan nya pernah masuk rumah sakit saat pihak sekolah menceritakan nya semua padanya kronologi kejadian itu....
dan pihak sekolah pun meminta maaf kepada ayah Talitha karena tidak pernah memberi tahukan kejadian di sekolah itu karena ulah anak gadis nya yang selalu memohon agar sang ayah tidak mengetahui ke jadian bully nya
" terima kasih atas informasinya dan sudah mau jujur dan bekerja sama dengan saya... tapi saya harap kejadian itu jangan terjadi lagi sekalipun mereka anak dari yang punya yayasan ini setidaknya kalian bisa mencegahnya sampai akhir semester ini ... "
" insyallah saya akan tingkatkan lgi patroli di sekolah ini dan mengawasi anak bapak..."
ayah Ilham berjalan keluar gerbang sekolah dengan sangat lemas seakan tidak punya tenaga untuk hidup
" putriku yang malang.... huhuhu..... " ayah Ilham meluapkan emosinya di dalam mobil antik miliknya dengan air mata yang terus saja mengalir di kedua pipinya
" sakit... sakit... dasar ayah yang tak berguna ... apa yang telah kau lakukan pada putri cantik mu itu.... " seraya memukul dadanya yang sudah merasa sesak...
,
waktu telah menunjukkan pukul 11.50 matahari tepat berada diatas kepala tapi toko roti shatara belum juga buka walaupun banyak pesanan masuk dan orang yang ingin berkunjung membeli kue sudah mulai berdatangan di depan toko tapi ayah Ilham masih duduk manis dengan secangkir kopi dihadapan nya dengan pikiran nya entah kemana
" permisi.... " ujar Dafa pada gerombolan orang yang ingin mengambil pesanan kue nya
" dek Dafa ... kenapa toko a belum juga buka ??... ibu mau ngambil pesanan kue buat acara arisan nih ... " ujar salah satu pelanggan kue shatara
" oiya... sebentar ya... kue a udah siap ko... " ujar Dafa
" kenapa toko nya masih belum buka apa terjadi sesuatu pada ayah..." cemas Dafa dalam hati
Monik yg mengikuti Dafa dari belakang pun dibuat kaget karena tidak biasanya ayah Ilham seperti ini
tidak cukup lama Daffa sudah berhadapan dengan sang ayah yang sedang duduk dengan secangkir kopi tapi dengan pandangan kosong...
" Daffa kenapa dengan ayah..." cemas Monic
Daffa hanya menggelengkan kepalanya
" bisa kau buka toko kue nya dan mempersilahkan pelanggan masuk dulu... aku minta tolong..." ujar Dafa
Monic yang mendengar itu keluar dari mulut sang pujaan langsung tersenyum senang
" baik lah serahkan semua pada aku ..." ujar Monic tersenyum cantik
Daffa yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya
" hah.... sebenarnya kenapa dengan ayah.." ditatapnya punggung sang ayah dari arah belakang
" yah.... "
" ayah ...."
Daffa berusaha memanggil sang ayah tapi blom ada pergerakan dari sang ayah
" yah... " Daffa menepuk pundak sang ayah
" eeehhh.... ada apa nak.. " jawab ayah sedikit agx kaget
Daffa menarik salah satu kursi yang ada di dekat ayah nya..
" ada apa yah .... " tanya Daffa pelan dan hati-hati
" huh ...." sang ayah hanya membuang nafas panjang
Daffa yang melihat itu tau pasti ada sesuatu yang tidak beres
" cerita yah ... sebenarnya ada apa.... GX kaya biasanya loh ayah seperti ini..."
" ayah ......" ayah menatap lekat wajah anak laki-laki nya
" tidak... ayah tidak apa-apa , jam berapa sekarang... " ujar ayah seraya bangun dari tempat duduknya dan berusaha menghindar dari tatapan mata anaknya
" ayah....." ujar Dafa lembut
" kayanya ayah terlalu lama duduk di sini sampai lupa membuka toko , sebenarnya apa yang dilakukan ayah ini...." ayah berusaha sangat keras untuk menghindar dan menyudahi obrolan
βοΈβοΈβοΈ
jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya like dan komentarnya
terimakasih sudah mau berkunjung ππ