SHATARA

SHATARA
kekejaman salsa dan kamal



"... kak.... "


" kak.... "


Daffa terus saja merengek pada kakaknya yang sedang sibuk menata kue di etalase


" kak ... ayolah cerita pada ku .... " ujar Daffa


tapi Talitha bersikeras tak ingin orang lain tau...


" Daffa... berhentilah bersikap seperti anak-anak , kakak merasa tidak apa-apa , kakak baik-baik saja , kakak akan mengatakannya jika menurut kakak itu udah sangat keterlaluan ... jadi berhenti merengek lebih baik kamu bantu kakak tolong lap semua meja yang ada di depan... " ujar Talitha panjang lebar


" kak... tapi kaki kakak sampai seperti itu loh... " ujar Daffa


" Daffa kakak mohon ... berhenti membahas ini... " ujar Talitha


" mmm... " Daffa memajukan bibirnya cemberut karena tidak suka dengan sikap kakak nya yang selalu menutupi


" jika tampang mu seperti itu siapa yang akan berkunjung ke toko dan membeli kue-kue ini sayang... " ujar Talitha seraya tersenyum manis


" aish... ya..ya... aku akan ke depan dulu untuk mengelap meja... " Daffa pun mengambil lap tangan nya


" aish... manisnya adikku... " ujar Talitha tersenyum


" maaf.... kakak GX mau membuat semua orang kuatir.. " batin Talitha


*


kali ini apa lagi !


...


aku tidak tahu apa-apa.


....


kenapa nasibku seperti ini


....


Tuhan....


....


sebenarnya apa salah ku... !


talitha berjalan ke arah toilet dengan keadaan tubuh yang sudah berbau amis... dengan air mata yang terus mengalir ia terus bejalan menyusuri koridor sekolah


" ada apa dengan mu... " ujar Afnan yang kebetulan berpapasan dengan Talitha


tapi Talitha tak menjawabnya


" katakan kau kenapa ? siapa yang melakukan ini semua .. " ujar Afnan tegas...


lagi-lagi Talitha tak menjawabnya ia malah terus berjalan tanpa memperdulikan sekitar


untung suasana sekolah sedang sepi karena saat jam pelajaran berlangsung


" Talitha, berhenti disitu .. " teriak Afnan dengan memegang salah satu lengan Talitha


Talitha pun yang tangannya tertarik terpaksa berhenti


" jawab aku , kau ini kenapa siapa yang melakukan ini pada mu .. " ujar Afnan lagi


" lepaskan ... berhenti bersikap baik pada ku .. " ujar Talitha tegas dengan sorot mata yang tajam seraya melepaskan genggaman tangan milik Afnan yang ada di lengannya


" ****.... " Afnan yang menerima perlakuan seperti itu langsung berlari menuju kelas Talitha berada


ternya di dalam ruangan tersebut sudah sangat ribut... tapi aneh nya tak ada satupun guru yang datang masuk ke dalam kelas itu


" cih, tapi kali ini kau sudah sangat keterlaluan kamal... " ujar Sa'id dengan tatapan mata yang sudah sangat tajam pada Kamal


Kamal mengepalkan tangannya kuat-kuat dan sudah mengambil ancang-ancang untuk menghajar Sa'id


beda lagi dengan Lala dan salsa


Lala justru unggul melawan salsa walaupun 1 lawan 3 tapi Lala sangat berani untuk melawan mereka tak seperti Sa'id yang masih sangat memikirkan nasib pekerjaan sang ayah


" apa, dasar preman... " ujar salsa seraya menendang bagian tubuh lala


" Lo Dajjal... Dajjal yang tak mempunyai akhlak... " Lala langsung membalas menjambak rambut salsa dan teman-temannya dengan sangat kencang


" kurang ajar ... kau berani lepasin sakit... aahhh... sakit... " teriak salsa maupun teman-temannya


" sakit.... ? ini belom seberapa " Lala langsung mendorong tubuh Salsa sampai tersungkur


anak-anak yang ada didalam kelas hanya bisa menonton tak ada yang berani memisahkan nya atau pun melaporkan nya pada guru...


" brug.... " suara pintu terbuka dengan sangat keras


sang ketua OSIS masuk ke dalam kelas yang sangat ribut


" tolong ajak anak-anak ke kelas 11B sekarang ... cepat... !!! " teriak afnan pada temannya lewat telepon


tapi bagi Kamal dan salsa kehadiran Afnan tak berubah situasi ia tak ada takut-takut nya dengan sang ketua OSIS karena baginya tak akan ada yang berani menghukumnya


tak lama setelah Afnan menelepon teman OSIS lainnya merekapun datang bersama dengan guru BK


" sebaiknya kalian ikut kami ke ruang BK... " ujar guru BK dan anggota OSIS lainnya


" aku tak bisa ikut.. aku harus menyusul sahabat saya ke kamar mandi... " ujar Lala tegas


" jangan beralasan ..." ujar Bayu Anggara osis


" biar aku yang menyusul nya... " ujar Afnan


Afnan pun langsung kembali berlari ke dalam kelasnya untuk mengambil tasnya


Afnan mencari Talitha di setiap toilet tapi tidak menemukan sosok remaja yang berbadan gemuk


" dimana dia ? " Afnan kembali lagi berlari mencari sosok Talitha di setiap sudut sekolah..


" hah...hah.... " suara nafas terus terdengar dari afnan


" nih... " Afnan menyodorkan sebuah kantong plastik yang berisikan baju olahraga, handuk dan perlengkapan mandi lengkap pada Talitha


tapi Talitha menolak itu semua ia malah menjauhkan tangan milik Afnan dari pandangannya


" pakailah kau sangat membutuhkannya " ujar Afnan dengan pandangan iba


" apa kau ingin pulang saja , biar aku yang akan mengantarmu... " ujar Afnan kembali


Talitha yang mendengar itu langsung menatap ke arah Afnan


Afnan yang merasa ditatap langsung menganggukkan kepalanya


" pakailah ini dulu... kau tenang saja perlengkapan mandi ku masih baru, cuman baju nya saja bekas ku... " jelas Afnan ...


Talitha yang mendengar itu langsung mengambil kantong plastik tersebut


" makasih... " ujar Talitha datar seraya berdiri meninggalkan Afnan yang masih duduk di tempat pembuangan sampah


☘️☘️☘️


jangan lupa tinggalkan jejak nya ❤️ like dan komen