Shadow Monarch

Shadow Monarch
Chapter 8 Vampire



"A-apakah ini nyata" Gumam Resepsionis tersebut dengan tatapan tidak percaya


Dirinya bisa melihat ketika mengecek jumlah monster yang dibunuh adalah 691 monster yang mana sangat jarang dilakukan oleh pemula


"Sudahlah aku hanya ingin imbalanku" Ucap Yuuto dengan malas


"Ah sebentar, Ini untuk biaya penyelesaian misi" Resepsionis tersebut memberi kantong uang berisi 10 koin perak dan


"Ini lagi untuk biaya monster yang dibunuh, jenisnya ada banyak mulai dari goblin, wolf, rubah dan sebagainya" Resepsionis tersebut memberi sebuah kantong uang yang keliatan berisi banyak uang


"Dan boleh saya minjam kartu petualang anda" Ucap Resepsionis tersebut dengan hati-hati karena bisa saja Yuuto salah paham


"Cepatlah" Yuuto memberikannya tanpa rasa ragu sedikitpun karena mustahil seorang Resepsionis melakukan hal buruk ke petualang


"Baik ini kartu petualang anda" Resepsionis tersebut mengembalikan kartu petualang Yuuto namun warna kartu tersebut berubah dari yang awalnya berwarna coklat kini berwarna abu-abu



*Name : Ken


Job : Assasin


Level* : 50



*Rank : E \[458/1000 Poin*\]



"Rank E kah" Gumam Yuuto sambil berjalan keluar dari Guild Petualang


Dirinya berjalan tanpa tau arah untuk mencari Penginapan hingga tanpa dirinya sadar telah berada di perbatasan antara Istana Avalon dengan Ibu Kota


Yuuto bisa melihat ada beberapa alat yang tidak asing baginya terutama sebuah kayu tinggi namun atasnya bengkok ke samping dan memiliki tali


"Ini alat gantung diri, mirip seperti yang pernah hampir digunakan kepadaku ketika di kekaisaran Celestial" Gumam Yuuto


"Yo Kawan, apa kau penasaran dengan alat itu" Ucap seorang Pria berpakaian penyihir dengan tongkat di tangan kanannya


"Ini alat yang biasanya digunakan untuk menghukum penjahatkan" Ucap Yuuto secara asal


"Yap, dan menurut rumor kudengar katanya besok yang akan dihukum adalah Vampire" Bisik Pemuda tersebut


"Hmm Vampire kah, aku tak begitu tertarik dengan hal seperti ini jadi terima kasih informasinya kawan" Ucap Yuuto dengan santai


"Rey" Pemuda tersebut mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan


"Ken" Yuuto menjabat tangan Rey sambil mengenalkan diri dengan nama palsu miliknya


"Yah sayang sekali hari ini aku harus pergi, padahal aku ingin melihat wajah vampire itu" Ucap Rey dengan rasa kecewa


"Memangnya dia perempuan?" Tanya Yuuto


"Dari rumor sih Iya" Jawab Rey dengan sedikit ragu


"Aku harus pergi dulu mencari penginapan" Yuuto berjalan menjauhi Rey dan masuk ke dalam penginapan bernama Penginapan Mawar


"Kenapa dia...terlihat sangat marah" Gumam Rey ketika melihat ekspresi muka Yuuto sebelum pergi


Pada akhirnya Rey tidak menemukan jawaban dan pergi dari kekaisaran tersebut untuk melanjutkan petualangannya




"SIAL, Sepertinya besok tidak akan menjadi hari yang damai" Gumam Yuuto dengan ekspresi dingin



Yuuto menghabiskan sisa waktunya untuk bersantai hingga pagi hari tiba



Seperti ucapan Rey, pada pagi harinya banyak sekali orang berkumpul di depan gerbang istana



Sementara itu terlihat ratusan prajurit elite yang sedang mengawal beberapa orang penting menuju ke luar istana



"Rakyatku semuanya, kalian tau pasti tujuan kalian berdiri disini tepat di depan istana" Ucap seorang pria dengan mahkota yang sepertinya adalah kaisar kekaisaran Avalon



"Karena itu lah kami tidak akan memperlama waktu karena masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dikerjakan-



Jenderal bawa Makhluk menjijikkan itu kesini" Kaisar memandang ke arah seorang Jenderal pilihannya



Jenderal tersebut mengaggukan kepalanya dan berjalan ke dalam istana dan kembali dengan membawa sebuah gerobak berisi kurungan yang diselimuti kain hitam untuk diserahkan kepada Kaisar



"Lihatlah, Makhluk menjijikkan yang berani masuk ke wilayah kekaisaran Avalon ini, Dia adalah..." Kaisar tersebut menarik kain hitam dan memperlihatkan seorang makhluk hidup yang dikurung dengan keadaan yang tidak mengenakkan



"Vampir"



"Penghisap darah"



Banyak sekali bisikan para warga ketika melihat vampire tersebut namun kebanyakan bisikan yang mengaitkan Vampire dengan Kejahatan



Yuuto yang menonton dari jauh merasa geram dengan hal ini, Dirinya tau bagaimana rasanya di cap sebagai Makhluk Kegelapan tanpa bisa membela diri sedikitpun




Kedua orang kepercayaan Kaisar pun melakukan suruhan Kaisar



"Tundukkan dia" Ucap kaisar



"Baik" Salah satu orang kepercayaan Kaisar membuat Vampire tersebut bertekuk lutut dengan cara kasar



"Kalau begitu, Hukumannya dimulai" Kaisar mencabut pedang miliknya dan bersiap untuk menebas kepala Vampire tersebut



Tangan yang terikat kebelakang dan sedang bertekuk lutut tanpa melawan membuat Vampire tersebut seolah ikhlas akan mati



Kaisar menebaskan pedangnya ke arah kepala Vampire tersebut namun ketika pedangnya hampir menebas kepala Vampire tersebut muncul seseorang dengan rambut hitam panjang yang menahan serangan Kaisar dengan 1 jari



"Hentikan" Ucap Yuuto dengan dingin



"Siapa Kau! Apa kau memilih menyelamatkan Vampire kotor ini! Apa kau berani menentang keputusanku" Bentak Kaisar tersebut



"Justru aku yang harus bertanya-



Kenapa dia dihukum mati padahal aku tidak mendengar adanya serangan Vampire ataupun semacamnya selama di kota ini" Yuuto menatap Kaisar dengan tatapan membunuh



"Karena dia adalah Vampire! tak peduli apapun yang dilakukannya karena Vampire adalah Makhluk kegelapan sama seperti Demons" Ucap Sang Kaisar menjawab pertanyaan Yuuto



"Walau dia adalah Seorang Wanita" Tanya Yuuto kembali



"Tak peduli dia laki-laki atau perempuan selama dia Vampire maka dia adalah Makhluk Kegelapan yang hanya bisa menyebabkan kehancuran" Ucap Sang Kaisar dengan penuh kemarahan



"Orang kuat pun harus tau bagaimana cara menghargai seorang perempuan perempuan, Aku lahir dari perempuan karena itu aku menghargai perempuan, Namun kalian tidak...Kalian tau kenapa kalian tidak bisa menghargai perempuan walau dia dari Ras Vampire?" Tanya Yuuto tanpa ekspresi



"Karena kami tidak ingin menghargai siapapun yang berasal dari Benua Vampire" Jawab Kaisar tersebut dengan wajah yang memerah karena terlalu marah



"Karena kalian lahir dari Seorang Laki-Laki bukan Perempuan, aku selalu bertemu orang yang menghargai perempuan dan tidak pernah bertemu yang tidak menghargai perempuan... kalian lah yang pertama, Manusia yang lahir dari laki-laki yang tidak menghargai seorang perempuan" Ejek Yuuto dengan senyuman tipis



Seketika seluruh warga, Prajurit, Jenderal hingga para bangsawan bahkan Kaisar yang mendengar ejekan Yuuto menjadi marah besar



Lahir dari Laki-Laki?



siapapun tidak ingin dilahirkan seperti itu karena menjijikkan



Namun Pemuda berambut hitam panjang di hadapan sang Kaisar dengan mudah mengejek mereka seperti itu dan lagi perkataannya benar-benar memiliki rasa percaya diri seolah semua itu adalah kebenaran



"KAU, JENDERAL VIN TANGKAP PEMUDA INI DAN EKSEKUSI DIA BERSAMA VAMPIRE BUSUK INI" Ucap Kaisar dengan penuh kemarahan



"Baik Yang Mulia" Jenderal Vin segera berjalan menuju tempat Yuuto dan mengeluarkan pedangnya untuk mengeksekusi pemuda tersebut



ada rasa senang sendiri bagi Jenderal Vin karena bisa mengeksekusi Pemuda yang berani mengejek kaisar ataupun orang-orang yang mendengarnya karena dirinya juga sangat marah dengan ejekan Yuuto



"Matilah" Jenderal tersebut menebaskan pedangnya dengan cepat ke leher Yuuto namun



"Kau saja yang mati" Bisik Yuuto yang entah sejak kapan telah berada disamping Jenderal Vin



1 Detik Kemudian



sebelum sempat bereaksi, Jenderal Vin berubah menjadi potongan daging mentah karena tebasan Yuuto yang amat sangat cepat



"Hanya level 400an saja sudah berani mengarahkan pedangmu ke diriku" Ucap Yuuto dengan tubuh yang sedikit terkena cipratan darah Jenderal Vin