
"Kita sampai" Gumam Shin yang sedang memarkirkan kereta kuda mereka di dekat Yuuto
"Para Pahlawan turun duluan, Tuan Putri saya harap anda tunggu disini sebentar karena kami benar-benar ingin memastikan situasi di luar" Ucap Shin sambil bertekuk lutut dihadapan Tuan Putri
"Baiklah, silahkan" Ucap Luna singkat
"Baik Tuan Putri" Shin kembali berdiri dan keluar dari Kereta bersama pahlawan lainnya
"Situasi sepertinya cukup bagus, yang lebih penting kita tanyakan kepada Yukina yang sebenarnya terjadi" Bisik Shin kepada rekan pahlawannya
"Baik" Ucap keempat pahlawan lainnya
Kelimanya menghilangkan hawa keberadaan mereka dan berjalan pelan ke arah Yukina untuk menanyakan keadaan karena tadi Yukina hanya menyuruh mereka untuk mendekati Pria berambut hitam yang tak lain adalah Yuuto
"Psst, Yukina...Yukina" Bisik Shin dari belakang
"Emm, siapa...Oh Shin, apa yang kau lakukan" Tanya Yukina yang kebingungan kenapa mereka mengendap-endap seperti itu
"Apa yang sebenarnya terjadi di luar, kau hanya mengatakan kepada kami untuk mendekatkan kereta ke Pria berambut hitam, Apa kau dipaksa melakukannya, apa pria itu penjahat" Tanya Shin dengan serius
"pfft, kau salah paham, akan kujelaskan semua yang terjadi" Yukina pun menjelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi di luar dengan detail tanpa menyembunyikan apa-apa
"Oh begitukah, ku kira Pria bernama Yuuto itu memaksamu untuk melakukan ini, kalau begini kami tak perlu khawatir" Ucap Shin dengan rasa bersalah
"Nee Yukina, apa kita akan menginap disini" Tanya Sumi
"Iya, Kalian bisa gunakan Masing-Masing kasur yang disediakan Lily, jangan sampai merusaknya" Ucap Yukina dengan santai
"Apa tak akan ada monster yang menyerang selagi kita tidur" Tanya Selena untuk memastikan keamanan mereka
"Kalau itu aku tak tau tapi kalaupun ada disini ada seorang penyihur Rank SS dan seorang pria dengan kekuatan setara rank SSS, harusnya kita akan aman" Ucap Yukina sambil berpikir-pikir
"Baiklah, kalau begini aku bisa tidur dengan nyenyak" Ucap Ronald dengan santai
"Kau tidur di atas batu pun masih nyenyak, untuk apa tidur di atas kasur" Gumam Ken pelan
"Hah, kata siapa... walau nyenyak tapi kalau aku bangun tubuhku rasanya sakit semua kau tau bodoh" Ucap Ronald yang mendengar gumaman Ken
"Sudahlah, cepat pilih kasur kalian dan tunggu Lily selesai masak" Ucap Yukina dengan senyuman tipis
Yukina sedikit senang sebab dalam perjalanan kali ini hubungan mereka terasa semakin mendekat dibanding sebelumnya
[23 Menit Kemudian]
"Uhh, Akhirnya selesai...Memasak untuk 10 orang tidak mudah" Ucap Lily dengan lelah
"Baik, Kalau begitu tugas saya telah selesai" Cloningan Yuuto memudar dan menghilang selamanya
"Waktunya menyajikan ini" Dengan keahliannya Lily menggunakan 2 Nampan Besi untuk mengangkat 10 Piring berisi Ayam Goreng dengan campuran sayur-sayuran ke meja makan
"Wow, kau hebat sekali Lily" Ucap Yukina dengan kagum
"Hehe ini pertama kalinya aku memasak untuk banyak orang, panggil teman-temanmu untuk makan, aku akan memanggil Yuuto" Ucap Lily
"Baik Nona" Ucap Yukina dengan senyum jahil
Yukina berjalan ke arah teman-temannya yang mana para lelaki hanya rebahan sedangkan perempuannya sedang Ngegosip atau berbincang ringan dan menyuruh mereka untuk berkumpul di meja makan
"Yuuto, waktunya makan, cepatlah berkumpul bersama yang lain" Ucap Lily kepada Yuuto yang sedang berada di atas pohon
"Iya, kau duluan saja, aku masih ingin menghirup udara segar disini" Ucap Yuuto dengan santai
"Jangan lupa untuk turun, kalau kau lambat akan kuhabiskan jatah makanmu" Ucap Lily dengan perasaan yang sedikit kesal
"Terserah kau saja" Gumam Yuuto
"Hmm, susah susah aku masak dia malah bersantai saja" Gumam Lily
Karena Yuuto memilih untuk tetap di atas pohon dan akan turun nanti, Lily pun kembali ke meja makan dan duduk disamping Yukina
"Dimana Yuuto, bukankah kau bilang akan memanggilnya" Tanya Yukina
"Berisik, dia akan datang nanti, jangan pedulikan pria menjengkelkan itu" Ucap Lily yang masih kesal dengan sikap Yuuto
"Fufufu, jangan seperti itu, bagaimana pun mungkin dia sedang butuh waktu sendiri" Ucap Yukina dengan senyum jahilnya
"Hmmph, Menjengkelkan" Gumam Lily
"Oh ya, dari tadi aku tidak melihat Putri Luna dan Putri Lumia, dimana mereka" Tanya Yukina kepada Shin
Shin yang ditanya oleh Yukina hanya terdiam seperti patung, begitu pula dengan pahlawan lainnya
"jangan bilang kalian melupakan mereka" Yukina mengepalkan tangannya dan memukul meja makan hingga hampir menumpahkan seluruh masakan Lily
"I-iya" Ucap Shin dengan gugup
"Kalian.....akan kuurus ini sendiri" Yukina pun berdiri dan berjalan ke kereta untuk menjemput kedua tuan putri
"Dasar mereka itu, jika terjadi apa-apa kepada tuan putri maka kita yang akan terkena masalah" Gumam Yukina
Ketika dirinya tiba di dekat kereta kuda, tanpa menunggu dirinya membuka Pintu kereta kuda dan "Putri Luna, Putri Lumia...maafkan rekan bodoh saya yang melupakan keberadaan anda, silahkan keluar dan ikut bergabung dengan kami"
"Tidak apa-apa Kak Yukina, Ini juga salah kami karena memaksa ikut ke hutan kematian" Ucap Luna dengan lembut
"Syukurlah, akhirnya aku bisa keluar dari tempat sempit ini" Ucap Lumia
"Silahkan ikuti saya" Yukina berjalan dan dibelakangnya kedua Tuan Putri mengikuti dari belakang
Namun tanpa aba-aba seekor monster bersayap muncul dari langit dan menangkap Lumia dengan kedua kakinya untuk dibawa pergi
"Lumia!!!" Teriak Luna ketika melihat adiknya dibawa Monster
"Light Manipulation : Light Laser" Yukina menembakkan Laser cahaya ke arah Sayap monster tersebut namun berhasil dihindari dengan cepat
"Kyaaaaa!!!, Tolong Lumia...Kak Yukina, Kak Luna" Teriak Lumia dengan ketakutan
Monster tersebut semakin terbang menjauh melewati tempat orang-orang berkumpul untuk makan
"Fire Manipulation : Fire Laser"
"Lightning Manipulation : Lightning Arrow"
"Wind Manipulation : Wind Shoot"
"Water Manipulation : Water Shoot"
Namun seluruh serangan mereka tidak ada yang mengenai sayap monster tersebut bahkan menggoresnya
"Sial, Monster itu lincah" Gumam Ronald dengan perasaan yang kesal karena gagal menyelamatkan Putri Lumia
Pahlawan yang lain pun merasa kesal karena serangan mereka tidak ada yang kena namun tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak dapat terbang
"Kakak, Tolong Lumia" Lumia terus mencoba melepaskan pegangan Monster tersebut namun gagal karena perbedaan kekuatan
Semua orang sudah pasrah, Andai Rey sudah sadar dari pingsannya maka dia dapat menjatuhkan monster tersebut dengan cukup mudah
Namun ketika monster tersebut ingin pergi lebih jauh, Dari pepohonan sesosok berwarna hitam melesat menuju monster tersebut
"Dasar, baruku hilangkan sebentar auraku kalian sudah berdatangan saja" Gumam Yuuto
Yuuto tepat berada di atas monster tersebut namun tidak berada di atas badan monster tersebut melainkan melayang di udara
"Shadow Sword" Yuuto menarik keluar senjata satu-satunya, Shadow Sword dan menebaskan Shadow Sword dengan kecepatan yang tidak normal
Akibatnya monster bersayap pun mati karena kepalanya terkena tebasan Yuuto
Tubuh Monster tersebut mulai turun ke bawah karena tidak ada yang mengendalikan sayapnya untuk terbang
"Kyaaaaaa" Teriak Lumia ketika dirinya jatuh dari ketinggian
"Lumia"
"Putri Lumia"
"putri Lumia"
Mereka yang menyaksikkan menjadi panik dan berusaha secepat mungkin untuk berlari dan menangkap Lumia yang akan jatuh
Namun karena jarak yang cukup jauh mereka akan terlambat karena kecepatan jatuh Lumia lebih cepat dari kecepatan mereka berlari
Ketika Lumia hampir menghantam tanah seorang Pria menangkap Lumia "Hap, untunglah tepat waktu" Ucap Yuuto
"A-Anda" Wajah Lumia merona karena beberapa detik lalu dirinya telah pasrah namun Yuuto tak membiarkan itu dan menyelamatkan Lumia yang telah siap mati
"Kamu...Berat" Yuuto melepaskan pegangannya dan membiarkan Lumia jatuh ke tanah
"Aduh" Lumia menjerit pelan dan berdiri sambil mengusap pundaknya yang masih sakit
"Y-Yuuto, apa yang kau lakukan, kau menjatuhkan Putri Lumia begitu saja, apa kau tidak menghormatinya" Yukina yang menyaksikan hal tersebut pun mendatangi Yuuto dan memarahi tindakannya yang menjatuhkan Lumia
"Sudahlah Kak Yukina, aku hanya jatuh sedikit, lagipula Pria ini sudah menyelamatkanku" ucap Lumia sambil menenangkan Yukina
"Tapi Putri Lumia, tindakan Yuuto yang melepas gendongannya dan menjatuhkan anda sama saja tidak menghormati Tuan Putri Kekaisaran Celestial, Sebagai Pahlawan Cahaya yang akan mengalahkan Raja Iblis dan membuat perdamaian saya tidak bisa membiarkan ini" Ucap Yukina yang masih saja tidak menyukai tindakan Yuuto
"Tapi Kak Yuki-" Belum selesai Lumia berucap, sebuah tekanan mengerikan menekan seluruh orang yang ada disekitar
"**Kau tau, aku sudah menyelamatkan Putri mu ini dan kau tak berterima kasih bahkan malah memarahi tindakanku"
"Disini Hutan Kematian, siapapun dapat mati kapan saja, apa gunanya pangkat bangsawan di tempat yang siapa saja dapat mati"
"Selama kalian bersantai dibawah sana aku menyebarkan auraku sejauh 1 km agar tidak ada monster mendekat"
"Aku bahkan sudah baik hati menyelamatkan gadis kecil ini dan kau tidak menerima tindakanku yang kurang sopan"
"Aku membunuh Monster burung tadi bukan karena ingin menyelamatkan Gadis ini melainkan karena dia terbang melewati diriku yang sedang bersantai di atas pohon"
"Dia menganggu waktu santaiku karena itu aku membunuhnya"
"Dan karena aku kebetulan melihat gadis ini jatuh dari kaki monste tersebut aku menyelamatkannya karena aku yang memimpin rombongan ini, secara otomatis aku memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin untuk menyelamatkannya"
"Jika kau tidak suka dengan sikapku, tindakanku, ucapanku... maka Mulai hari ini, Jam ini, Menit ini, Detik ini juga, Aku Yuuto tidak akan memimpin rombongan ini dan tidak akan bertanggung jawab atas nyawa siapapun kecuali Lily**"
Wajah Yuuto saat mengatakan hal tersebut begitu dingin, seolah penuh rasa ketidak pedulian terhadap siapapun
Mata merahnya menyala terang yang mana membuat mereka yang melihatnya begitu ketakutan
"T-Tapi" Seluruh tubuh Yukina bergetar ketakutan ketika mata merah Yuuto menatapnya dengan dingin
Yukina ingin sekali memutar waktu dan jika bisa tidak akan memarahi Yuuto
Hanya karena perbuatannya yang berdasarkan prinsip ksatria yang ingin melindungi Tuan Putri, Kini rombongan mereka kehilangan sebuah pelindung yang mana kekuatannya setara para pelindung Kekaisaran Celestial
Karena Yuuto tak lagi memegang tanggung jawab sebagai pemimpin mau tak mau Rey yang akan melindungi mereka yang lemah, namun karena Rey masih pingsan maka Yukina lah yang harus melindungi mereka
"Yuuto, bukankah tindakanmu ini sedikit keterlaluan" Ucap Lily yang kasian dengan Yukina
Siapapun dapat melihat ekspresi Yukina yang terlihat kapan saja dapat menangis dan Lily merasa kasihan dengannya karena walau sebentar Lily telah berbincang dengannya
"Bocah sepertinya harus dikasih tau tentang kejamnya dunia, Jika sifatnya terus seperti ksatria maka dia tak akan bisa menyelamatkan dunia ini, orang dengan sifat ksatria lebih mudah dimanfaatkan oleh siapapun" Ucap Yuuto tanpa rasa peduli sedikitpun
"Aku tau itu tapi bisakah kau lembut sedikit saja kepada Yukina, lihatlah dia, karena ucapanmu yang kejam Yukina dapat menangis kapan saja" Ucap Lily
"Terserah kalian saja, lagipula keberadaanku disini hanya sebagai orang asing" Yuuto berjalan menjauhi mereka tanpa mempedulikan Yukina yang terlihat menyedihkan
"Tunggu, Saya mohon jangan salah paham, Kak Yukina hanya terbawa perasaan karena tidak bisa menyelamatkan Lumia, dia sama sekali tidak ada niat ingin berkata seperti itu" Lumia berlari dan menahan pergerakan Yuuto dengan cara memegang bajunya dari belakang
"Setiap tindakan akan ada resikonya, itu salahnya karena tidak dapat mengontrol perasaannya, Dunia tidak butuh pahlawan yang tidak bisa mengontrol perasannya, Aku berkata seperti itu demi kebaikannya sendiri, Dan Tolong lepaskan saya" Ucap Yuuto dengan dingin
"Tapi Kak Yukina- Eh" Lumia termundur karena ditarik Lily dari belakang namun sebenarnya Lily menyelamatkan Lumia yang mana Yuuto hampir mencabut Shadow Sword dari Sarungnya
"Lily, kuharap kau tidak terlalu baik kepada mereka" Yuuto melompat pergi ke atas pohon yang tinggi dan tidak terlihat ingin turun sekalipun