Shadow Monarch

Shadow Monarch
Chapter 36 Situasi Di Benua Vampire



"Jadi begitu yah" Ucap Yuuto setelah mendengar penjelasan dari Vampire yang ditangkapnya


"A-Apa A-Aku Boleh pergi" Tanya Vampire tersebut dengan ekspresi yang sangat mencerminkan ketakutan terhadap Yuuto


"Kalau kau pergi bisa gawat dong, Bagaimana kalau Lily ketahuan... Jadi untuk sementara kau akan tinggal bersama temanku" Yuuto tersenyum tipis namun di mata Vampire tersebut Yuuto seperti seorang psikopat yang senang mempermainkan seseorang


"T-Tidak, Jangan lagi" Vampire yang ditangkap Yuuto merangkak menjauh dari Yuuto dengan perasaan takut


"Sanda" Gumam Yuuto


[Baik]


Sanda dengan cepat keluar dari bayangan dalam bentuk Bola bayangan menghadap ke depan Yuuto dan kembali wujud aslinya yaitu dalam bentuk Ular Yang Besarnya seperti sebuah Bis


"Jaga dia dengan baik, jangan sampai mati"


[Baik Tuan]


Sanda dengan cepat melesat ke arah Vampire yang melarikan diri kemudian menelannya hidup-hidup


"Yang lain juga" Yuuto menatap rekan Vampire tadi yang sedang meringkuk ketakutan


[Baik]


Lagi dan Lagi Sanda menelan Vampire yang lain hidup-hidup ke dalam perutnya sesuai perintah Yuuto


"Kembalilah dulu, ini bukan waktumu naik panggung" Gumam Yuuto


[Baik, Saya akan menunggu hingga saatnya tiba]


Sanda berubah menjadi Bola bayangan dan meresap masuk ke dalam bayangan Yuuto bersama Vampire-Vampire yang masih ada di dalam perutnya


"Yuuto, apa mereka akan baik-baik saja" Tanya Lily dengan cemas


"Tak apa, Sanda tidak akan membunuh mereka, Untuk sementara Vampire-Vampire itu akan disana hingga urusan kita selesai" Ucap Yuuto yang paham dengan perasaan Lily


Bagaimana pun Lily adalah seorang Tuan Putri, sudah hal wajar bagi dirinya untuk mengkhawatirkan Rakyatnya sendiri


Andai Lily tidak ada maka Vampire-Vampire tadi sudah menjadi mayat karena Yuuto tak berinisiatif untuk membiarkan musuh hidup lama


"Bagaimana situasi saat ini, Kau mendengar dari Vampire tadi kan" Tanya Leli


"Buruk, Situasi saat ini sangat buruk melebihi dugaanku, bahkan puluhan kali lebih buruk dari dugaanku" Ucap Yuuto dengan sedikit cemas


"Seburuk itu kah, Bisa kau jelaskan" Tanya Rey dengan serius


"Baiklah, Tapi Lily kuharap kau selalu menjaga perasaanmu dengan tenang, Jadi Jangan biarkan Kemarahan mengambil kendali... Kau Paham" Yuuto mengatakan hal tersebut kepada Lily karena Situasi Benua Vampire saat ini memang akan sangat membuat Lily begitu marah sekaligus Sedih


"Begitu kah, Baiklah... Aku akan mencobanya" Ucap Lily dengan serius


"Baiklah... Benua Vampire bisa dikatakan saat ini sudah dikuasai Demons, Para Vampire yang masih membela Wilayah mereka akan dihukum Mati seminggu lagi, Dan keluarga Raja Vampire termasuk yang akan dihukum mati" Ucap Yuuto dengan perasaan iba


Lily yang mendengar Situasi Benua Vampire dari mulut Yuuto seketika langsung terduduk karena shock


Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan, Perasaannya penuh akan rasa khawatir akan keluarganya di sana


Air matanya menetes jatuh tanpa henti, Membuat Yuuto menyesal karena bercerita tanpa menyembunyikan beberapa hal


"Lily, tenanglah... Kita akan menyelamatkan Keluargamu, Disini ada aku dan Yuuto, kami berdua saja sudah cukup untuk meluluh ratakan Benua Demons, jadi kau tenang saja" Leli memeluk Lily dari belakang dengan lembut dan membisikkan kata-kata yang dapat menenangkan Lily


"T-Tapi... Ayah, Ibu, Kakak... Bagaimana jika mereka disiksa sebelum dibunuh, Bagaimana jika kita gagal menyelamatkan mereka" Pikiran dan Mental Lily menjadi kacau


Leli terus saja menenangkan Lily sedangkan Yuuto dan Rey berpikir keras untuk menyelesaikan masalah ini


Sedikit ucapan yang mengandung Situasi keluarga Lily saat ini saja bisa-bisa membuat Mental Lily hancur


'Ini buruk, Lily sudah tidak bisa diharap, Kalau aku yang turun tangan menyelesaikan semua masalah bisa-bisa Bangsa Vampire hanya mengetahui kekuatanku bukan Kekuatan Lily....'


"Rey, Untuk menyelesaikan ini apa kau memiliki rencana" Tanya Yuuto


"Iya, aku punya ide hanya saja ini sedikit gila untuk orang sepertiku tapi mungkin mudah bagimu" Ucap Rey dengan ragu


"Katakan saja, aku lebih mempunyai Ide Gila yang tak akan pernah kau pikirkan" Ucap Yuuto dengan kesal


"Kita harus menyelamatkan Keluarga Lily terlebih dahulu, bukankah penyebab mental Lily down karena itu, jika kita selamatkan mereka seharusnya Lily tak akan lagi khawatir" Ucap Rey dengan singkat namun begitu berarti


"Hmm aku tak terpikir sampai situ tapi baiklah, rencana yang cukup bagus, Kalau begitu jalankan rencana ini" Ucap Yuuto dengan tegas


"Baik... Leader" Ucap Rey


"Yuuto, Urusan Lily bagaimana, saat ini mentalnya begitu terguncang, apa kau yakin akan langsung membawanya menuju Keluarganya" Tanya Leli dengan khawatir


"Hah ini lah yang merepotkan, Untuk sementara kita akan menunggu Lily kembali normal, Lebih baik sekarang kita pergi dari sini dan mencari Penginapan, itu pun jika masih ada yang buka... Leli kau gendong Lily"


Yuuto terbang lurus menuju arah Istana dengan tujuan mencari penginapan, Sudah sewajarnya jika di dekat Istana selalu ada Kota dan di kota akan selalu ada Penginapan


Rey terbang di belakang Yuuto dengan sihirnya sedangkan Leli terbang dengan Sihir karena sedang Menggendong Lily dirinya tidak dapat mengeluarkan sayap naga miliknya


Selama mereka bertiga terbang, Dimana-Mana ada Vampire dan Demons yang selalu terlihat sedang bersama seolah mereka akrab sekali


Lily tidak melihat hal itu karena tertidur di gendongan Leli, Lebih baik seperti itu karena akan gawat bagi Lily jika melihat sesuatu yang buruk seperti ini


Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan Kota karena di Benua Vampire, Hanya ada 1 Kerajaan Yaitu Kerajaan vampire dan hanya ada 1 Kota yaitu Kota Vampire


Namun mereka tidak dapat masuk karena Bangsa Demons ataupun Vampire memiliki Ciri Fisik yang unik yaitu bertelinga Panjang dan memiliki Taring


Sedangkan Yuuto, Rey sama sekali tidak memiliki salah satunya


Leli dapat dengan mudah masuk karena wujud manusia bangsa Naga juga memiliki Telinga panjang


Untuk taring Leli hanya perlu tidak membuka mulutnya ketika sedang berada di dekat Vampire


"Yuuto, kau bisa sihir ilusi, Kau cukup membuat ilusi di telingamu untuk membuatnya sama seperti Vampire" Rey lebih dahulu melakukannya ke Telinga miliknya dan hasilnya Rey benar-benar mirip seperti Vampire dengan telinganya yang panjang


"Hmm harusnya bisa" Yuuto membungkus telinganya dengan Elemen Kegelapan dan membayangkan Telinga miliknya sama seperti para Vampire lainnya


Hasilnya Yuuto berhasil mengubah Telinganya walau caranya sedikit berbeda dengan Rey tapi yang penting bagi mereka adalah hasil yang sama dan berguna


Setelah masalah Penyamaran mereka teratasi, Yuuto, Rey, Leli turun ke bawah karena sepertinya untuk masuk ke kota Vampire harus melewati Gerbang


Mereka juga asal mengira karena tidak ada satu pun Vampire yang terbang masuk lewat langit, seluruhnya masuk lewat Gerbang Kota


Untuk masuk Yuuto dan Temannya masih harus mengantri namun masalah baru mereka adalah para Vampire yang masuk semuanya memberikan semacam Kartu Identitas


Yuuto dan Rey sudah pasti tidak memiliki Kartu Tersebut karena ini pertama kalinya mereka berdua pergi ke Benua Vampire


"Leli, apa kau ada Kartu yang diberikan Vampire-Vampire itu ke penjaga" Bisik Yuuto


"Oh Kartu Identitas Khusus ras Vampire, Aku ada karena dulu ketika aku meminta maaf karena mengacau disini entah kenapa para Vampire-Vampire itu memberiku Kartu Identitas pribadi, mereka berkata itu berguna jika diriku ingin berkunjung" Bisik Leli


"Kau pernah ke sini kan, Apa yang terjadi jika tidak memiliki Kartu itu" Tanya Yuuto dengan lirih


"Mereka akan dibunuh atau memilih bekerja dibawah perintah Raja" Ucap Leli dengan ekspresi datar


"Shit lah aturan gila macam apa ini, Mati atau jadi budak Raja... Tunggu Bekerja Dibawah Perintah Raja kah..." Seketika Yuuto memiliki Rencana yang begitu gila karena Rencana ini juga akan membantu mereka masuk ke Istana dengan sangat mudah


"Oh Shit, Dari mukamu saja aku tau apa yang akan terjadi kedepannya" Gumam Rey dengan ekspresi buruk


"Hehe waktunya kita Merendah dahulu" Ucap Yuuto dengan santai