
Di pagi hari yang cerah, Yuuto terbangun dari tidurnya
Setelah melalui berbagai hal Yuuto dan Lily akhirnya mendapatkan tempat bermalam di rumah kepala desa
Setelah terbangun Yuuto pergi untuk mandi dan sarapan
Tidak seperti dugaan Yuuto yang mana Kepala Desa yang akan memasak sarapan tapi Lily lah yang akan memasak sarapan
Yuuto tidak terlalu banyak protes karena dirinya lebih mementingkan untuk makan
Sarapan yang dimasak Lily pun termasuk sederhana yaitu Sup hangat dan Ayam Bakar
"Seperti biasa, Masakanmu enak" Walau sederhana tapi kalau Lily yang memasak rasa masakannya seolah berubah menjadi lebih enak
"Umm, ini masih jauh dari harapanku" Lily hanya bisa tersenyum tipis ketika Yuuto memuji rasa masakannya
"Hoho aku jadi iri melihat Masa Muda kalian" Ucap Kepala desa
"Ini tak seperti yang anda pikirkan" Yuuto bisa paham jika Kepala Desa mengangap dirinya dan Lily sepasang Kekasih karena terlihat mesra walau tidak terlalu mesra
"Benar, Ini tidak seperti yang anda pikirkan dan tidak akan selamanya seperti ini Fufufu~" Ucap Lily
Yuuto menjadi penasaran dengan perasaan Lily kepada dirinya ketika mendengar ucapannya
Yuuto menduga Perasaan Lily kepada dirinya hanya sebatas Rekan yang menolong nyawanya atau seorang teman namun ketika mendengar ucapan Lily yang tadi Yuuto mengangap jika Perasaan Lily kepada dirinya sudah mencapai tahap Suka
'Kalau memang ingin hubungan ini berubah maka berusahalah, Perasaanku kepadamu hanya sebagai teman' Yuuto tersenyum tipis karena dirinya sedikit menyesal telah menutup hatinya ketika di Bumi
Andai tidak seperti itu maka Yuuto tidak akan pikir panjang untuk menikahi Lily
"Kepala Desa, jarak desa ini dengan Ibu kota celestial berapa kilometer" Tanya Yuuto
"Harusnya sekitar 156Km" Kepala desa menebak-nebak saja karena dirinya tidak pernah pergi ke Ibu Kota Celestial
"Kalau begitu harusnya kami akan sampai jika berjalan dengan kecepatan 50km/jam walau memerlukan waktu 3 jam" Yuuto tidak berencana untuk menetap lebih lama karena urusannya menyangkut masalah yang besar yaitu mengenai seluruh Bangsa Vampire
"Kalian ingin pergi secepat ini, tak bisa kah menginap selama beberapa hari" Kepala desa masih ingin mengenal Yuuto dan Lily karena itulah dirinya menawarkan untuk menginap
"Hah, maaf Kepala Desa urusan kami begitu besar, ini menyangkut keluarga Lily" Yuuto pun ingin lebih lama tinggal namun keadaannya tidak mendukung
"Memangnya kenapa dengan Keluarga gadis ini" Kepala Desa sedikit penasaran dengan urusan yang mampu membuat orang sekuat Yuuto yang menanganinya
"Lily, tunjukkan" Ucap Yuuto dengan singkat namun penuh makna
"Baik" Lily menghapus sihir ilusi di telinganya dan akibatnya telinga kembali seperti semula yaitu telinga yang panjang seperti Elf
"Demons...Tidak kau Vampire" Kepala desa lago-lagi dihantam informasi mengejutkan ketika melihat telinga panjang dan Taring Lily
"Benar, Saat ini Kekaisaran Vampire sedang terpecah belah menjadi dua sisi dan kemungkinan besar akan terjadi perang besar antar Vampire hanya karena diriku, karena itu demi menghentikannya Aku dan Yuuto harus menaikkan kekuatan" Lily sama sekali tidak menyembunyikan apapun karena dapat melihat karakteristik Kepala Desa yang sangat menjaga rahasia
"Kalau begitu kau seorang tuan putri" Seketika Kepala desa menundukkan badannya untuk menghormati Lily
"Tidak perlu seperti itu Kepala desa, aku tidak berada di Kekaisaran jadi aku saat ini hanya Vampire biasa karena tidak berada di kekaisaran" Ucap Lily sambil berusaha mendirikan kepala Desa
"Baiklah, kalau kalian ingin pergi saya tidak akan menghalangi karena memang ini urusan penting, tapi setidaknya berpamitan lah dulu dengan Warga desa agar mereka tau kalian akan pergi" Ucap kepala Desa
Yuuto dan Lily hanya menganggukkan kepala dan berpamitan dengan seluruh warga desa
"Hah aku tak terbiasa dengan keramaian" Ucap Yuuto setelah keluar dari desa
"Haha aku bisa melihat ekspresimu yang aneh tadi" Ucap Lily sambil tertawa kecil
"Sudahlah cepat bergerak" Yuuto menaikkan kecepatannya agar cepat sampai
"Baik-Baik" Lily ikut menaikkan kecepatannya agar tidak tertinggal
Tentu Yuuto menyuruh Lily untuk membunuhnya jika Level banditnya setara atau kurang dari Lily
Yuuto melakukannya karena ingin mengajarkan Lily cara membunuh manusia disebabkan Yuuto takut Lily tidak sanggung membunuh Manusia dan hal itu bisa saja menyusahkannya
Walau mereka juga bertemu monster namun rata-rata hanya berlevel 200an
Yuuto tidak ingin membuang waktu mereka hanya karena monster lemah seperti itu
Dirinya lebih memilih membantai sebuah kekaisaran dibanding membunuh jutaan monster berlevel 200 karena perbedaan level yang besar maka exp yang didapat pun semakin dikit
Tujuan Yuuto hanya 1 yaitu menembus level 1.000 karena ketika melewati level tersebut seluruh statisik akan dikalikan 2
Setelahnya baru lah mencari monster dalam jumlah besar untuk dijadikan pasukan dan setelahnya hidup bahagia bersama perempuan yang kelak akan menjadi istrinya
"Hah, berjalan seperti ini membosankan" Ucap Yuuto dengan lesu
"Kalau bosan bagaimana kalau kita lomba, yang sampai duluan boleh meminta apa saja kepada yang kalah" Lily mengajukan sebuah lomba yanh cukup aneh karena mengingat perbedaan kekuatan mereka berdua yang sangat berbeda sangat mustahil bagi Lily untuk menang
"Terserah saja" Yuuto hanya mengiyakan karena bagaimanapun pemenang telah ditentukan sejak Dimulai lomba
"Kalau begitu selamat tinggal" Lily menaikkan kecepatannya dan berlari dengan kecepatan penuh meninggalkan Yuuto yang semakin jauh
"Dasar Lily, sepertinya dia sedikit lupa dengan kekuatanku yah, akan kubuat dia terkejut ketika sampai di ibu kota nanti" Gumam Yuuto dengan tatapan datar
[-------------------]
Lily terus berlari dan sesekali melihat ke belakang untuk memastikan lokasi Yuuto namun sama sekali tidak melihat keberadaannya
"Kalau begini sudah dipastikan aku akan menang, Yuuto sepertinya terlalu meremehkanku, dia tidak tau jika kecepatan penuhku sangat lah cepat" Lily terus berlari sambil memikirkan permintaan macam apa yang akan dirinya minta nanti
Banyak sekali permintaaf yang ingin Lily katakan kepada Yuuto jika menang namun semuanya begitu melibatkan perasaan
"Tidak-Tidak, Yuuto tidak akan menerima permintaan konyol seperti itu hanya karena aku menang" Lily menggelengkan kepalanya untuk membuang imajinasinya
"Sedikit lagi sampai" Lily bisa melihat sebuah Dinding besar yang mengelilingi Ibu Kota Celestial beserta Istana dan gerbang tempat masuknya
Mulai dari sana Lily memperlambat kecepatannya dan menyembunyikan telinga vampirenya dengan sihir ilusi
Lily bisa memastikan tidak ada siapa-siapa di dekat gerbang kecuali Seorang Pria dengan baju lusuh yang sedang rebahan di dekat gerbang masuk dengan topi yang menutupi kepalanya
Lily tidak yakin itu Yuuto mengingat dirinya sama sekali tidak melihat adanya orang lain selain dirinya yang melewati jalan tersebut
Dengan penuh percaya diri Lily berjalan mendekati Penjaga gerbang dan memberikan kartu Petualang miliknya yang dibuat di desa
"Oh kau sudah datang Lily" Pria tersebut menyingkirkan topi yang menghalangi pandangannya dan menatap Lily dengan datar
Lily yang ditatap datar hanya bisa membuka mulutnya dengan lebar dan menatap Yuuto dengan penuh rasa tidak percaya
"Ini petugas" Yuuto memberi Petugas yang menjaga gerbang Ibu Kota kartu petualang miliknya
"Rank E, tapi poinmu melebihi batas, sebaiknya tingkatkan Rankingmu Anak Muda" Petugas tersebut mengembalikan Kartu Petualang miliknya dan membukakan keduanya gerbang masuk
'Untung saja berhasil'
Seharusnya Poin Yuuto mengalami pengurangan hingga mines karena membantai 1 kekaisaran namun hal itu tidak terjadi karena ketika pembantaian terjadi Yuuto meletakkan Kartu Petualang miliknya di Inventory yang hanya dimiliki para pahlawan
Yuuto hanya menduga jika Inventory tidak terhubung dengan Waktu, dan ruang karena apapun yang diletakkan di sana tidak akan rusak bahkan makanan sekalipun
"Jadi apa permintaanmu" Ucap Lily dengan pipi yang mengelembung karena kesal
"Permintaanku adalah...