
"Dia ini... Seenaknya saja tidur" Gumam Yuuto ketika menyadari Lumia tidak lagi bergerak
Dengan lembut Yuuto mengeluarkan tangan bayangan dan mengangkat Lumia dan mengeluarkan dua buah selimut yang dirinya ambil dari Lily
Yuuto meletakkan selimut tersebut di tanah dan meletakkan Lumia di atas selimut tersebut
Kemudian dirinya menyelimuti Lumia dengan selimut yang belum dipakai agar Lumia tidak kedinginan
"Dia ini merepotkanku saja" Gumam Yuuto
"Tidurlah disana dan jangan menganggu pekerjaanku" Yuuto membuat Dinding Kegelapan yang mengelilingi Lumia kecuali bagian atas
Yuuto berjalan menuju mayat Sanda dan tersenyum tipis ketika menyadari dirinya akan mendapatkan bawahan yang super duper kuat
"Soul Eater"
Sebuah Benda putih atau yang dinamakan Jiwa keluar dari tubuh Sanda dan meresap ke diri Yuuto
"Soul Ekstrak"
"Bangkitlah"
Aura kehitaman keluar dari tubuh Yuuto dan berputar dihadapannya hingga membentuk sesosok Ular berwarna hitam keunguan bermata Biru gelap
"Namamu Sanda, mulai sekarang mohon bantuannya" Ucap Yuuto
"Baik, Wahai Tuanku, terima kasih karena telah memberi diri ini kesempatan kedua" Ucap Sanda dengan penuh hormat
"Sembunyi di bayanganku"
"Baik" Sanda berubah menjadi aura hitam dan terbang masuk ke dalam bayangan Yuuto
"Mayatnya jangan dilupakan" Yuuto memasukkan Mayat Sanda ke dalam inventory entah untuk apa nanti kegunaannya
"Rilis" Yuuto membatalkan seluruh sihir Evocation miliknya kecuali kepada Sanda
Selain dari itu mereka lenyap menjadi Roh
"Waktunya mengambil Burakku" Gumam Yuuto sambil berjalan menuju tempatnya bertempur
Ketika sampai Yuuto baru ingat jika tidak ada satu pun mayat yang tersisa kecuali milik Sanda
Mayat Burakku yang kuat pun hancur karena Sihir Destruction Dark Punch milik Yuuto
"Yah tinggalku gunakan saja Sihir ini ke seluruh tempat" Gumam Yuuto
"Soul Eater"
Ratusan Jiwa terbang ke arah Yuuto dan meresap ke dalam tubuhnya dalam jumlah yang mengerikan
"Soul Ekstrak"
"Bangkitlah"
Aura hitam yang bergumpal keluar dari tubuh Yuuto dan melayang pergi ke hadapannya membentuk putaran yang melahirkan ratusan Black Bird Thunder berkulit hitam kebiruan, Black Snake Poison yang berwarna hitam keunguan dan Sovereign Black Bird Thunder yang juga berwarna hitam kebiruan
"Beri Hormat Kepada Tuan Yuuto" Ucap Sovereign Black Bird Thunder
Seketika para Black Bird Thunder dan Sovereign Black Bird Thunder menundukkan kepala mereka secara serentak
Sedangkan Black Snake Poison menegakkan tubuh mereka dan menundukkan kepala mereka secara bersamaan
"Berhenti, Angkat kepala kalian" Ucap Yuuto dengan suara yang lantang
"Baik" seketika secara bersamaan para monster mengangkat kepala mereka dan menatap Yuuto dengan penuh rasa hormat
"Sovereign Black Bird Thunder, Namamu Burakku" Ucap Yuuto dengan enteng
"Terima kasih Tuanku, Karena telah memberi kesempatan kepada kami yang bodoh ini kesempatan kedua" Ucap Burakku
Yuuto tersenyum tipis dan memasukkan lengan kanannya ke dalam saku celana
"Ya terserahlah, masuk ke bayanganku terlebih dahulu"
"Baik" Seketika seluruh monster bayangan berubah menjadi aura kehitaman dan terbang menuju bayangan Yuuto kemudian Meresap masuk ke dalamnya
"Status"
Name : Yuuto
Race : Human
Job : Shadow Monarch
Level : 1.054
Soul : 200/200
Poin Status : 2.980
Hp : 275.100
Mp : 243.750
Strength : 4.169
Agility : 3.863
Intlegence : 3.250
Defense : 3.668
Skill : Dark Manipulation, Shadow Manipulation, Exp Boost, Stealth, Slash, Super Speed, Shadow Aura, Fake Status, Observasi, Soul Eater, Soul Ekstrak, Evocation
Element : Shadow, Dark
"Levelku benar-benar tembus 1.000" Gumam Yuuto dengan penuh kesenangan
"Tapi kenapa statusku tidak dikalikan 2, apa ini Bug... Ini bukan game jadi bukan Bug, mungkin ada jeda waktunya sebelum dikalikan 2" Gumam Yuuto
"Yah lebih baik kugunakan saja sisa poin statusku dulu" Yuuto membuka status miliknya dan menggunakan seluruh poin status ke semua statisiknya
Persayaratan Terpenuhi, Apakah Anda Ingin Melakukan Upgrade?
Anda Memiliki Job Terkuat, Upgrade Akan Dilakukan Sesuai Prosedur Job : Shadow Monarch
"Ya"
Memulai Proses Upgrade... 1%... 25%... 50%... 75%... 100%...
Seluruh tubuh Yuuto memancarkan Cahaya Hitam yang terang namun gelap, Proses tersebut berlangsung beberapa menit hingga akhirnya
Proses Selesai
Menampilkan Status Terbaru
Name : Yuuto
Race : Human
Job : Shadow Monarch
Level : 1.054
Soul : 200/200
Poin Status :
Mp : 870.975
Strength : 14.865
Agility : 13.683
Intlegence : 11.613
Defense : 13.089
Skill : Dark Manipulation, Shadow Manipulation, Exp Boost, Stealth, Slash, Super Speed, Shadow Aura, Fake Status, Observasi, Soul Eater, Soul Ekstrak, Evocation
Element : Shadow, Dark
"Wow, kurasa aku harus segera naik ke level 2.000, mungkin disana seluruh statisikku akan dikali 2 juga" Gumam Yuuto dengan penuh kebahagian
"Tapi apa yang dimaksud System ini sebagai Job Terkuat, dan sepertinya aku memiliki perbedaan dengan orang lain ketika melewati level 1.000, tapi aku tak tau apa ini" Gumam Yuuto dengan penuh rasa ingin tau
"Ah sudahlah, jangan terlalu dipikirkan... lebih baik aku tidur saja" Yuuto berjalan menuju ke dekat Lumia dan merebahkan kepalanya di atas selimut sebagai bantalan
Dan menggunakan Tanah yang kasar sebagai kasurnya karena Yuuto tak mungkin tidur di samping Lumia
~~ Pagi Harinya ~~
Lumia membuka mata secara perlahan dan menatap ke sekelilinh dengan Bingung
"Empuk, Karena selimut ini kah" Gumam Lumia sambil menyentuh Selimut yang dijadikan Kasur
"Ini juga hangat, Apa Yuuto yang memberikannya" Lumia menyelimuti tubuhnya dengan selimut
"Dimana Yuu- Eh" Lumia baru menyadari jika Yuuto merebahkan kepalanya di pinggiran Selimut
"Dia membiarkan tubuhnya terkena angin malam dan tidur di bawah sana, Apa benar Pria ini sebelumnya membentak Yukina dengan dingin" Gumam Lumia dengan rasa bersalah
Dengan hati-hati Lumia melepas selimut di tubuhnya dan akan menyelimuti tubuh Yuuto namun sebuah tangan menahan tangannya
"Tidak perlu, aku sudah bangun" Ucap Yuuto dengan lesu
"Ah maaf, tapi apa anda tidak sakit tiduran di atas tanah seperti itu semalaman" Tanya Lumia dengan lembut
"Tidak, yang lebih penting dari itu, Bisa kau lipat selimut itu, aku akan memasak sarapan" Ucap Yuuto dengan santai
"Baik, Yuuto" Lumia berdiri dan Melipat selimut setelah membersihkannya dari tanah
"Hmm makan ini saja" Yuuto mengeluarkan Mayat Sanda dari dalam inventory
"Y-Yuuto, I-itu Monster yang kemaren" Lumia termundur beberapa langkah ketika melihat Mayat Sanda
"Tenanglah, lagipula dia sudah mati, Kudengar daging monster sangat bagus jika dimakan, karena itu aku ingin mencobanya" Ucap Yuuto seolah tidak ada beban sekalipun
"B-Baiklah" Lumia mencoba mendekat ke arah Sanda dan menyentuh sisiknya yang berwarna hitam
"GROAARRR" Yuuto mengerakkan mayat Sanda ke arah Lumia untuk menjahilinya namun
"Emm, bagaimana ini" Gumam Yuuto dengan raut wajah penuh penyesalan
Yuuto tak menyangka hanya begitu saja Lumia sudah pingsan bahkan sampai membasahi Gaunnya dengan air pipisnya
"Kurasa aku harus mencari sungai dulu"
Yuuto melebarkan selimut yang baru saja dilipat Lumia hingga cukup untuk digunakan sebagai kasur
"Kau diam disini dulu yah, Aku akan mencari sungai" Yuuto menggendong Lumia dan meletakkannya di atas Selimut tersebut
"Burakku, Sanda" Panggil Yuuto
"Iya Tuan" Ucap keduanya secara bersamaan
"Lindungi Lumia dari balik bayangan, apapun yang terjadi"
"Iya Tuan, Kami pasti akan melindungi Nona Lumia"
Yuuto hanya menganggukkan kepala dan berlari walau tidak menggunakan kecepatan penuh sambil terus menyebarkan auranya untuk mencari sungai
Setelah berlari cukup jauh Yuuto menemukan Sungai yang cukup besar, Tak lupa Yuuto membasmi seluruh monster yang ada di dekat sungai hingga sejauh 5km dan monster di dalam airnya pun Yuuto basmi
"Waktunya kembali"
Setelah menemukan Sungai Yuuto kembali ke tempat Lumia berada
"Kalian kembalilah" Yuuto memerintahkan Burakku dan Sanda kembali ke bayangannya
"Baik" Keduanya berubah menjadi aura hitam dan terbang masuk ke dalam Bayangan Yuuto
"Dia masih pingsan, ku angkat saja lah" Yuuto menggendong Lumia dan memasukkan Selimutnya ke dalam inventory begitu juga dengan mayat Sanda yang tidak jadi di masak
Yuuto bergerak lebih lambat dari sebelumnya karena sedang menggendong Lumia dari depan seperti seorang Tuan Putri
"Akhirnya sampai, memang lebih lambat jika bawa beban" Gumam Yuuto
Dengan perlahan dirinya mengeluarkan selimut dan menjadikannya kasur sementara
"Cepatlah bangun" Yuuto meletakkan Lumia di atas Selimut dan menunggu disampingnya dengan santai
~~ 1 Jam Berlalu ~~
Lumia membuka matanya secara tiba-tiba kemudian memposisikan tubuhnya untuk duduk dan melihat ke sekitar dengan pandangan cemas
"Oh akhirnya kau sadar" Ucap Yuuto
"Yuuto, apa Lumia pingsan" Tanya Lumia dengan wajah kebingungan
"Iya, kau pingsan karena aku menjahilimu dengan Mayat Sovereign Black Snake Poison" Ucap Yuuto tanpa rasa bersalah
"Jadi itu anda, Lumia kira itu benar-benar hidup, Lumia terlalu panik sehingga pingsan... Maafkan Lumia karena merepotkan Yuuto" Ucap Lumia dengan ekspresi bersalah
Yuuto yang melihat Ekspresi Bersalah Lumia merasa hati nuraninya tertusuk ribuan jarum
"ah tidak, aku yang harusnya minta maaf karena jahil seperti itu" Yuuto menundukkan kepalanya kemudian mengangkatnya kembali
"Kalau memang begitu Lumia akan memaafkan Yuuto selama Yuuto tidak akan melakukannya lagi" Ucap Lumia dengan tulus
"Iya, tapi Lumia emm bagaimana aku menjelaskannya yah" Ucap Yuuto dengan ekspresi kebingungan
"Emm, Apa yang ingin Yuuto katakan" Ucap Lumia dengan wajah polosnya
'Tolong berhenti menunjukkan kepolosanmu itu, Aku merasa seperti penjahat kau tau' Pikir Yuuto
"Yuuto" Lumia melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Yuuto
"Ah iya, Sebenarnya... Apa kau tidak menyadari sesuatu yang Emm... Basah" Ucap Yuuto dengan ambigu
"Basah... Maksud Yuuto" Lumia masih tak menyadari apa yang ingin dikatakan Yuuto karena ucapannya tidak begitu jelas
"Bagian bawahmu apakah tidak terasa basah" Ucap Yuuto dengan wajah yang sedikit merona
"Bagian Bawah Lumia..." Lumia menggunakan tangannya dan menyentuh tubuh bagian bawahnya sejenak sebelum terdiam
"Basah" Ucap Lumia dengan ekspresi kosong
"Anu Lumia, Sepertinya karena terlalu terkejut Emm kau tak sengaja Pipis" Ucap Yuuto dengan lirih
"Pipis... Lumia Pipis ketika mengenakan ****** ***** dan Gaun" Ekspresi Lumia benar-benar kosong dan hal itu membuat Yuuto merasa sangat bersalah
"Ah dari pada itu bisa kah Lumia membersihkan diri disana, Aku akan menunggu dari sini" Ucap Yuuto
"Mandi, benar Lumia akan mandi..." Tatapan Kosong Lumia seketika berubah menjadi cerah ketika mendengar ucapan Yuuto
"Benar, Disana ada sungai, Lumia dapat membersihkan diri dan mencuci pakaian dengan tenang karena tidak akan ada monster yang menganggu" Ucap Yuuto dengan semangat
"Baik, Lumia akan kesana dulu" Lumia berlari menuju Sungai yang ditunjuk Oleh Yuuto dengan semangat
"Hah untung saja ini selesai tanpa akhir yang buruk" Gumam Yuuto dengan penuh kelegaan
"Sekarang tinggal menunggu" Yuuto duduk di atas Selimut yang ada dan duduk dalam diam menunggu Lumia selesai dengan urusannya