
'Tittlenya Basic?, Dengan level segitu minimal mereka harusnya Title Lord' Pikir Yuuto dengan bingung
'Apa karena perbedaan kekuatanku dengan mereka begitu jauh'
'Harusnya begitu kan'
Yuuto hanya memikirkan kemungkinan tertinggi karena dirinya sendiri sama sekali tidak memahami tentang Jobnya sendiri
"Yah untuk Orc Champion ini kurasa aku tak memerlukannya, mereka terlalu lemah...Rilis" Yuuto membatalkan Sihir Evocation pada 10 Orc Champion karena tidak mau memiliki bawahan yang terlalu lemah
*Anda Dapat Menamai Pasukan Anda*!
*Apakah Anda ingin Memberi Nama Kepada Pasukan Anda*?
"Ya"
**Hidden Job Mission Unlocked**
\- **Beri Nama Kepada Pasukan Anda**
**Rewards** : ???
Proses Pemberian Nama Dimulai...Memproses...
- Shadow Orc Lord \= Hadou
- Shadow King Iron Armor Gorilla \= Aian
*Hidden Job Mission*
\- *beri Nama Kepada Pasukan Anda \[Complete*\]
*Rewards : Shadow Ball Energy x100*
Calculation Complete
You Killed One King Iron Armor Gorilla
Yuuto sedikit kebingungan karena Layar Transparan dihadapannya terus bermunculan hingga akhirnya tidak muncul kembali
"Huff, akhirnya selesai juga" Yuuto mengusap dahinya karena kelelahan menghadapi layar transparan yang terus muncul
"Waktunya keluar, Dungeon akan runtuh dalam 30 menit setelah penaklukkan selesai"
Yuuto mengambil Inti Monster yang dirinya kalahkan, beserta mayat monsternya dan disimpan di Inventory sebelum akhirnya mengajak Lily beserta Rey untuk keluar dari sana
'Sepertinya Rey tidak menyadari hal yang kulakukan tadi karena terlalu sibuk berbicara dengan Lily, ya biarlah... lagi pula aku juga ingin merahasiakan kekuatan pembangkitan' Pikir Yuuto
\[---------------------\]
"Oh ya Yuuto, apa kau tak ingin segera menjual mayat monster dan Inti yang kau dapatkan dari Dungeon" Tanya Rey
"Tentu, karena itulah kita akan kesana" Ucap Yuuto dengan singkat
"Eh, tak bisakah kita kembali ke penginapan dulu dan membersihkan diri" Lily merasa keberatan dengan keputusan tersebut karena tubuhnya terkena cipratan darah yang telah kering
"Nanti saja, kalau kau mau pulang duluan aku tak melarang, tapi aku dan Rey akan menjual mayat monster ini dulu" Yuuto hanya bisa menghela nafas karena sepertinya Lily sedikit terlalu menjaga kebersihan tubuhnya
"Baik, kalau begitu aku pulang dulu" Lily segera berlari menuju ke penginapan meninggalkan Yuuto dan Rey yang terkejut dengan jawaban Lily
"Ya biarlah, lagi pula aku juga ingin cepat kembali" Yuuto hanya bisa pasrah karena tidak menduga Lily akan memilih mandi dahulu
"Haha, lagi pula dia itu sudah kuat jika dibanding banyak petualang, mungkin tidak sampai 1000 orang di dunia ini yang mampu melukainya" Ucap Rey dengan santai
"Lebih baik kau buang pemikiranmu itu. Jumlah makhluk hidup yang dapat melukaimu saja lebih dari 1 juta" Ucap Yuuto
"Itu jika kau menghitung bangsa lainnya, tapi jika hanya manusia maka memang sedikit yang bisa melukainya" Rey sedikit terkejut karena Yuuto mencampurkan bangsa lainnya dalam hal kekuatan
"Dasar, Tidak sabaran sama sekali" Rey pun ikut bergerak dengan menyusul Yuuto dengan bantuan Sihir Terbang beserta Sihir Angin yang menambah kecepatan terbangnya
Keduanya pun tiba tepat di depan Guild Petualang tanpa melalui pemeriksaan di gerbang
"Astaga Yuuto, apa kau benar-benar manusia"
"Tentu saja"
"Kau bohong kan"
Rey menatap Yuuto dengan tatapan rasa tidak percaya karena bahkan untuk mengejar Yuuto dirinya harus menggunakan cukup banyak Mana sedangkan Yuuto hanya berlari menggunakan Fisiknya tanpa bantuan sihir sedikitpun
"Itu lah perbedaanku dengan dirimu, lebih baik tak usah terkejut karena diriku selalu mempunyai kejutan yang bahkan bisa mengejutkan 1 dunia" Ucap Yuuto dengan datar
"Kurasa kau benar" Ucap Rey yang terpaksa harus memercayai ucapan Yuuto
Keduanya pun memasuki Guild Petualang secara bersamaan dan menyebabkan kehebohan walau sumbernya berasal dari Rey yang petualang tingkat SS
tidak sedikit petualang yang mendekatinya untuk tanda tangan, Meminta saran, dijadikan murid, latih tanding bahkan untuk mengajak menjadi 1 party
'Sepertinya jadi terkenal memang merepotkan' Pikir Yuuto sambil tersenyum tipis
Rey yang menyadari senyuman tipis Yuuto hanya bisa merasa kesal tanpa bisa berbuat apa-apa karena semakin banyak petualang yang mengelilinginya
Yuuto merasa hal tersebut akan lama selesai memilih meninggalkan Rey dan mengkonfirmasi penyelesaian misinya
'Oi Yuuto, Kau mau kemana, Kau tak akan meninggalkanku kan' Pikir Rey ketika melihat Yuuto menjauh
Yuuto berbalik sejenak menatap Rey dan tersenyum mengejek ke arahnya
Rey merasa Yuuto seperti berkata 'Aku duluan, susul aku jika telah selesai dengan fansmu, tuan rank SS' dan hal tersebut membuatnya semakin kesal
"Oi Lisa" Panggil Yuuto kepada Perempuan yang sedang membersihkan meja miliknya
"Oh Ken, apa kau memerlukan sesuatu... dan lagi seharusnya kau sudah mulai mengerjakan misi itu" Ucap Lisa dengan nada yang terdengar marah
"Iya iya, misiku selesai... berkat bantuan Rey tentunya, seluruh mayat dan inti ada denganku, aku ingin menjualnya" Ucap Yuuto dengan sedikit kebohongan
"Memang benar jika Tuan Rey uang membantu maka misinya akan cepat selesai karena levelnya di atas 700 tapi seharusnya tidak secepat ini juga" Lisa menyadari ada keanehan pada ucapan Yuuto seolah menyembunyikan sesuatu
"Sudahlah, Rey benar-benar kuat kok, dia bisa menghabisi setiap monster dengan cepat karena itu lah bisa kah kita mulai bisnisnya" Ucap Yuuto tanpa basa basi
"Baiklah, ikuti aku" Lisa pergi menuju pintu belakang Guild dan masuk ke dalamnya
Yuuto pun ikut masuk karena disuruh Lisa untuk mengikutinya
Di balik Pintu tersebut hanya ada sebuah ruangan besar yang tidak ada apa-apa di dalamnya dan beberapa pintu lain lagi dan seorang Lelaki kekar yang sepertinya adalah petugas yang akan menghitung pembayaran
"Kau bisa keluarkan monster yang kau bunuh disini, Pria ini akan menghitung hasil penjualanmu" Lisa menjauh dari hadapan Yuuto dan pergi ke pojokan ruang untuk memberi Yuuto tempat yang cukup
"Baiklah" Yuuto pun mengeluarkan seluruh monster yang dirinya bunuh dari Inventory hingga ruangan tersebut dipenuhi mayat monster
"Hmm, Ini gorilla armor besi...Rata-rata tinggi mereka bisa 1 Meter jadi harusnya kau masih ada lagi kan mayat monsternya" Ucap Pria tersebut sambil memegang mayat salah satu monster yang dikalahkan
"Benar, akan saya keluarkan ketika anda telah menyelesaikan yang ini" Ucap Yuuto dengan datar
"Kalau begitu akan kulakukan dengan cepat" Pria tersebut pun mulai mengambil mayat monster dan mengeluarkan intinya sedangkan kulitnya akan dijadikan Baju atau armor besi, Dagingnya di potong rapi untuk dijadikan bahan potion
Ketika telah selesai Yuuto kembali mengeluarkan sisa mayat monster yang ada dj inventorynya
"Baiklah, penghitungan selesai" Pria tersebut mencuci tangannya dari darah monster dan pergi untuk menulis sesuatu
"Ini hasilnya" Pria tersebut memberi Lisa kertas yang berisi tulisan miliknya
"Baiklah, Yuuto ikuti aku" Lisa menyimpan kertas tersebut dan pergi menuju ke depan Kasir untuk menghitung pembayaran Yuuto
"Baik" Yuuto pun ikut berjalan di belakang Lisa hingga sampai ke luar
"Ini bayaranmu, Untuk penyelesaian misi 1.000 Koin emas sedangkan untuk mayat monsternya sangat berharga karena setiap bagian tubuhnya bermanfaat, harga seluruhnya adalah 100 Koin Platinum" Lisa memberikan 2 Kantong Uang kepada Yuuto
"Koin Platinum?" Yuuto masih kebingungan dengan system uang di dunia ini karena dirinya hanya mengenal 3 mata uang untuk saat ini
"Ah sepertinya kau belum tau, ya memang koin platinum hanya diketahui para pedagang dan bangsawan saja...Untuk informasinya kurasa seperti ini
1 Kon Perak \= 100 Koin Perunggu
1Koin emas \= 100 Koin Perak
1 Koin Platinum \= 100 Koin Emas"
Seketika Yuuto terdiam, memiliki 100 Koin Platinum sama saja seperti memiliki 10.000 koin emas, 1.000.000 koin perak dan juga 100.000.000 koin bronze jika minimalnya dikecilkan
"Apa memang segini penaklukkan dungeon?" Tanya Yuuto dengan serius
"Tidak, kalau level dungeon level 500 biasanya hanya 10 koin platinum" Ucap Lisa sambil tersenyum tipis
"Kalau begitu kenapa aku dapat 100 koin platinum" Yuuto sudah berpikiran akan mengembalikan uang tersebut jika itu adalah pemberian Lisa ataupun Rey
"Karena monster yang dijual Tuan Ken adalah mayat monster dengan kualitas yang tinggi, terutama Boss Dungeon tadi, setiap bagian tubuhnya terlalu berharga, karena itu anda mendapatkan banyak uang" Ucap Lisa tanpa adanya kebohongan
"Baiklah, aku percaya... kalau begitu aku pamit pulang dulu" Yuuto melambaikan tangannya ke arah Lisa sebelum akhirnya menuju ke luar Guild Petualang
[--------------]
"Sudah selesai dengan urusanmu" Tanya Rey yang sedang bersandar di luar Guild
"Iya, Ini bayaranmu, Jangan berpikir untuk menolak, Kau juga membantu menjaga Lily dan juga aku hanya memberimu seperempat saja" Yuuto memasukkan 25 Koin Platinum ke dalam Saku pakaian Rey
"Ya kalau kau memaksa aku tak akan menolak" Ucap Rey pelan
"Syukurlah, Aku akan pulang... apa kau tidak ada kegiatan" Tanya Yuuto
"Hmm kurasa aku akan mengerjakan Misi, Kalau tidak salah keluarga kerajaan memberikanku Misi Khusus untuk mengawal Para Pahlawan beserta Tuan Putri untuk pergi ke mata air dewa yang ada di tengah hutan kematian untuk sore nanti" Bisik Rey kepada Yuuto karena tidak ingin ada orang yang mendengar misi rahasinya
"Itu harusnya misi rahasia, kenapa kau mengatakannya kepadaku, bisa saja aku berencana untuk menganggu perjalanan karena informasi ini" Yuuto kebingungan kenapa Rey dengan mudah mengucapkan Misi sepenting itu kepada dirinya yang bahkan belum di kenal selama 1 hari
"Kau juga kenapa terang-terangan menunjukkan kekuatanmu dihadapanku, bisa saja aku membocorkannya kepada Kekaisaran" Tanya Rey balik
"Karena mereka tak akan bisa mengatur tindakanku, berbeda denganmu yang daat dikalahkan para pelindung kekaisaran, Aku... tidak akan bisa ditaklukkan oleh mereka" Ucap Yuuto dengan percaya diri
"Hah kau mempercayai kekuatanmu, karena itu aku mempercayai kekuatanku, walau tak mungkin dapat melawan para Pelindung kekaisaran atau dirimu, setidaknya aku yakin bisa melarikan diri bersama mereka" Ucap Rey dengan percaya diri
"Hmm, Kalau begitu berjuanglah... Aku akan berada di balik layar saja" Yuuto tersenyum misterius sebelum akhirnya menghilang secara perlahan seperti angin