Shadow Monarch

Shadow Monarch
Chapter 29 Bahamuth



Yuuto mengangkat sebelah tangannya tinggi-tinggi kemudian


"Dark Manipulation : Unlimited Dark Sword"


Dari langit ratusan pedang kegelapan terus berjatuhan dan membunuh Black Wolf dengan mudah


Perbedaan level sebesar 200 saja sudah jarak yang lebar terlebih lagi ketika Yuuto melewati level 1.000 dirinya menerima Upgrade yang mengkali dua kan seluruh statisiknya namun Yuuto justru menerima Upgrade yang mengkali tiga kan seluruh statisiknya


Perbedaan mereka sudah terlalu jauh dan akibatnya Mana yang Yuuto masukkan ke setiap Dark sword cukup untuk membunuh Black Wolf dengan sekali serang


Yuuto juga mengarahkan Sihir Dark Sword ke arah Wezking namun ada semacam pelindung yang menangkis serangannya


Yuuto menduga pelindung tersebut adalah pelindung yang dibuat bahamuth yang mengelilingi dirinya untuk berlindung namun entah bagaimana caranya Wezking berhasil masuk ke dalam


"Yah nanti bisa saja kuurus, yang penting hancurkan kroconya dulu" Yuuto menambah jumlah Dark Sword yang jatuh dari langit


Yang awalnya 200 Pedang Kegelapan per detik Yang jatuh dari langit menjadi 500 Pedang Kegelapan per detik yang jatuh dari langit


Dengan cepat puluhan ribu Black Wolf terbunuh hanya dalam beberapa puluh detik oleh Sihir pembunuh massal milik Yuuto



*You Leveled Up 67*



*You Killed Twenty Nine Thousand Three Hundred Twenty Eight Black Wolf*



'Hmm 29.398 Black Wolf kah, lumayan naik level walau tak seberapa' Pikir Yuuto sambil tersenyum tipis


"Apa-Apaan manusia itu... dia membantai seluruh pasukanku dengan mudah, Siapa dia sebenarnya" Ucap Wezking dengan nada tinggi


"Wezking, Lebih baik kau merubah jalan pikiranmu, Kau sendiri dapat merasakan aura manusia itu, dia lebih kuat darimu, Lebih baik kau lari atau mati disini" Ucap sesosok Manusia yang ada dihadapan Wezking atau Sang Bahamuth


"Berisik, aku memang bukan tandingannya tapi jika aku membunuhmu maka levelku akan naik pesat dan saat itu aku pasti bisa membunuh manusia itu... karena itu MATILAH DEMI DIRIKU"


Wezking membuka mulutnya yang penuh dengan gigi-gigi yang sangat tajam, Tanpa rasa ragu Wezking mengarahkan mulutnya kepada Bahamuth dan mencoba mengigitnya namun


Sebuah serangan melewati pertengahan antara mulut Wezking dan Kepala Bahamuth hingga menyebabkan tanah yang dilewati hancur


"Jangan mencoba-coba, lebih baik kau menyerah dari pada melakukan hal aneh lagi" Ucap Yuuto sambil berjalan mendekat bersama Shadow Sword yang diletakkan di Bahunya


"Manusia kau, lebih baik kau pergi dari sini dan aku Wezking akan melupakan seranganmu tadi" Ucap Wezking dengan arogan


"Oh, aku takut sekali" Yuuto tersenyum tipis kemudian sekali lagi menebaskan Shadow Sword ke angin dan tebasan tersebut menyebabkan angin yang menerjang Wezking hingga termundur


"Manusia kau telah bermusuhan dengan kami Black Wolf akan kupastikan hidupmu tidak tenang selagi aku masih hidup" Ucap Wezking dengan nada yang penuh kemarahan


"Itu pun jika kau masih hidup" Bisik Yuuto di samping Wezking


"Apa-"


Tidak sempat bereaksi lebih lanjut karena ketika Yuuto berbisik Shadow Sword telah menyentuh leher Wezking dan ketika beraksi sejenak Yuuto langsung menebas leher Wezking dengan pedangnya dengan mudah


"Tak baik arogan kepada orang yang bisa membunuhmu kapan saja, Lebih baik kau lari karena itu bisa menyelamatkan nyawamu" Gumam Bahamuth dengan senyuman tipis


"Hee, sudah tersudut masih saja berani berbicara" Yuuto mendekat ke arah Bahamuth dan


"Apa kau kira aku datang untuk menyelamatkan nyawamu" Mengarahkan Shadow Sword ke samping leher Bahamuth dan siap menebaskannya kapan saja


"Manusia, apa kau yakin akan membunuhku" Ucap Bahamuth dengan serius


"Hanya karena wujudmu seperti manusia aku tidak akan ragu sedikitpun, Lagi pula membunuhmu pasti akan menaikkan banyak levelku" Ucap Yuuto dengan dingin


"Manusia... Apa yang kau inginkan, aku bisa memberikan apa saja selain nyawaku" Ucap Bahamuth


"Hmm apa menurutmu ada yang lebih berharga selain nyawamu, Tapi yah aku juga tak ingin menjadi kuat terlalu cepat, Kau pulihkan kondisimu terlebih dahulu barulah akan ku katakan keinginanku" Yuuto kembali menyarungkan Shadow Sword kemudian berjalan menuju Goa untuk menyambut beberapa keberadaan yang dirinya kenal


Namun ketika berjalan sebuah mulut Mengigit kakinya namun tak Yuuto terluka karena Tingginya status Defensenya


Di saat itu juga lah Rey dan rombongannya keluar dari Goa dan melihat Yuuto sedang berdiri di atas mayat monster yang sedang menancapkan pedangnya


"A-Apa yang sebenarnya terjadi disini" Ucap Rey dengan lantang


"Berisik kau Rey, lebih baik bantu aku membakar mayat monster ini, nanti menimbulkan penyakit" Ucap Yuuto dengan datar


"T-Tapi mayat monster ini setidaknya rank SSS dan kau ingin membakarnya, apa tidak sebaiknya kita jual saja Ke Guild Petualang atau Kaisar" Ucap Rey yang tidak ingin membuang mayat monster yang ada


"Bantu atau tidak itu saja, Tidak ada kata 'Kita' yang ada hanya 'aku', Aku yang membunuh ini semua dan kau ingin aku menjualnya, mana mungkin kekaisaran mampu membayar sebanyak ini" Ucap Yuuto dengan santai


"Benar juga tapi... ah sudahlah, akan kubantu kau membakar mayat monster ini" Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena Yuuto yang sama sekali tidak tertarik dengan uang


"Baguslah, kalian semua lengkap kan... Dimana Lily" Tanya Yuuto sambil melihat ke arah mereka


"Disini" Ucap Lily dari tempat Bahamuth berasal


"Oh Lily, apa yang kau lakukan, Lebih baik kau jangan menganggunya, dia sedang melakukan suatu hal yang penting" Ucap Yuuto dengan serius


"Baiklah, aku hanya memperhatikan gadis kecil ini" Ucap Lily dengan semangat


"Dasar, merepotkan" Yuuto mengelengkan kepalanya pelan sebelum akhirnya kembali menyarungkan Shadow Sword


"Anu permisi, saya tak melihat adik saya, apa anda tau dia sedang ada dimana" Luna mendekat ke arah Yuuto dan menanyakan tentang adiknya Lumia


"Oh dia disana" Yuuto menunjuk ke arah Kirinya


"Maaf apa anda serius" Tanya Luna sekali lagi


"Iya Lumia disana" Yuuto tetap menunjuk ke arah Kiri tanpa mengetahui isi pikiran Luna


Luna mengira Yuuto menunjuk ke kiri adalah Lumia telah mati karena tertimpa beberapa pohon sekaligus


Dengan perasaan sedih dan air mata Luna berjalan ke arah yang dikiranya tempat Lumia mati untuk mendoakannya


"Apa kau gila, Mendoakan Pohon yang mati" Ucap Yuuto dengan kebingungan


"Tidak, saya hanya mendoakan Adik saya yang telah meninggalkan saya" Ucap Luna dengan perasaan sedih


"Hah... Sanda" Panggil Yuuto


Dari arah kiri hutan sesosok Ular hitam keunguan muncul dan menghancurkan setiap pohon hingga mayat Black Wolf yang dilewatinya


Tepat di atas kepala ular tersebut Sesosok manusia dengan santainya menaikinya tanpa takut sedikit pun


[Apa Anda Memanggil Saya Tuanku]


"Iya, bisa kau antar Lumia kepada wanita bodoh yang sedang terbengong itu" Ucap Yuuto dengan santai


[Iya Wahai Tuanku]


Sanda merayap menuju ke tempat Luna yang terbengong kemudian merendahkan kepalanya hingga Lumia dapat turun


"Hap, Apa kabar Kak" Ucap Lumia dengan santai


"L-Lumia" Luna tanpa pikir panjang segera memeluk Lumia hingga membuat keduanya terjatuh


Luna menangis bahagia karena tidak menyangka Lumia masih hidup dan dapat bertemu lagi setelah beberapa hari


"Lebar Sekali" Gumam Yuuto


"Y-Yuuto, apa Ular raksasa itu Pet milikmu" Ucap Rey dengan wajah yang bengong


"Iya, dia tak akan menyerang sebelum kuberi perintah" Ucap Yuuto dengan santai


"Be-Begitu kah" Rey hanya bisa merinding ketakutan karena Ular yang dirinya lihat lebih kuat dari pada dirinya sendiri


"Oh ya cepatlah kalian tumpuk mayat-mayat ini, aku ada urusan penting" Yuuto menepuk pundak Rey pelan dan berjalan menuju tempat Bahamuth


"Dia ini, kerjanya hanya membunuh tapi tidak mau membersihkan" Gumam Rey dengan kesal