Shadow Monarch

Shadow Monarch
chapter 31 Dewa Europhia



"Begitu kah, jadi kalian berenam pahlawan masa kini" Ucap Leli sambil menatap keenam orang dihadapannya


"Iya" Ucap mereka secara bersamaan


"Aku tau status para pahlawan selalu di atas rata-rata tapi entah kenapa rasanya aku tidak terkejut melihat ini, mungkin ini karena aku habis melihat status orang gila itu" Gumam Leli dengan tatapan datar


"Iya" Ucap mereka secara bersamaan lagi


"Ah kalian terlalu tegang, coba lah bersikap santai seperti Yuuto disana" Leli menunjuk ke arah utara yang mana Yuuto berkata ingin mencoba beberapa hal


DUARR


KABOM


terdengar suara ledakan dan asap yang memumbung tinggi dari tempat Yuuto yang katanya sedang mencoba beberapa hal


"Aku salah, kalian jangan bersikap terlalu santai seperti dia... Yang lebih penting kalian berenam kesini ingin meminta air mata dewa kan sesuai janji masa lalu" Tanya Leli


"Iya" Mereka berenam kembali mengatakan hal yang sama dan secara bersamaan lagi


"Hah merepotkan, ikuti aku" Leli berjalan menuju ke arah belakang


Keenam pahlawan lainnya mengikuti dari belakang hingga berhenti di suatu tempat yang indah


Berbanding dari tempat ketika akan keluar goa yang mana hanya ada kehancuran, disini hanya ada ketenangan


Pohon-pohon hijau yang enak dipandang mata mengelilingi tempat tersebut dan membuat sebuah lingkaran besar


Rumput-rumput kecil yang hijau dan rapi membuatnya semakin indah


dan tepat ditengah-tengah keindahan tersebut siapa saja dapat melihat sebuah kolam yang berisi air yang santat jernih


"Apa itu air mata dewa, Nona" Tanya Yukina


"Iya, masing-masing dari kalian boleh mengambil air mata dewa 1 cangkir, lebih dari itu kubunuh" Ucap Leli dengan datar namun mematikan


"Baik"


Keenam pahlawan mengeluarkan masing-masing cangkir dari inventory dan berjalan mendekati kolam air mata dewa


Dengan hati-hati mereka mencelupkan cangkir mereka ke dalam kolam air mata dewa kemudian mengangkat cangkir yang telah berisi air mata dewa


"Air ini benar-benar luar biasa, aku bisa merasakan energi alam yang begitu besar di dalam air ini" Gumam Shin dengan perasaan takjub


"Ya, ini benar-benar luar biasa" Gumam Ronald yang setuju dengan pendapat Shin


"Tentu saja, itu pemberian langsung Penguasa Naga" Ucap Leli yang mendengar gumaman Shin dan Ronald


'Telinganya tajam sekali' Pikir mereka berdua


"Cepatlah kalian habiskan terus pergi dari sini" Ucap Leli dengan nada tinggi


Tak ada yang menjawab namun mereka semua langsung meneguk habis air mata dewa dan mendapatkan manfaatnya


"Seluruh statisikku bertambah 100" Ucap Yukina dengan ekspresi yang terkejut


"Aku juga" Gumam Sumi


"Luar biasa" Ucap Selena dengan kagum


"Kalau sudah selesai kalian bisa pergi dari sini, aku ingin hidup dengan tenang lagi" Ucap Leli


"Ah Iya, terima kasih karena telah memberi kami ini, kalau begitu kami permisi" Yukina bersama para pahlawan dan Rey berjalan menuju goa untuk keluar dari tempat tersebut


"Tunggu Yukina, Luna dan Lumia tidak ada disini" Ucap Rey ketika menyadari hal yang aneh


"ah benar juga, bagaimana bisa aku melupakan mereka" Ucap Yukina dengan prustasi


"Sudahlah, lihat mereka disana... Luna, Lumia... Cepatlah kesini, kita akan pulang" Ucap Rey dengan lantang


Luna dan Lumia yang sedang saling berbincang mendengar suara Rey, keduanya menolehkan pandangan ke arah Rey dan menganggukkan kepala


"Ayo Lumia, kita pulang" Luna memegang tangan Lumia dan berjalan menuju Rey


"tunggu Kak, bagaimana dengan Yuuto, dia masih disana" Lumia berhenti dan memperhatikan tempat Yuuto berlatih


"Tidak usah mengkhawatirkannya, dia kuat kan, Lumia sendiri yang lebih mengenalnya, karena itu percaya saja" Ucap Luna dengan lembut


"Baiklah" Lumia mencoba mempercayai ucapan Luna dan berjalan menuju Rey yang sedang menunggu mereka


"Permisi Nona" Luna memberi hormat kepada Leli ketika melewatinya


"Kami pamit pulang Nona Leli" Lumia memberi hormat kepada Leli kemudian lanjut bergerak


Namun tiba-tiba Lumia berhenti bergerak dan terdiam seperti patung


"Lumia, ayolah kita pergi" Luna memegang tangan Lumia dan menariknya pelan namun sama sekali tidak bergerak


"Lumia, apa yang terjadi" Luna melambaikan tangannya dihadapan Wajah Lumia namun tidak terjadi apa-apa


"Lumia" Perasaan Luna menjadi tidak enak ketika melihat adiknya terdiam di tempat seperti itu


"Nona, apa yang terjadi kepada Lumia... kenapa dia tidak bergerak atau berbicara seperti ini" Tanya Luna dengan air mata yang mulai menetes


"Aku juga tidak tau, aura kehidupannya masih ada, tubuhnya normal" Ucap Leli setelah memeriksa Lumia dengan mata naganya


"Apa dia memiliki penyakit khusus yang dapat menyebabkannya seperti ini" Tanya Leli


"Tidak ada, setau saya Lumia dia selalu menjaga kesehatannya dengan baik" Ucap Luna dengan cemas


"Mungkin dia-"


sebuah cahaya hijau tiba-tiba menyinari mata kiri Lumia


"Apa ini" Luna semakin cemas karena takut cahaya hijau tersebut lah yang membuat keadaan Lumia menjadi seperti itu


"Cahaya hijau ini... Mata Roh" Leli memasang wajah buruk dan tanpa ragu menyerang Lumia


"Chaos Ball" Bola hitam keunguan muncul di telapak tangan Leli dan Leli melempar bola tersebut ke arah Lumia


Chaos Ball terbang dan hampir menyentuh kepala Lumia namun


"Chaos Slash" Yuuto datang dengan Shadow Swordnya yang langsung menebas Chaos Ball Leli hingga hancur


"Apa-apaan ini Leli, kenapa kau menyerang Lumia" Ucap Yuuto dengan lantang diikuti niat membunuh yang begitu pekat


"Yuuto, minggir dari hadapanku, gadis itu dia berbahaya" Bentak Leli dengan serius


"Dari mananya dia bahaya, Lumia itu lemah, tidak mungkin dia berbahaya" Ucap Yuuto yang masih tak ingin minggir


"Mata Roh... Gadis itu memiliki mata roh, aku harus membunuhnya sebelum terlambat" Leli kembali mengeluarkan Chaob Ball dan menyerang Lumia


namun kembali ditebas Yuuto dengan Chaos Slashnya


"Memangnya apa bahaya dari mata roh itu, walau istimewa sekalipun mustahil bisa menakutimu" Ucap Yuuto dengan dingin


"Mata Roh memiliki kekuatan mengendalikan makhluk hidup yang diinginkannya secara mutlak, dan gadis itu dia tidak dapat mengendalikan mata Rohnya, kemungkinan terburuk kita semua akan dikendalikan olehnya kau tau" Ucap Leli dengan niat membunuh


"Tapi tidak bisakah melakukan cara lain selain membunuhnya, kau telah hidup lebih lama dari kami, jadi harusnya kau tau solusinya selain membunuh" Ucap Yuuto dengan cemas


Karena itu semaksimal mungkin Yuuto ingin melindungi Lumia


"Tidak ada, karena itu jangan menghalangiku Yuuto, berpikirlah dengan kepala dingin seperti kau yang pertama kali kulihat" Ucap Leli dengan nada lemah


"Te-ri-ma-ka-sih-Yuu-to-ka-re-na-me-lin-dung-i-ku" Bisik Lumia dari belakang


"Lumia kau telah sa-... Siapa kau" Yuuto mengarahkan Shadow Swordnya ke arah Lumia dan menatapnya dengan dingin


"Apa yang kau maksud Yuuto, ini aku Lumia" Ucap Lumia dengan ekspresi polos


"Lumia tidak sepertimu, dari caramu memandangku saja begitu berbeda, Lumia selalu memandangku dengan pandangan hormat namun kau memandangku dengan biasa, sebenarnya siapa kau dan kenapa kau merasuki tubuh Lumia" Tanya Yuuto dengan serius


"Humm ketahuan kah, padahal kau baru mengenal gadis ini setidaknya 2 hari" Ucap Lumia dengan pandangan meremehkan


"Perkenalkan aku adalah Dewi Europhia, dewi yang menjaga dunia ini" Ucap Lumia yang dirasuki Dewi Europhia dengan arogan


"Dewi Europhia!!!" Leli memberi hormat kepada sosok yang disebut Dewi Europhia


"Hei kau tak memberi hormat kepadaku juga" Ucap Dewi Europhia dengan arogan


"Lebih baik aku mati dari pada memberi hormat kepada orang yang tidak pernah ku temui" Ucap Yuuto dengan sinis


"Hah seperti yang di duga oleh manusia yang diwaspadai oleh kami" Ucap Dewi Europhia dengan santai


"Oh aku diwaspadai kalian para dewa yah, seberbahaya apa manusia lemah ini" Ucap Yuuto dengan senyum mengejek


"Tentu saja kau berbahaya, dalam 1 tahun sudah mencapai level 1.000, belum lagi statisikmu juga berbeda jauh dengan levelmu" Ucap Dewi Europhia dengan santai


"Hee aku tersanjung karena diwaspadai para dewa dan dewi, sayang jika dalam beberapa tahun lagi aku akan bersama dengan kalian" Ucap Yuuto dengan maksud menyinggung Dewi Europhia


"Kata siapa kau akan dapat hidup beberapa tahun ke depan, kau adalah individu yang diwaspadai oleh kami karena itu kau tidak akan selamat hari ini juga" Ucap Dewi Europhia yang sedang tersenyum tipis


"Memangnya bagaimana kau membunuhku, dengan tubuh Lumia yang lemah itu atau turun sendiri ke sini" Ucap Yuuto yang masih saja tidak takut


"Mustahil membunuhmu dengan tubuh lemah ini, turun ke dunia ini juga akan melanggar hukum dewa" Ucap Dewi Europhia sambil menyentuh pipinya dengan jari telunjuknya


"Tapi kalau menurunkan monster di dunia dewa bukan hal yang mustahil" Dewi Europhia tersenyum tipis karena ekspresi Yuuto yang sedikit berubah


"Maaf saya menyela tapi menurunkan monster di dunia dewa itu bukankah melanggar hukum dewa" Ucap Leli yang mengucapkan yang ada di pikirannya


"itu memang benar tapi bagaimana jika "Ada dewa pemula yang tidak sengaja menurunkan puluhan monster yang ada di dunia dewa menuju dunia yang diawasi Dewi Europhia" Menarik kan" Ekspresi wajah Dewi Europhia ketika mengucapkannya benar-benar terlihat buruk


"Kau..." Leli sangat ingin menyerang Dewi Europhia namun ada semacam hal yang menghalanginya untuk melakukan hal gila seperti itu


"Oh ya kalau tak salah namamu Leli, ayahmu sang Dewa Naga Kekacauan sangat hebat, dia bekerja terus terusan tanpa kenal lelah loh" Ucap Dewi Europhia dengan maksud mengejek


"Kau... padahal aku sudah bilang kepada Ayah untuk tidak menjadi dewa namun dia tetap saja memaksa, padahal para dewa di atas sana sudah merencanakan hal buruk kepadanya" Gumam Leli dengan niat membunuh


"Yah kalian memang menarik tapi aku tidak ingin lama-lama di sini karena tujuanku hanya membunuhmu, jika kau masih hidup setelah ini aku akan kagum walau itu mustahil untuk selamat dari ratusan monster yang ada di alam dewa" Ucap Dewi Europhia dengan sinis


"Dan kau Putri dari Dewa Naga Kekacauan, kuharap kau tak membantu orang ini, aku tak memaksamu, aku hanya memperingatkan posisi Ayahmu" Ucap Dewi Europhia dengan maksud mengancam


Tidak lama setelah itu mata kiri Lumia kembali normal dan Lumia jatuh pingsan namun masih sempat ditangkap Yuuto


"Luna, bawa pergi adikmu dari sini bersama para pahlawan dan juga Rey, aku ada urusan penting" Yuuto menyerahkan Lumia yang pingsan kepada kakaknya karena tidak ingin kerepotan dengan hal yang akan datang


"Baiklah, semoga anda selamat" Ucap Luna yang telah tau apa yang terjadi sebelumnya


"Hah ini akan merepotkan, maaf Leli karena mungkin lingkungan sekitar sini akan hancur karena beberapa hal" Ucap Yuuto dengan serius


"Aku tau, maaf karena tidak bisa membantu" Ucap Leli dengan rasa bersalah


"Dia datang"


Yuuto mengarahkan pandangannya ke langit dan tidak lama kemudian puluhan sesosok raksasa jatuh dari langit dan memenuhi tempat tersebut


"Aura yang dahsyat" Gumam Rey dari belakang Yuuto


"Apa yang kau lakukan disini, bukankah sudah kubilang kepada Luna untuk membawamu ikut pergi" Ucap Yuuto dengan serius


"Tak apa, saat ini cloninganku sedang bersama mereka walau mereka tidak sadar, tapi aku disini karena ingin membantumu saja" Ucap Rey dengan santai


"Apa kau bisa" Tanya Yuuto


"Lihat saja sendiri" Rey melepaskan sebuah pin berbentuk matahari dari bajunya dan dalam sekejab aura yang tidak kalah dengan para raksasa muncul di tubuh Rey


"Observasi tingkat lanjut"



Name : Rey


Race : Human


Job : Mage


Level : 24.292



Poin Status :



Hp : 1.921.725


Mp : 5.892.150



Strength : 5.750


Agility : 16.525


Intlegence : 78.562


Defense : 25.623



"Pin itu menyembunyikan kekuatan aslimu kah" Tanya Yuuto dengan datar


"Kau ini sama sekali tidak bisa terkejut atau sudah tau yang sebenarnya" Ucap Rey dengan kebingungan


"Entah, mungkin karena aku pernah melihat yang lebih bagus" Yang dimaksud Yuuto adalah status Leli yang begitu luar biasa dibanding milik Rey


"Hmm siapa itu" Tanya Rey


"Leli, levelnya 41k lebih" Ucap Yuuto tanpa ada niat menyembunyikannya sama sekali


"Luar biasa ya, aku mungkin masih lama untuk kesana" Ucap Rey dengan kagum


"Lebih penting kau itu siapa, levelmu itu sangat mustahil dicapai manusia dunia ini" Tanya Yuuto


"Reincarnator, sisanya kau bisa memahaminya dengan pikiranmu sendiri" Ucap Rey yang juga tidak memiliki niat menyembunyikan tentang dirinya


"Begitu kah, wajar saja, kalau begini setidaknya pembasmian akan sedikit lebih cepat" Ucap Yuuto dengan serius